Adopsi Teknologi dan Keterampilan Manajerial Terbukti Perkuat Ketahanan Bisnis di Indonesia
Kemampuan perusahaan bertahan di tengah krisis ternyata sangat dipengaruhi oleh teknologi dan kualitas kepemimpinan. Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Rafly Aqsha Gultom, Ali Rangga Pratama, dan Firzainy Jiddan Mustofa menunjukkan bahwa adopsi teknologi dan keterampilan manajerial dapat secara signifikan meningkatkan ketahanan bisnis melalui peningkatan kelincahan organisasi.
Rafly Aqsha Gultom dari Universitas Muhammadiyah Semarang, bersama Ali Rangga Pratama dari Veda Praxis Jakarta dan Firzainy Jiddan Mustofa dari Inspecto Digital Solution Bandung, meneliti hubungan antara teknologi, kemampuan manajemen, dan ketahanan perusahaan dalam lingkungan bisnis yang terus berubah. Studi ini dipublikasikan pada tahun 2026 dalam jurnal International Journal of Global Sustainable Research.
Hasil penelitian tersebut menjadi penting karena dunia bisnis saat ini menghadapi ketidakpastian yang semakin tinggi. Perubahan teknologi, globalisasi, hingga krisis seperti pandemi COVID-19 menunjukkan bahwa perusahaan harus mampu beradaptasi dengan cepat agar tetap bertahan dan berkembang.
Tantangan Bisnis di Era Ketidakpastian
Lingkungan bisnis modern berubah dengan sangat cepat. Perusahaan kini harus menghadapi berbagai gangguan, mulai dari perubahan perilaku konsumen, disrupsi teknologi digital, hingga ketidakstabilan ekonomi global.
Dalam kondisi seperti ini, konsep ketahanan bisnis atau business resilience menjadi semakin penting. Ketahanan bisnis merujuk pada kemampuan organisasi untuk mengantisipasi, merespons, dan beradaptasi terhadap perubahan serta gangguan yang terjadi.
Teknologi digital memainkan peran besar dalam proses ini. Cloud computing, analitik data besar, kecerdasan buatan, dan berbagai platform digital telah mengubah cara perusahaan beroperasi dan menciptakan nilai bagi pelanggan.
Teknologi memungkinkan perusahaan untuk:
- meningkatkan efisiensi operasional
- mempercepat pengambilan keputusan berbasis data
- memperkuat hubungan dengan pelanggan
- mengelola rantai pasok secara lebih fleksibel
Namun teknologi saja tidak cukup. Faktor manusia, khususnya kemampuan manajerial, juga menentukan apakah teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara efektif.
Peran Penting Manajer dalam Ketahanan Perusahaan
Keterampilan manajerial mencakup berbagai kemampuan seperti berpikir strategis, kepemimpinan, komunikasi, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan.
Dalam situasi krisis atau ketidakpastian, manajer harus mampu mengambil keputusan dengan cepat meskipun informasi yang tersedia tidak selalu lengkap. Kepemimpinan yang baik juga dapat membangun kepercayaan, kerja sama tim, dan keterlibatan karyawan, yang semuanya penting ketika organisasi menghadapi perubahan besar.
Penelitian ini menunjukkan bahwa manajer yang memiliki kemampuan strategis yang kuat lebih mampu mendorong adopsi teknologi serta memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan daya saing perusahaan.
Metode Penelitian
Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap berbagai perusahaan lintas sektor di Indonesia.
Sebanyak 210 kuesioner valid dari para manajer dan pimpinan perusahaan dianalisis dalam studi ini. Responden berasal dari berbagai posisi strategis, antara lain:
- 35,2% merupakan senior manager
- 32,4% owner atau direktur
- 21,9% kepala departemen
- 10,5% supervisor
Dari sisi pengalaman kerja:
- 39,5% memiliki pengalaman 6–10 tahun
- 34,8% memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun
- 25,7% memiliki pengalaman 2–5 tahun
Responden juga berasal dari berbagai sektor industri, yaitu:
- 41,9% sektor jasa
- 37,6% manufaktur
- 20,5% perdagangan
Data kemudian dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) untuk melihat hubungan antara adopsi teknologi, keterampilan manajerial, kelincahan organisasi, dan ketahanan bisnis.
Temuan Utama Penelitian
Hasil analisis menunjukkan beberapa temuan penting.
Dengan kata lain, perusahaan tidak cukup hanya memiliki teknologi atau pemimpin yang kompeten. Keduanya harus diintegrasikan dalam organisasi yang fleksibel dan responsif terhadap perubahan.
Dampak bagi Dunia Bisnis
Temuan penelitian ini memberikan beberapa pelajaran penting bagi perusahaan di Indonesia.
Pertama, investasi pada teknologi digital harus menjadi prioritas strategis. Teknologi bukan hanya alat operasional, tetapi juga fondasi ketahanan bisnis.
Kedua, perusahaan perlu mengembangkan kapasitas kepemimpinan manajerial melalui pelatihan, pengembangan kompetensi, dan peningkatan kualitas pengambilan keputusan.
Ketiga, organisasi harus membangun budaya kerja yang adaptif dan fleksibel agar dapat merespons perubahan pasar dengan cepat.
Menurut Rafly Aqsha Gultom dari Universitas Muhammadiyah Semarang, ketahanan bisnis tidak hanya bergantung pada sumber daya yang dimiliki perusahaan, tetapi juga pada kemampuan organisasi mengombinasikan sumber daya tersebut secara efektif melalui kelincahan organisasi.
Profil Singkat Penulis
Sumber Penelitian
URL : https://slamultitechpublisher.my.id/index.php/ijgsr/index
0 Komentar