Dilema Regenerasi Petani di Sulawesi Barat: Antara Mentalitas Tangguh Generasi Tua dan Hambatan Modal Gen-Z
MAMUJU – Keberlanjutan sektor pangan di Indonesia kini berada di persimpangan jalan. Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Mamuju menyoroti fenomena kontras antara semangat baja para petani senior dengan keraguan yang menyelimuti Generasi Z (Gen-Z) dalam menggeluti sektor pertanian
Penelitian yang dipimpin oleh Siti Nur Syam Ismaniza A. bersama Indriani, Siti Nurazizah Jufri, Muhsin Husain, dan Ananda ini dilaksanakan pada Mei 2025 di Desa Beru-Beru, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat
Krisis Penerus di Tengah Potensi Alam yang Melimpah
Secara geografis, Desa Beru-Beru memiliki potensi pertanian tropis yang sangat besar dengan curah hujan tinggi mencapai 2.100 mm per tahun
Latar belakang penelitian ini mengungkap fakta lapangan yang memprihatinkan: mayoritas pekerja di sektor pertanian saat ini telah berusia di atas 50 tahun
Metodologi: Mendengar Langsung dari Dua Generasi
Tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Mamuju menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan gambaran mendalam
Temuan Utama: Petani Senior yang Adaptif, Gen-Z yang Terhambat Modal
Hasil penelitian mengungkapkan temuan yang menarik dan mematahkan beberapa stigma lama
Optimisme Petani Senior: Para petani seperti Hadi Marsono menyatakan rasa bangga dan bahagia menjalani profesinya
- Minat yang Terpendam: Berlawanan dengan asumsi umum, mayoritas responden Gen-Z (4 dari 5 orang) sebenarnya memiliki minat pada sektor pertanian karena menyadari bahwa pangan adalah kebutuhan abadi
. - Hambatan Teknis, Bukan Ideologis: Alasan utama Gen-Z enggan terjun ke sawah bukanlah karena rasa malu, melainkan karena kendala nyata seperti keterbatasan modal untuk membeli benih dan pupuk, kurangnya akses ke teknologi modern, serta minimnya pelatihan dan bimbingan
. - Pergeseran Karir: Sebagian kecil Gen-Z tetap memilih sektor industri atau perkantoran karena merasa tidak memiliki keahlian atau ketahanan fisik untuk bekerja langsung di lapangan
.
Siti Nur Syam Ismaniza A. dan tim mencatat adanya kesenjangan yang lebar: petani tua siap mewariskan usahanya, namun Gen-Z merasa tidak memiliki "senjata" yang cukup (modal dan teknologi) untuk mengambil alih tongkat estafet tersebut
Implikasi bagi Kebijakan Masa Depan
Penelitian ini menegaskan bahwa untuk menyelamatkan masa depan pangan, tidak cukup hanya dengan mengajak anak muda kembali ke desa
Rekomendasi utama dari tim peneliti Universitas Muhammadiyah Mamuju mencakup kemudahan akses pembiayaan bagi petani muda, penyediaan benih unggul, serta modernisasi sarana prasarana
Jika tantangan modal dan akses teknologi ini tidak segera diatasi, regenerasi petani akan terus terhambat, yang pada akhirnya dapat mengancam ketahanan pangan nasional
Profil Peneliti
Siti Nur Syam Ismaniza A. adalah peneliti dan dosen di Universitas Muhammadiyah Mamuju
Sumber Penelitian:
Judul Artikel: The Mental Attitude of Farmers and the Lack of Interest of Gen-Z in Food Crop Farming in Beru-Beru Village, Kalukku District, Mamuju, West Sulawesi in 2025Penulis: Siti Nur Syam Ismaniza A, Indriani, Siti Nurazizah Jufri, Muhsin Husain, Ananda
Publikasi: International Journal of Contemporary Sciences (IJCS), Vol. 4, No. 2, 2026
DOI:

0 Komentar