Edukasi Kesehatan Tingkatkan Pemahaman Kontrasepsi Jangka Panjang pada Perempuan Usia Subur

Ilustrasi by AI

Program edukasi kesehatan yang dilakukan oleh tim peneliti dari Program Pascasarjana Kesehatan Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan sikap perempuan usia subur terkait penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Kegiatan ini dipimpin oleh Catur Widayanti bersama tim peneliti dan dilaksanakan pada 17 Desember 2025 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Hasilnya menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kontrasepsi yang lebih efektif untuk perencanaan keluarga.

Program keluarga berencana menjadi salah satu pilar penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan meningkatkan kesehatan reproduksi. Meski pemerintah mendorong penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang seperti IUD dan implan, kenyataannya sebagian besar masyarakat masih memilih metode kontrasepsi jangka pendek seperti suntik dan pil. Data nasional bahkan menunjukkan lebih dari 80% peserta keluarga berencana aktif menggunakan metode jangka pendek, sementara penggunaan MKJP masih relatif rendah.

Kondisi serupa juga terlihat di wilayah kerja Puskesmas Petung. Dari 170 perempuan usia subur yang tercatat pada tahun 2024, terdapat 99 akseptor keluarga berencana, namun hanya 13 orang yang menggunakan metode implan sebagai kontrasepsi jangka panjang. Sebagian perempuan bahkan menyatakan menolak MKJP karena kurangnya informasi, rasa takut terhadap prosedur, serta minimnya dukungan dari pasangan.

Edukasi dan Pendampingan Masyarakat

Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, tim dari Universitas Ngudi Waluyo menyelenggarakan kegiatan penyuluhan kesehatan dengan pendekatan partisipatif. Sebanyak 43 perempuan usia subur mengikuti kegiatan yang meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab mengenai manfaat dan cara kerja kontrasepsi jangka panjang.

Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan:

  • Sebelum penyuluhan, 17,06% peserta belum memahami MKJP
  • Setelah penyuluhan, angka tersebut turun drastis menjadi 0,59%
  • Peserta yang memahami MKJP meningkat menjadi 99,41%

Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan berbasis komunitas mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat secara efektif. Peserta kegiatan juga terlihat aktif mengajukan pertanyaan terkait keamanan, manfaat, serta proses penggunaan kontrasepsi jangka panjang.

Pentingnya Dukungan Sosial dan Layanan Kesehatan

Menurut tim peneliti, keputusan perempuan dalam memilih metode kontrasepsi tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan, tetapi juga oleh faktor lain seperti akses layanan kesehatan, biaya, kualitas pelayanan, serta dukungan pasangan.

Catur Widayanti dari Universitas Ngudi Waluyo menjelaskan bahwa edukasi kesehatan dapat menjadi langkah awal untuk membentuk sikap positif terhadap penggunaan MKJP. Dengan pemahaman yang lebih baik, perempuan diharapkan dapat membuat keputusan yang lebih tepat terkait kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga.

Selain itu, peningkatan pemanfaatan MKJP juga dinilai penting untuk mendukung program keluarga berencana berkelanjutan yang lebih efektif dalam mencegah kehamilan tidak direncanakan.

Dampak bagi Program Kesehatan Masyarakat

Hasil kegiatan ini memberikan sejumlah implikasi penting:

  1. Penyuluhan kesehatan terbukti efektif meningkatkan literasi kesehatan reproduksi masyarakat.
  2. Pemahaman yang lebih baik dapat mendorong perubahan sikap terhadap penggunaan MKJP.
  3. Program edukasi berbasis komunitas perlu dilakukan secara berkelanjutan oleh puskesmas dan pemerintah daerah.

Peneliti juga merekomendasikan agar pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan terus memperkuat program edukasi keluarga berencana, terutama mengenai metode kontrasepsi jangka panjang yang lebih efektif dan aman.

Profil Penulis

  • Catur Widayanti-  Universitas Ngudi Waluyo.
  • Anita-  Universitas Ngudi Waluyo.
  •  Amsal Said-  Universitas Ngudi Waluyo.
  •  Hermiati-  Universitas Ngudi Waluyo.
  •  Sannauly Novita Sinaga-  Universitas Ngudi Waluyo.
  • M. Ikhwanus Shofa-  Universitas Ngudi Waluyo.
  •  Alexandria Da Silva-  Universitas Ngudi Waluyo.
  •  Sigit Ambar Widyawati-  Universitas Ngudi Waluyo.
  •  Ummu Muntamah-  Universitas Ngudi Waluyo.

Sumber Penelitian

Widayanti, C., Anita, Said, A., Hermiati, Sinaga, S. N., Shofa, M. I., Da Silva, A., Widyawati, S. A., & Muntamah, U. (2026). “Improving Knowledge and Attitudes of Women of Childbearing Age (WUS) in Using MKJP at the UPTD Petung Penajam Paser Utara Health Center.” Journal of Community Service Bestari (JPMB), Vol. 5 No. 2, 2026.

DOI: https://doi.org/10.55927/jpmb.v5i2.605

URL: https://nblformosapublisher.org/index.php/jpmb

Posting Komentar

0 Komentar