Gambar Ilustrasi AI
FORMOSA NEWS - Kazakhstan - Indeks Sentimen Multibahasa Ungkap Pergerakan Harga Bitcoin dan Ethereum Jangka Pendek. Temuan yang dilakukan oleh Ningyu Zhou dari Al-Farabi Kazakh National University, Kazakhstan dalam artikel penelitian yang dipublikasikan pada Journal of Finance and Business Digital (JFBD) edisi Vol. 5 No.1 Tahun 2026 menyoroti bahwa sentimen berita global dalam berbagai bahasa memiliki peran penting dalam memengaruhi pergerakan harga cryptocurrency, khususnya Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).
Penelitian yang dilakukan oleh Ningyu Zhou dari Al-Farabi Kazakh National University, Kazakhstan menyoroti bahwa Indeks ini dirancang untuk menangkap “suasana hati global” investor kripto, yang selama ini belum terwakili secara utuh dalam penelitian yang cenderung berfokus pada bahasa Inggris saja.
Mengapa Sentimen Global Penting di Pasar Kripto?
Dalam satu dekade terakhir, harga Bitcoin dan Ethereum mengalami fluktuasi ekstrem dari lonjakan tajam hingga penurunan drastis. Berbeda dengan saham atau obligasi, aset kripto tidak memiliki arus kas yang jelas atau nilai intrinsik yang stabil. Akibatnya, harga sangat sensitif terhadap berita, opini publik, dan sentimen pasar. Penelitian sebelumnya memang telah menunjukkan hubungan antara sentimen dan harga kripto. Namun, sebagian besar hanya menggunakan data berbahasa Inggris atau dari satu platform tertentu seperti Twitter. Padahal, pasar kripto bersifat global, dengan informasi yang tersebar dalam berbagai bahasa.
Cara Penelitian Dilakukan
Penelitian yang dilakukan oleh Ningyu Zhou dari Al-Farabi Kazakh National University, Kazakhstan menyoroti bahwa Indeks ini dirancang untuk menangkap “suasana hati global” investor kripto, yang selama ini belum terwakili secara utuh dalam penelitian yang cenderung berfokus pada bahasa Inggris saja.
Mengapa Sentimen Global Penting di Pasar Kripto?
Dalam satu dekade terakhir, harga Bitcoin dan Ethereum mengalami fluktuasi ekstrem dari lonjakan tajam hingga penurunan drastis. Berbeda dengan saham atau obligasi, aset kripto tidak memiliki arus kas yang jelas atau nilai intrinsik yang stabil. Akibatnya, harga sangat sensitif terhadap berita, opini publik, dan sentimen pasar. Penelitian sebelumnya memang telah menunjukkan hubungan antara sentimen dan harga kripto. Namun, sebagian besar hanya menggunakan data berbahasa Inggris atau dari satu platform tertentu seperti Twitter. Padahal, pasar kripto bersifat global, dengan informasi yang tersebar dalam berbagai bahasa.
Cara Penelitian Dilakukan
Penelitian ini menggabungkan dua sumber data utama:
- Data berita kripto dari media internasional seperti CoinDesk, Cointelegraph, Odaily, hingga PANews.
- Data pasar dari Binance dan CoinGecko untuk Bitcoin dan Ethereum.
Sebanyak lebih dari 22.000 berita dikumpulkan, lalu disaring menjadi sekitar 18.700 berita dalam enam bahasa utama:
- Inggris.
- Mandarin.
- Korea.
- Jepang.
- Spanyol.
- Rusia.
Setiap berita dianalisis menggunakan model kecerdasan buatan untuk menentukan apakah isinya positif, negatif, atau netral. Hasilnya cukup menarik:
- 83,6% berita bersifat netral.
- 10,2% negatif.
- 6,2% positif.
Setelah itu, peneliti menggabungkan semua sentimen tersebut menjadi satu indeks global menggunakan teknik statistik yang disebut Principal Component Analysis (PCA). Hasil akhirnya adalah ML-CryptoSI, yang merepresentasikan sentimen kolektif lintas bahasa.
Temuan Utama: Ethereum Lebih Sensitif terhadap Sentimen
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ML-CryptoSI memiliki kemampuan untuk memprediksi pergerakan harga kripto dalam jangka pendek, khususnya untuk Ethereum.
Beberapa temuan kunci:
- Sentimen multibahasa berpengaruh signifikan terhadap return Ethereum keesokan harinya.
- Pengaruh terhadap Bitcoin ada, tetapi tidak signifikan secara statistik.
- Dampak sentimen lebih kuat saat volume berita tinggi.
- Tidak ditemukan bukti kuat bahwa sentimen memprediksi volatilitas harga.
Menariknya, hubungan antara sentimen dan harga bersifat negatif dalam jangka pendek. Artinya, ketika sentimen sangat positif, harga justru cenderung turun keesokan harinya. Menurut peneliti, fenomena ini dapat dijelaskan sebagai overreaction pasar, di mana investor bereaksi berlebihan terhadap berita, lalu harga mengalami koreksi.
Implikasi bagi Investor dan Industri
Penelitian ini memiliki sejumlah implikasi praktis:
Implikasi bagi Investor dan Industri
Penelitian ini memiliki sejumlah implikasi praktis:
- Strategi Trading Lebih Adaptif - Investor dapat menggunakan indikator sentimen sebagai sinyal tambahan, terutama saat terjadi lonjakan berita.
- Fokus pada Ethereum - Karena lebih responsif terhadap sentimen, ETH bisa menjadi aset yang lebih cocok untuk strategi berbasis berita.
- Pentingnya Monitoring Global - Pelaku pasar perlu memantau berita dari berbagai negara, bukan hanya media berbahasa Inggris.
- Pengembangan Model AI Keuangan - ML-CryptoSI membuka peluang untuk pengembangan model prediksi harga berbasis AI yang lebih akurat dan global.
Profil Penulis
Ningyu Zhou adalah peneliti di Al-Farabi Kazakh National University, Kazakhstan. Ia memiliki keahlian di bidang keuangan digital, analisis sentimen, dan penerapan kecerdasan buatan dalam pasar keuangan, khususnya cryptocurrency.
Sumber Penelitian
Zhou, N. (2026). ML-CryptoSI: A Multilingual Crypto Sentiment Index and its Role in Bitcoin and Ethereum Pricing. Journal of Finance and Business Digital (JFBD), Vol. 5 No. 1, hlm. 33–52.
DOI: https://doi.org/10.55927/jfbd.v5i1.6
URL: https://journaljfbd.my.id/index.php/jfbd

0 Komentar