Kesadaran Halal Tidak Langsung Mendorong Pembelian Fast Food, Studi pada Generasi Z di Padang

Ilustrasi by AI

Padang- Penelitian terbaru yang dipublikasikan pada 2026 mengungkap dinamika menarik dalam perilaku konsumsi halal di kalangan generasi muda. Studi yang ditulis oleh Tharisa Oksega Primulin dan Abror dari Universitas Negeri Padang menunjukkan bahwa kesadaran halal tidak secara langsung mendorong niat membeli produk fast food halal. Temuan ini berasal dari penelitian terhadap Generasi Z Muslim di Kota Padang dan dipublikasikan dalam jurnal internasional East Asian Journal of Multidisciplinary Research.

Penelitian tersebut penting karena industri makanan cepat saji halal berkembang pesat di Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Namun, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsep halal ternyata tidak selalu otomatis mendorong keputusan membeli. Faktor psikologis, persepsi konsumen, dan tingkat religiusitas terbukti memainkan peran yang lebih kompleks dalam menentukan pilihan konsumsi.

Pertumbuhan Industri Halal dan Perubahan Pola Konsumsi Generasi Z

Dalam beberapa tahun terakhir, industri halal global mengalami pertumbuhan signifikan, terutama di sektor makanan dan minuman. Restoran cepat saji yang menawarkan menu halal semakin banyak ditemukan di kota-kota besar di Indonesia. Generasi Z menjadi salah satu kelompok konsumen utama yang mendorong pertumbuhan pasar ini.

Generasi Z dikenal sebagai generasi yang tumbuh bersama teknologi digital, informasi yang cepat, serta paparan terhadap berbagai pilihan gaya hidup. Mereka cenderung lebih kritis terhadap produk yang dikonsumsi, termasuk aspek kesehatan, keamanan, dan kehalalan.

Di sisi lain, Kota Padang merupakan salah satu wilayah di Indonesia dengan mayoritas penduduk Muslim yang kuat dalam nilai budaya dan agama. Kondisi ini menjadikan kota tersebut menarik untuk meneliti hubungan antara kesadaran halal, faktor psikologis, dan keputusan konsumsi makanan cepat saji.

Penelitian yang dilakukan oleh Tharisa Oksega Primulin dan Abror dari Universitas Negeri Padang mencoba memahami bagaimana berbagai faktor tersebut mempengaruhi niat membeli produk fast food halal di kalangan generasi muda Muslim.

Survei terhadap 290 Generasi Z Muslim

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 290 responden Generasi Z Muslim di Kota Padang. Para responden merupakan konsumen muda yang berada pada rentang usia generasi Z dan memiliki pengalaman atau ketertarikan terhadap produk makanan cepat saji.

Para peneliti mengembangkan model analisis yang menggabungkan beberapa faktor penting dalam perilaku konsumen. Model tersebut mencakup kesadaran halal, faktor psikologis seperti sikap dan norma sosial, persepsi konsumen terhadap manfaat dan risiko produk, serta tingkat religiusitas individu.

Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk melihat hubungan antara berbagai variabel tersebut.

Pendekatan ini memungkinkan peneliti memahami bagaimana faktor-faktor psikologis dan persepsi konsumen berperan sebagai penghubung antara kesadaran halal dan niat membeli produk fast food halal.

Temuan Utama Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan penting mengenai perilaku konsumsi halal di kalangan generasi Z.

Kesadaran halal terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap faktor psikologis konsumen. Artinya, semakin tinggi kesadaran seseorang terhadap konsep halal, semakin kuat pula sikap, norma sosial, dan kontrol perilaku yang mereka rasakan terkait konsumsi makanan halal.

Kesadaran halal juga memengaruhi persepsi konsumen terhadap produk. Konsumen yang lebih sadar terhadap konsep halal cenderung memiliki persepsi yang lebih kuat mengenai manfaat maupun risiko dari suatu produk makanan.

Namun, temuan yang paling menarik adalah bahwa kesadaran halal tidak secara langsung mempengaruhi niat membeli produk fast food halal. Artinya, meskipun seseorang memiliki pemahaman yang baik tentang konsep halal, hal tersebut belum tentu langsung membuatnya memutuskan untuk membeli.

Sebaliknya, niat membeli lebih kuat dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu perceived behavioral control atau keyakinan konsumen terhadap kemampuan mereka untuk melakukan pembelian, serta perceived benefits atau persepsi manfaat dari produk tersebut.

Penelitian juga menemukan bahwa religiusitas berperan sebagai variabel moderasi. Tingkat religiusitas mempengaruhi hubungan antara kesadaran halal dan niat membeli, namun dalam arah yang tidak selalu memperkuat hubungan tersebut.

Implikasi bagi Industri Makanan Halal

Temuan penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pelaku industri makanan halal, khususnya sektor fast food yang menyasar konsumen muda.

Bagi perusahaan makanan, strategi pemasaran tidak cukup hanya menekankan label halal. Konsumen generasi Z juga mempertimbangkan faktor lain seperti manfaat produk, kemudahan akses, kualitas makanan, serta pengalaman konsumsi secara keseluruhan.

Dengan kata lain, label halal tetap penting, tetapi tidak selalu menjadi faktor tunggal dalam keputusan membeli.

Tharisa Oksega Primulin dari Universitas Negeri Padang menjelaskan dalam penelitian tersebut bahwa kesadaran halal lebih banyak mempengaruhi cara konsumen memandang produk daripada langsung memicu keputusan pembelian.

Abror dari Universitas Negeri Padang juga menekankan bahwa faktor psikologis dan persepsi manfaat memainkan peran yang lebih kuat dalam membentuk niat membeli, terutama di kalangan generasi muda yang memiliki banyak pilihan produk di pasar.

Temuan ini juga relevan bagi pembuat kebijakan dan lembaga sertifikasi halal. Upaya meningkatkan literasi halal di masyarakat perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas produk, transparansi informasi, serta kemudahan akses terhadap produk halal.

Pentingnya Memahami Perilaku Konsumen Muslim Modern

Penelitian ini memperlihatkan bahwa perilaku konsumen Muslim modern semakin kompleks. Nilai agama tetap menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan, tetapi tidak berdiri sendiri.

Generasi Z menggabungkan berbagai pertimbangan sebelum memutuskan membeli suatu produk. Mereka memperhatikan manfaat produk, kenyamanan, reputasi merek, hingga pengalaman konsumsi.

Memahami dinamika ini menjadi kunci bagi perusahaan makanan, peneliti, maupun pembuat kebijakan yang ingin mengembangkan ekosistem industri halal yang lebih kuat dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.

Dengan meningkatnya populasi generasi Z di Indonesia, penelitian seperti ini memberikan dasar ilmiah yang penting untuk memahami bagaimana masa depan konsumsi halal akan berkembang.

Profil Penulis

Tharisa Oksega Primulin dari Universitas Negeri Padang 

Abror Universitas Negeri Padang 

Sumber Penelitian

Primulin, Tharisa Oksega; Abror.
“The Influence of Halal Awareness on Purchase Intention of Halal Fast Food Product through Psychological Factors and Consumer Perceptions, with Religiosity as a Moderating Variable among Generation Z in Padang City.”

East Asian Journal of Multidisciplinary Research, 2026.

DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i2.12

Posting Komentar

0 Komentar