Ekstrak Bawang Dayak Terbukti Menghambat Bakteri E. coli, Kajian Ilmiah Ungkap Potensi Antibakteri Alami

Ilustrasi by AI

Makassar- Sebuah kajian ilmiah yang dipublikasikan pada 2026 mengungkap bahwa bawang Dayak (Eleutherine palmifolia) memiliki potensi kuat sebagai antibakteri alami terhadap Escherichia coli. Penelitian ini ditulis oleh Ananda Thirda Oktaviana, Juliani Ibrahim, Ferdinan, dan Dito Anurogo dari Universitas Muhammadiyah Makassar dan diterbitkan dalam jurnal East Asian Journal of Multidisciplinary Research. Melalui analisis berbagai penelitian yang terbit antara 2020 hingga 2025, para peneliti menemukan bukti ilmiah yang konsisten bahwa ekstrak bawang Dayak mampu menghambat pertumbuhan bakteri E. coli yang sering menjadi penyebab infeksi saluran pencernaan.

Temuan ini penting karena infeksi yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di banyak negara, termasuk Indonesia. Bakteri ini dapat menyebabkan diare, infeksi saluran kemih, hingga keracunan makanan. Di sisi lain, meningkatnya kasus resistensi antibiotik membuat para ilmuwan semakin aktif mencari sumber antibakteri baru dari bahan alami.

Tanaman Obat Tradisional yang Mulai Diteliti Secara Modern

Bawang Dayak merupakan tanaman obat yang telah lama digunakan oleh masyarakat lokal, terutama di Kalimantan. Dalam pengobatan tradisional, tanaman ini sering dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai penyakit seperti infeksi, peradangan, dan gangguan pencernaan.

Umbi bawang Dayak diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif penting, antara lain flavonoid, alkaloid, glikosida, fenolik, steroid, dan tanin. Senyawa-senyawa tersebut dikenal dalam dunia farmasi memiliki sifat antimikroba, antioksidan, serta potensi terapeutik lainnya.

Seiring meningkatnya minat terhadap obat herbal berbasis ilmiah, berbagai penelitian laboratorium mulai menguji efektivitas ekstrak bawang Dayak terhadap beberapa jenis bakteri patogen, termasuk Escherichia coli. Bakteri ini secara alami hidup di usus manusia, tetapi beberapa strain tertentu dapat menyebabkan penyakit serius.

Kajian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Makassar berusaha merangkum hasil penelitian tersebut untuk melihat seberapa kuat bukti ilmiah yang mendukung aktivitas antibakteri bawang Dayak.

Menelaah Penelitian Selama Lima Tahun

Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis, yaitu pendekatan yang mengumpulkan dan menganalisis hasil penelitian yang telah dipublikasikan sebelumnya secara terstruktur.

Para peneliti menelusuri berbagai basis data ilmiah untuk menemukan artikel yang membahas aktivitas antibakteri bawang Dayak terhadap Escherichia coli. Penelitian yang dipilih adalah studi yang diterbitkan antara 2020 hingga 2025 dan memiliki data eksperimen yang jelas.

Salah satu indikator utama yang digunakan dalam penelitian laboratorium adalah diameter zona hambat, yaitu ukuran area di sekitar sampel ekstrak yang menunjukkan bahwa bakteri tidak dapat tumbuh. Semakin besar zona hambat, semakin kuat aktivitas antibakteri dari suatu senyawa.

Dari proses seleksi tersebut, peneliti menemukan 10 artikel ilmiah yang relevan. Dari jumlah tersebut, 7 penelitian menunjukkan aktivitas antibakteri yang kuat, sementara 3 penelitian lainnya menunjukkan aktivitas yang lebih rendah.

Perbedaan hasil ini terutama disebabkan oleh variasi metode ekstraksi, jenis pelarut yang digunakan, serta konsentrasi ekstrak yang diuji dalam masing-masing penelitian.

Bukti Aktivitas Antibakteri yang Konsisten

Secara umum, hampir semua penelitian yang dianalisis menunjukkan bahwa ekstrak bawang Dayak mampu menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.

Efek antibakteri tersebut diduga berasal dari kombinasi berbagai senyawa aktif yang terdapat dalam tanaman ini. Flavonoid dan senyawa fenolik dapat merusak dinding sel bakteri dan mengganggu proses metabolisme mikroorganisme. Alkaloid diketahui dapat menghambat aktivitas enzim penting pada bakteri, sedangkan tanin dapat merusak struktur protein mikroba.

Ketika senyawa-senyawa tersebut bekerja secara bersamaan dalam ekstrak tanaman, efeknya dapat menjadi sinergis, sehingga meningkatkan kemampuan ekstrak dalam menekan pertumbuhan bakteri.

Namun demikian, penelitian juga menunjukkan bahwa kekuatan efek antibakteri sangat bergantung pada metode ekstraksi yang digunakan. Teknik ekstraksi yang berbeda dapat menghasilkan kadar senyawa aktif yang berbeda pula.

Potensi untuk Pengembangan Obat Herbal dan Antibakteri Alami

Temuan ini membuka peluang bagi pengembangan antibakteri berbasis tanaman lokal. Di tengah meningkatnya resistensi terhadap antibiotik konvensional, sumber antibakteri alami seperti bawang Dayak menjadi sangat menarik untuk diteliti lebih lanjut.

Menurut para peneliti dari Universitas Muhammadiyah Makassar, bukti ilmiah yang dikumpulkan dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Eleutherine palmifolia memiliki potensi nyata dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli.

Namun mereka juga menekankan bahwa penelitian lanjutan masih diperlukan, terutama untuk menentukan metode ekstraksi terbaik, dosis yang efektif, serta keamanan penggunaan pada manusia.

Selain untuk pengembangan obat, sifat antibakteri bawang Dayak juga berpotensi dimanfaatkan dalam bidang lain seperti produk herbal, pengawet makanan alami, hingga bahan aktif dalam produk kesehatan tradisional.

Pentingnya Menghubungkan Pengetahuan Tradisional dan Sains Modern

Kajian ini juga menunjukkan pentingnya mengintegrasikan pengetahuan pengobatan tradisional dengan penelitian ilmiah modern. Banyak tanaman obat yang telah digunakan masyarakat selama berabad-abad, tetapi belum semuanya diteliti secara ilmiah.

Penelitian seperti ini membantu memperkuat dasar ilmiah dari penggunaan tanaman obat tradisional sekaligus membuka peluang inovasi di bidang kesehatan berbasis sumber daya alam lokal.

Dito Anurogo dari Universitas Muhammadiyah Makassar menjelaskan dalam kajian tersebut bahwa akumulasi penelitian terbaru menunjukkan aktivitas antibakteri yang terukur dari bawang Dayak terhadap Escherichia coli, sehingga tanaman ini layak untuk diteliti lebih lanjut sebagai sumber antibakteri alami.

Profil Penulis

Ananda Thirda Oktaviana dari Universitas Muhammadiyah Makassar 

Juliani Ibrahim  Universitas Muhammadiyah Makassar 

Ferdinan a dari Universitas Muhammadiyah Makassar 

Dito Anurogo  Universitas Muhammadiyah Makassar 

Sumber Penelitian

Oktaviana, Ananda Thirda; Ibrahim, Juliani; Ferdinan; Anurogo, Dito.
Antibacterial Activity of Dayak Onion (Eleutherine Bulbosa [syn. E. palmifolia]) Against Escherichia coli: A Systematic Review of Evidence (2020–2025).”
East Asian Journal of Multidisciplinary Research, 2026.

DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i2.30

URL Jurnal: https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr

Posting Komentar

0 Komentar