FORMOSA NEWS
Kalimantan- Program Pemberdayaan Lansia di
Bulungan Tingkatkan Pemahaman Gizi dan Kepatuhan Minum Obat. Penelitian
pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Hj. Nurhaeni, Mauludin, Nuraidha,
Rini Purwandari, Marciana Carceres De Carvalho, dan Ummu Muntamah dari
Universitas Ngudi Waluyo yang dipublikasikan
dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB) Vol. 5 No. 2 Tahun 2026.
Penelitian pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Hj. Nurhaeni, Mauludin, Nuraidha, Rini Purwandari, Marciana Carceres De Carvalho, dan Ummu Muntamah dari Universitas Ngudi Waluyo menunjukkan bahwa program pemberdayaan lansia dapat meningkatkan pemahaman gizi serta kepatuhan dalam mengonsumsi obat.
Program
Edukasi Kesehatan untuk Lansia
Untuk
mengatasi permasalahan tersebut, tim peneliti dari Universitas Ngudi Waluyo
melaksanakan program pemberdayaan masyarakat yang berlangsung selama 12
November hingga 11 Desember 2025 di Posyandu Sumber Kasih Desa Jelarai.
Program ini
melibatkan 40 peserta lansia berusia 60 tahun ke atas, yang terdiri
dari:
- 24 perempuan (60%)
- 16 laki-laki (40%)
Sebagian
besar peserta berada pada rentang usia 60–69 tahun, dengan tingkat
pendidikan yang didominasi lulusan sekolah dasar.
Kegiatan
dilakukan melalui beberapa metode edukatif, antara lain:
- penyuluhan kesehatan tentang gizi seimbang bagi lansia
- edukasi mengenai pentingnya kepatuhan minum obat
- konseling kesehatan secara individual
- demonstrasi penyusunan menu makanan sehat
- penggunaan pengingat jadwal minum obat
Pendekatan
ini dirancang agar mudah dipahami oleh lansia dan dapat diterapkan dalam
kehidupan sehari-hari.
Pemahaman
Gizi Lansia Meningkat Signifikan
Hasil
evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan gizi para
peserta.
Berdasarkan
hasil pre-test, hanya 45% lansia yang memiliki pengetahuan baik
tentang gizi seimbang. Namun setelah mengikuti program edukasi dan konseling,
hasil post-test meningkat menjadi sekitar 78% peserta dengan pengetahuan
gizi yang baik.
Peningkatan
ini terutama terlihat pada pemahaman lansia mengenai:
- jenis makanan yang sehat bagi lansia
- porsi makan yang tepat
- frekuensi makan yang dianjurkan
- cara mengolah makanan agar tetap bergizi
Menurut
laporan penelitian, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan
berlangsung. Banyak lansia aktif bertanya dan berdiskusi mengenai cara memenuhi
kebutuhan gizi sehari-hari meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi.
Kepatuhan
Minum Obat Juga Mengalami Peningkatan
Selain
pemahaman gizi, program ini juga berhasil meningkatkan kepatuhan lansia dalam
mengonsumsi obat.
Sebelum
program dilaksanakan, hanya sekitar 52,5% peserta yang patuh mengikuti
aturan minum obat sesuai anjuran dokter. Setelah mengikuti kegiatan edukasi dan
pendampingan, tingkat kepatuhan meningkat menjadi 85%.
Beberapa
strategi yang terbukti efektif dalam meningkatkan kepatuhan antara lain:
- penggunaan pengingat seperti alarm ponsel
- penggunaan kotak obat dengan label hari
- penyederhanaan jadwal konsumsi obat
- keterlibatan anggota keluarga dalam pengawasan
Dukungan
keluarga juga terbukti memainkan peran penting dalam membantu lansia menjaga
konsistensi dalam mengonsumsi obat.
Edukasi
Interaktif Menjadi Kunci Keberhasilan
Keberhasilan
program ini tidak lepas dari pendekatan edukasi yang interaktif dan mudah
dipahami.
Materi
edukasi disampaikan melalui metode yang tidak menggurui serta menggunakan media
visual seperti poster dan leaflet agar lansia lebih mudah memahami
informasi kesehatan.
Selain itu,
program ini juga melibatkan perangkat desa, kader kesehatan, serta tenaga
kesehatan dari puskesmas setempat untuk memastikan kegiatan berjalan efektif
dan berkelanjutan.
Hambatan
yang Masih Dihadapi
Meskipun
hasil program menunjukkan peningkatan yang signifikan, masih terdapat sekitar 15%
peserta yang belum mencapai tingkat kepatuhan optimal dalam mengonsumsi
obat.
Beberapa
faktor yang menjadi kendala antara lain:
- keterbatasan ekonomi untuk membeli obat secara rutin
- efek samping obat yang dirasakan
- kurangnya dukungan keluarga
Faktor-faktor
ini menjadi perhatian penting untuk pengembangan program kesehatan lansia di
masa mendatang.
Pentingnya
Program Berkelanjutan bagi Lansia
Para peneliti
menekankan bahwa keberlanjutan program sangat penting untuk mempertahankan
perubahan perilaku yang telah dicapai.
Sebagai
tindak lanjut, perangkat desa dan kader kesehatan sepakat untuk
menyelenggarakan pertemuan rutin bulanan sebagai forum berbagi
pengalaman serta membantu lansia mengatasi kendala dalam menjaga pola makan
sehat dan kepatuhan minum obat.
Program ini
juga dapat dijadikan model bagi desa lain dalam meningkatkan kesehatan
masyarakat lanjut usia.
Kesimpulan
Program
pemberdayaan lansia yang dilaksanakan di Desa Jelarai Km. 2 terbukti efektif
dalam meningkatkan kesehatan masyarakat lanjut usia.
Penelitian
menunjukkan bahwa:
- pemahaman gizi lansia meningkat dari 45% menjadi 78%
- kepatuhan minum obat meningkat dari 52,5% menjadi 85%
Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang terstruktur, pendekatan komunitas, dan dukungan keluarga dapat meningkatkan kualitas kesehatan lansia secara signifikan.
Profil
Penulis
- Hj. Nurhaeni- - Universitas Ngudi Waluyo
- Mauludin- Universitas Ngudi Waluyo
- Nuraidha, Rini Purwandari- - Universitas Ngudi Waluyo
- Marciana Carceres De Carvalho- Universitas Ngudi Waluyo
- Ummu Muntamah - Universitas Ngudi Waluyo
Sumber
Penelitian
Nurhaeni, H., Mauludin, Nuraidha, Purwandari, R., Carvalho, M. C. D., & Muntamah, U. (2026).Empowering the Elderly to Improve Nutritional Understanding and Medication Compliance in Jelarai Village, Km. 2, Tanjung Selor, Bulungan Regency, North Kalimantan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB), Vol. 5 No. 2, 155–164.
DOI: https://doi.org/10.55927/jpmb.v5i2.623
URL: https://nblformosapublisher.org/index.php/jpmb

0 Komentar