Manajemen Strategi Program Ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Pertama Islam


FORMOSA NEWS Kebumen - Strategi Manajemen Ekstrakurikuler di MTs Al Ihya Majenang Tingkatkan Prestasi Siswa. Temuan ini diungkapkan dalam riset Ade Saring Mulyadi, Eliyanto, Benny Kurniawan, Atim Rinawati, Tahrir Rosadi, dan Siti Fatimah dari Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Kebumen dalam artikel pengabdian yang terbit di International Journal of Scientific Multidisciplinary Research  Tahun 2026.

Penelitian ini menyoroti bagaimana pengelolaan ekstrakurikuler yang terstruktur mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi mampu meningkatkan partisipasi siswa sekaligus mendorong prestasi di tingkat lokal hingga nasional. Hasilnya relevan bagi sekolah dan madrasah yang ingin memperkuat mutu pendidikan melalui kegiatan non-akademik.

Mengapa Ekstrakurikuler Perlu Dikelola Secara Strategis?
Pendidikan tidak hanya berbicara soal nilai akademik. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 menegaskan bahwa pendidikan bertujuan membentuk karakter, kecerdasan, dan keterampilan siswa secara utuh. Di MTs Al Ihya Majenang madrasah yang berdiri sejak 1989 jumlah siswa meningkat dari 80 orang saat awal berdiri menjadi 230 siswa pada tahun ajaran 2023/2024. Madrasah ini memiliki tiga program ekstrakurikuler utama: Pramuka, Olahraga, dan Tari. Sejumlah prestasi, terutama di bidang pramuka dan olahraga, telah diraih sebagai bukti keberhasilan pengelolaan program. Namun keberhasilan tersebut tidak terjadi secara spontan. Peneliti menemukan bahwa kunci utamanya adalah penerapan manajemen strategis yang sistematis.

Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis. Data dikumpulkan melalui:

  • Wawancara dengan kepala madrasah, pembina pramuka, dan siswa
  • Observasi langsung kegiatan ekstrakurikuler
  • Analisis dokumen perencanaan sekolah

Data dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan verifikasi. Pendekatan ini memberikan gambaran menyeluruh tentang bagaimana strategi dirancang dan dijalankan dalam praktik nyata.

Temuan Utama Penelitian
1. Perumusan Strategi Dimulai dari Analisis SWOT
Tahap awal pengelolaan dimulai dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Proses ini melibatkan kepala yayasan, kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum dan kesiswaan, bendahara, serta pembina ekstrakurikuler.

Langkah-langkah strategis yang dilakukan meliputi:

  • Penyusunan visi dan misi program
  • Penetapan tujuan dan target
  • Penentuan prioritas kegiatan sesuai minat dan bakat siswa

Target yang ditetapkan cukup jelas: 80% siswa aktif mengikuti minimal satu kegiatan ekstrakurikuler.

2. Implementasi: Wajib Minimal Satu Ekstrakurikuler
Dalam tahap pelaksanaan:

  • Setiap siswa diwajibkan mengikuti minimal satu kegiatan ekstrakurikuler.
  • Kegiatan dilakukan di luar jam pelajaran.
  • Pembina mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi.
  • Siswa diarahkan mengikuti lomba tingkat lokal, provinsi, hingga nasional.

Jenis kegiatan yang paling diminati siswa antara lain kaligrafi, futsal, voli, dan bulu tangkis.
Penelitian ini juga menegaskan bahwa kegiatan ekstrakurikuler tidak hanya mengasah keterampilan teknis, tetapi juga membentuk soft skills seperti disiplin, kerja sama tim, dan kepercayaan diri.

3. Evaluasi Dilakukan Secara Sistematis
Evaluasi menjadi bagian penting dalam siklus manajemen. Madrasah mengukur:

  • Tingkat partisipasi siswa
  • Ketercapaian target program
  • Popularitas dan efektivitas kegiatan
  • Masukan dari siswa, guru, dan orang tua

Rekomendasi Penelitian
Peneliti merekomendasikan penelitian lanjutan untuk:

  • Mengukur secara kuantitatif pengaruh ekstrakurikuler terhadap prestasi akademik.
  • Mengkaji dampak kegiatan terhadap life skills dan kepemimpinan siswa.
  • Mengeksplorasi integrasi teknologi digital dalam pengelolaan ekstrakurikuler.

Pendekatan campuran (mixed-method) dinilai dapat memberikan hasil yang lebih komprehensif.

Profil Penulis

  • Ade Saring Mulyadi, M.Pd.  Dosen IAINU Kebumen, fokus pada manajemen pendidikan Islam dan strategi pengembangan sekolah.
  • Eliyanto, M.Pd.  Akademisi IAINU Kebumen, bidang kepemimpinan pendidikan.
  • Benny Kurniawan, M.Pd.  Peneliti pendidikan Islam dan pengembangan kurikulum.
  • Atim Rinawati, M.Pd.  Dosen IAINU Kebumen, fokus pada manajemen madrasah.
  • Tahrir Rosadi, M.Pd.  Akademisi bidang pengelolaan lembaga pendidikan.
  • Siti Fatimah, M.Pd.  Peneliti pendidikan dan evaluasi program pembelajaran.

Sumber Penelitian
Ade Saring Mulyadi, Eliyanto, Benny Kurniawan, Atim Rinawati, Tahrir Rosadi, dan Siti Fatimah. Extracurricular Program Strategy Management at Islamic Junior High School. International Journal of Scientific Multidisciplinary Research (IJSMR), Vol. 4, No. 1, hal. 45-56. 2026.

DOI:  https://doi.org/10.55927/ijsmr.v4i1.839
URL: https://mryformosapublisher.org/index.php/ijsmr

Posting Komentar

0 Komentar