Budaya kepemimpinan yang melayani serta kepuasan kerja terbukti mendorong karyawan bekerja lebih dari sekadar tugas formal mereka. Temuan ini diungkap dalam penelitian yang ditulis oleh Rifqi Faizal Rahman dan Agi Syarif Hidayat dari Universitas Swadaya Gunung Jati, yang dipublikasikan pada 2026 di Indonesian Journal of Business Analytics. Studi tersebut menyoroti bagaimana gaya kepemimpinan dan kepuasan kerja memengaruhi perilaku kerja sukarela karyawan di TOYOTA Auto2000 Cirebon, sebuah faktor penting bagi kualitas layanan di industri otomotif.
Dalam industri otomotif yang sangat kompetitif, kualitas pelayanan menjadi penentu utama keunggulan perusahaan. Karyawan tidak hanya dituntut menjalankan tugas resmi, tetapi juga menunjukkan inisiatif tambahan seperti membantu rekan kerja, menjaga kerja sama tim, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan organisasi. Perilaku tambahan ini dikenal sebagai Organizational Citizenship Behavior (OCB)—perilaku sukarela yang mendukung efektivitas organisasi meski tidak selalu tercantum dalam deskripsi pekerjaan formal.
Metode Penelitian
Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif pada 109 karyawan TOYOTA Auto2000 Cirebon yang dipilih dari total populasi 150 karyawan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 5 poin, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan perangkat lunak SPSS.
Karakteristik responden penelitian menunjukkan beberapa gambaran penting:
- 89,9% responden laki-laki, 10,1% perempuan
- 66,1% berpendidikan SMA, 33% sarjana
- 78,9% telah menikah
- 54,1% memiliki masa kerja 1–5 tahun
- Posisi kerja terbesar berasal dari divisi aftersales (57,8%)
Instrumen penelitian juga terbukti valid dan reliabel, sehingga data dinilai layak digunakan untuk analisis lebih lanjut.
Temuan Utama Penelitian
Analisis statistik menunjukkan beberapa hasil penting:
- Servant Leadership berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB.
- Job Satisfaction berpengaruh positif dan signifikan terhadap OCB.
- Kedua variabel tersebut secara bersama-sama menjelaskan 60,1% variasi perilaku OCB karyawan.
Hasil regresi juga menunjukkan bahwa peningkatan gaya kepemimpinan yang melayani dan meningkatnya kepuasan kerja akan diikuti oleh peningkatan perilaku kerja sukarela karyawan di organisasi.
Mengapa Kepemimpinan Melayani Penting
Servant leadership menempatkan pemimpin sebagai sosok yang mengutamakan kebutuhan tim dibanding kepentingan pribadi. Pendekatan ini menekankan empati, pemberdayaan, kepercayaan, dan kerendahan hati. Ketika karyawan merasakan dukungan dari pemimpin, mereka cenderung membalasnya dengan perilaku positif di tempat kerja.
Dalam konteks Auto2000 Cirebon, pendekatan ini membantu menciptakan budaya kerja yang mendorong karyawan untuk berinisiatif membantu rekan kerja, menjaga hubungan kerja yang baik, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
Dampak bagi Dunia Kerja dan Industri
Temuan penelitian ini memberikan beberapa implikasi penting bagi organisasi dan perusahaan jasa:
- Kepemimpinan berbasis pelayanan dapat memperkuat budaya kerja kolaboratif.
- Kepuasan kerja karyawan menjadi faktor kunci untuk meningkatkan kontribusi sukarela dalam organisasi.
- Perusahaan yang memperhatikan kesejahteraan dan hubungan kerja berpotensi meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan.
Menurut Agi Syarif Hidayat dari Universitas Swadaya Gunung Jati, kepemimpinan yang berfokus pada pelayanan dan pemenuhan kebutuhan karyawan dapat menjadi strategi penting untuk mendorong kontribusi ekstra karyawan dalam organisasi.
Profil Penulis
- Rifqi Faizal Rahman – Universitas Swadaya Gunung Jati.
- Agi Syarif Hidayat – Universitas Swadaya Gunung Jati
Sumber Penelitian
Rahman, R. F., & Hidayat, A. S. (2026). “The Effect of Servant Leadership and Job Satisfaction on Organizational Citizenship Behavior in TOYOTA Auto2000 Cirebon Employees.”
Indonesian Journal of Business Analytics, Vol. 6 No. 1, 185–196.

0 Komentar