Jakarta—
Adaptasi Lintas Budaya dan Validasi Psikometrik Versi Indonesia Online
Cognition Scale (OCS). Penelitian ini dilakukan oleh Imam Nurcahyo Fambudi
bersama Muhammad Farhan Dhifa Akbar, Nanda Darajulia, Resha Mutiaramadhani, Tri
Yuliyanti, dan Fadillah Suwarno dari Program Magister Psikologi, Universitas
Paramadina, yang dipublikasikan dalam East Asian Journal of
Multidisciplinary Research pada 2026.
Penelitian yang
dilakukan oleh oleh Imam Nurcahyo Fambudi bersama Muhammad Farhan Dhifa Akbar,
Nanda Darajulia, Resha Mutiaramadhani, Tri Yuliyanti, dan Fadillah Suwarno
mengungkapkan bahwa meningkatnya penggunaan internet dan kekhawatiran terhadap
kecanduan digital, terutama pada mahasiswa dan dewasa muda di wilayah
perkotaan.
Dari
Empat Dimensi Menjadi Dua
Tim
peneliti melibatkan 317 responden usia 18–40 tahun di wilayah Jabodetabek.
Proses adaptasi dilakukan melalui terjemahan dua arah (forward dan back
translation), penilaian ahli, uji keterbacaan, serta pengujian statistik
menyeluruh.
Hasil
analisis menunjukkan perubahan struktur signifikan. Dari 36 item asli, tersisa
23 item yang memenuhi standar psikometrik. Empat dimensi awal OCS—Loneliness/Depression,
Diminished Impulse Control, Distraction, dan Social Comfort—menyatu menjadi dua
dimensi utama:
- Reality Substitution
Menggambarkan kecenderungan individu menjadikan internet sebagai pengganti realitas. Internet dipersepsikan lebih nyaman, lebih aman, dan lebih memuaskan dibanding kehidupan nyata. - Preoccupation & Loss of Control
Menggambarkan obsesi terhadap aktivitas online dan kesulitan mengontrol penggunaan internet.
Reliabilitas
keseluruhan skala sangat tinggi dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,902.
Uji Confirmatory Factor Analysis (CFA) menunjukkan model dua dimensi ini
memiliki tingkat kecocokan yang memadai untuk digunakan dalam konteks Indonesia
Internet
sebagai Ruang Aman Sosial
Temuan
penting penelitian ini menunjukkan bahwa dalam konteks budaya Indonesia,
internet sering berfungsi sebagai ruang alternatif untuk mengekspresikan diri
tanpa tekanan norma sosial langsung. Individu merasa lebih diterima, lebih
bebas, dan lebih nyaman saat berinteraksi secara daring.
Fenomena
ini berkaitan dengan karakter masyarakat Indonesia yang cenderung kolektivis,
menjaga norma kesopanan, dan menghindari konflik terbuka. Dunia digital
menyediakan ruang ekspresi yang dianggap lebih aman dibanding interaksi tatap
muka.
Di
sisi lain, tekanan akademik dan pekerjaan di kota besar turut mendorong
penggunaan internet sebagai mekanisme pelarian dari stres. Ketika penggunaan
ini tidak terkendali, muncul kelekatan kognitif yang kuat terhadap dunia
online.
Tiga
Temuan Utama Penelitian
Penelitian
ini mencatat tiga poin utama:
- Struktur kognitif kecanduan internet di
Indonesia lebih sederhana, terintegrasi dalam dua dimensi utama.
- Faktor budaya memengaruhi cara individu
memaknai dan menggunakan internet.
- Aspek kognitif—bukan hanya durasi penggunaan—menjadi
inti dari perilaku bermasalah.
Temuan
ini menegaskan bahwa kecanduan internet bukan sekadar persoalan waktu layar
(screen time), melainkan persoalan pola pikir dan regulasi diri.
Implikasi
bagi Pendidikan dan Kesehatan Mental
Instrumen
OCS versi Indonesia dapat digunakan untuk:
- Skrining awal kecanduan internet pada
mahasiswa
- Riset kesehatan mental digital
- Penyusunan program intervensi berbasis
restrukturisasi kognitif
- Penguatan kontrol diri dalam lingkungan
pendidikan
Dengan alat
ukur yang telah teruji secara psikometrik, konselor dan psikolog dapat
melakukan asesmen yang lebih akurat dan kontekstual.Peneliti juga
merekomendasikan penelitian lanjutan untuk menguji validitas prediktif OCS
terhadap indikator kesehatan mental lain serta menguji konsistensi alat ukur
pada kelompok populasi yang lebih luas
Profil
Penulis
•
Imam Nurcahyo Fambudi–Universitas
Paramadina.
•
Muhammad Farhan Dhifa Akbar–Universitas
Paramadina.
•
Nanda Darajulia–Universitas Paramadina.
•
Resha Mutiaramadhani– Universitas
Paramadina.
•
Tri Yuliyanti – Universitas Paramadina.
•
Fadillah Suwarno –Universitas Paramadina.
Sumber
Penelitian
Fambudi,
I. N., Akbar, M. F. D., Darajulia, N., Mutiaramadhani, R., Yuliyanti, T., &
Suwarno, F. (2026). Cross-Cultural Adaptation and Psychometric Validation of
the Indonesian Version of the Online Cognition Scale (OCS).
East
Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR), Vol. 5 No. 2, hlm.
727–744.
DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i2.32
URL
Resmi : https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr
0 Komentar