Habitus Iman sebagai Pendekatan Multidisiplin dalam Analisis Kritis Pendidikan Agama Kristen


Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Jakarta - Faith Habitus: Pendekatan Baru Pendidikan Kristen untuk Atasi Ketimpangan Sosial. Penelitian yang  dilakukan oleh Rocky Agustry Vernando Simamora, M.Pd. dari Universitas Kristen Indonesia dalam artikel agama yang dipublikasikan pada Indonesian Journal of Christian Education and Theology (IJCET) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 menyoroti bahwa pendidikan iman di gereja dan sekolah Kristen perlu mengintegrasikan dimensi teologi, sosial, dan pedagogi agar mampu menjawab persoalan ketimpangan sosial dan eksklusivisme dalam komunitas Kristen modern.

Latar Belakang: Iman Formal dan Ketimpangan Sosial
Pendidikan Agama Kristen masa kini menghadapi tantangan serius seperti formalisme iman, eksklusivisme kelompok, dan ketimpangan sosial di lingkungan gereja maupun sekolah Kristen. Banyak peserta didik memahami doktrin dan ritual, tetapi tidak mempraktikkan nilai iman dalam relasi sosial sehari-hari. Situasi ini muncul karena pendekatan pendidikan yang dominan masih monodisipliner dan berorientasi hafalan. Teologi diajarkan terpisah dari realitas sosial, sehingga iman tidak terhubung dengan pengalaman hidup peserta didik. Akibatnya, ajaran kasih dan keadilan tidak selalu tercermin dalam praktik komunitas. Kondisi tersebut mendorong perlunya paradigma pendidikan iman yang lebih holistik dan kontekstual. Simamora mengusulkan integrasi teologi, sosiologi, dan pedagogi sebagai dasar pendekatan multidisipliner dalam Pendidikan Agama Kristen.

Metode: Sintesis Teologi, Sosiologi, dan Pedagogi
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-konseptual berbasis studi literatur. Simamora menggabungkan tiga kerangka teori utama:
  • Teologi pendidikan Kristen Thomas Groome.
  • Teori habitus Pierre Bourdieu.
  • Pedagogi pengalaman John Dewey.

Analisis dilakukan melalui tiga tahap: pemetaan masalah Pendidikan Agama Kristen kontemporer, dialog lintas disiplin antara teologi dan ilmu sosial, serta perumusan konsep faith habitus sebagai kerangka pendidikan iman transformatif. Pendekatan ini tidak menguji data lapangan, tetapi menyusun sintesis konseptual yang koheren untuk menjelaskan hubungan iman, pendidikan, dan realitas sosial.

Temuan Utama: Konsep Faith Habitus
Penelitian menemukan bahwa iman perlu dipahami bukan hanya sebagai keyakinan pribadi, tetapi sebagai disposisi sosial-spiritual yang terbentuk melalui praktik pendidikan berulang dalam komunitas.

Konsep faith habitus memiliki beberapa ciri utama:

  • Iman sebagai pola berpikir, merasakan, dan bertindak.
  • Terbentuk melalui pengalaman sosial dan pendidikan.
  • Diinternalisasi lewat praktik komunitas gereja dan sekolah.
  • Menghasilkan perilaku inklusif dan adil.

Dengan perspektif ini, kesenjangan antara ajaran iman dan praktik sosial dapat dijelaskan. Pendidikan yang hanya menekankan doktrin cenderung melahirkan formalisme dan eksklusivisme. Sebaliknya, pendidikan yang membentuk habitus iman dapat mendorong transformasi sosial. Peneliti menegaskan bahwa iman harus dipahami sebagai disposisi spiritual-sosial yang dibentuk melalui pendidikan reflektif dan praksis komunitas.

Dampak di Sekolah Kristen: Dari Hierarki ke Inklusivitas
Studi ini menyoroti bukti ketimpangan dalam sekolah Kristen. Survei terhadap guru Pendidikan Agama Kristen di wilayah Jabodetabek menunjukkan hampir separuh responden melihat praktik diskriminasi antar siswa, terutama terkait status ekonomi, prestasi akademik, dan latar belakang sosial. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan iman dapat mereproduksi ketidakadilan sosial jika tidak disadari secara kritis.
Oleh karena itu, peneliti  mengusulkan perubahan paradigma pendidikan di sekolah Kristen:

  • Kurikulum yang menghubungkan iman dengan kesadaran sosial.
  • Pembelajaran berbasis pengalaman dan pelayanan sosial.
  • Budaya kelas yang egaliter dan inklusif.
  • Guru sebagai pembentuk relasi kasih dan empati.

Pendekatan ini menempatkan sekolah sebagai arena pembentukan habitus iman, bukan hanya tempat transfer doktrin.

Profil Penulis
Rocky Agustry Vernando Simamora, M.PdDosen dan peneliti Pendidikan Agama Kristen di Universitas Kristen Indonesia, Jakarta.
Bidang keahlian: teologi pendidikan, pedagogi iman, dan integrasi iman dengan realitas sosial dalam pendidikan Kristen.

Sumber Penelitian
Simamora, Rocky Agustry Vernando. 2026. Faith Habitus as a Multidisciplinary Approach in the Critical Analysis of Christian Religious Education. Indonesian Journal of Christian Education and Theology (IJCET)Vol. 5 No. 1 2026 hlm. 11-20.
DOI: https://doi.org/10.55927/ijcet.v5i1.2
URL: https://journalijcet.my.id/index.php/ijcet

Posting Komentar

0 Komentar