Wearable IoMT Tingkatkan Pemantauan Penyakit Kronis di Perkotaan Indonesia

Ilustrasi By AI

FORMOSA NEWS - Pemanfaatan perangkat wearable berbasis Internet of Medical Things (IoMT) terbukti meningkatkan efektivitas pemantauan penyakit kronis di komunitas perkotaan Indonesia. Temuan ini dipublikasikan tahun 2026 dalam Formosa Journal of Science and Technology oleh Erlin Listiyaningsih dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka bersama Herminio Noronha dari National University of Timor Leste (UNTL), Wijayantono dari Poltekkes Kemenkes Padang, Siti Fatimah dari Poltekkes Kemenkes Bandung, serta Berlin Sitanggang dari Poltekkes Kemenkes Medan. Hasil kajian ini penting karena Indonesia menghadapi lonjakan kasus penyakit kronis di wilayah urban, sementara sistem layanan kesehatan membutuhkan solusi pemantauan jarak jauh yang efisien dan berkelanjutan.

Penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Urbanisasi cepat, pola makan tinggi gula dan lemak, serta gaya hidup sedentari memperburuk situasi. Data nasional menunjukkan jutaan kasus baru setiap tahun, dengan tekanan besar pada fasilitas kesehatan di kota-kota besar. Dalam konteks ini, teknologi kesehatan digital—terutama wearable IoMT muncul sebagai solusi yang menjanjikan.

Perangkat wearable IoMT memungkinkan pemantauan kondisi pasien secara real-time tanpa harus selalu datang ke fasilitas kesehatan. Alat ini mencakup continuous glucose monitor (CGM) untuk penderita diabetes, jam tangan pintar dengan sensor detak jantung, perangkat pemantau tekanan darah tanpa manset, hingga alat rekam jantung berbasis ECG. Data yang dikumpulkan dikirim melalui aplikasi dan sistem berbasis cloud, sehingga tenaga medis dapat memantau kondisi pasien dari jarak jauh.

Metodologi: Menyaring 612 Studi, Memilih 26 Penelitian Terbaik

Tim peneliti menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman PRISMA 2020. Mereka menelusuri Google Scholar untuk artikel ilmiah terbitan 2022–2025 yang membahas penggunaan wearable IoMT dalam pemantauan penyakit kronis di komunitas urban.

Proses seleksi dilakukan secara bertahap:

  • 612 artikel teridentifikasi pada tahap awal
  • 548 artikel unik setelah duplikasi dihapus
  • 76 artikel ditelaah secara menyeluruh
  • 26 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut

Studi yang dipilih merupakan penelitian empiris yang melaporkan dampak klinis atau efisiensi layanan kesehatan. Karena variasi metode dan indikator, analisis dilakukan secara naratif dan komparatif, bukan meta-analisis statistik.

Temuan Utama: Monitoring Lebih Akurat, Pasien Lebih Patuh

Dari 26 penelitian yang dianalisis, para peneliti menemukan tiga manfaat utama wearable IoMT.

1. Peningkatan Pemantauan Klinis

Pemantauan berkelanjutan menghasilkan data yang lebih lengkap dibandingkan pemeriksaan berkala di klinik.

  • CGM membantu menjaga kontrol gula darah lebih stabil pada pasien diabetes.
  • Pemantauan detak jantung dan ECG mendeteksi gangguan irama lebih dini.
  • Alat tekanan darah digital memungkinkan evaluasi harian tanpa kunjungan rutin.

Pendekatan ini mengubah sistem dari pemeriksaan episodik menjadi pemantauan kontinu.

2. Peningkatan Kepatuhan dan Keterlibatan Pasien

Pasien yang menggunakan wearable cenderung:

  • Lebih rutin memantau kondisi kesehatan
  • Lebih sadar terhadap pola hidup
  • Lebih patuh terhadap pengobatan

Efektivitas paling tinggi terjadi ketika perangkat dilengkapi sistem umpan balik atau terhubung langsung dengan tenaga medis.

3. Efisiensi Sistem Layanan Kesehatan

Beberapa studi menunjukkan:

  • Pengurangan kunjungan tatap muka yang tidak mendesak
  • Respons medis lebih cepat saat muncul indikator risiko
  • Optimalisasi alokasi sumber daya di fasilitas kesehatan

Bagi kota-kota padat penduduk, efisiensi ini berdampak signifikan terhadap beban layanan.

Tantangan Implementasi: Literasi Digital dan Keamanan Data

Meski efektif, penerapan wearable IoMT di Indonesia menghadapi sejumlah hambatan.

Pertama, literasi digital masyarakat masih beragam. Tidak semua pasien mampu memahami data kesehatan atau mengoperasikan aplikasi dengan optimal.

Kedua, isu keamanan dan privasi data menjadi perhatian. Perangkat wearable mengumpulkan data sensitif yang memerlukan perlindungan ketat.

Ketiga, kesenjangan akses teknologi masih terjadi. Harga perangkat dan keterbatasan internet membuat manfaat teknologi ini belum merata.

Erlin Listiyaningsih dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka menegaskan bahwa wearable IoMT memberikan dampak nyata terhadap kualitas pemantauan kesehatan, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada kesiapan sistem dan masyarakat. Integrasi dengan layanan primer, edukasi pengguna, serta standar keamanan data menjadi faktor kunci keberhasilan.

Implikasi bagi Kebijakan dan Industri Kesehatan

Hasil penelitian ini memberikan dasar kuat bagi pengambil kebijakan di Indonesia.

Beberapa rekomendasi strategis meliputi:

  • Integrasi wearable IoMT dalam sistem layanan kesehatan primer
  • Program pelatihan literasi digital bagi pasien dan tenaga kesehatan
  • Regulasi nasional terkait keamanan dan tata kelola data kesehatan digital
  • Skema subsidi atau pembiayaan untuk memperluas akses perangkat

Bagi industri kesehatan digital, temuan ini membuka peluang inovasi perangkat yang lebih terjangkau dan mudah digunakan. Bagi institusi pendidikan kesehatan, kurikulum berbasis digital health menjadi semakin relevan.

Wearable IoMT bukan sekadar perangkat teknologi, tetapi bagian dari transformasi sistem kesehatan menuju model yang lebih preventif, berbasis data, dan responsif.

Profil Penulis

Erlin Listiyaningsih, M.Kes.
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
Bidang keahlian: kesehatan digital dan manajemen penyakit kronis

Herminio Noronha, M.Sc.
National University of Timor Leste (UNTL)
Bidang keahlian: sistem kesehatan dan inovasi digital

Wijayantono, M.Kes.
Poltekkes Kemenkes Padang
Bidang keahlian: teknologi kesehatan masyarakat

Siti Fatimah, M.Kes.
Poltekkes Kemenkes Bandung
Bidang keahlian: pemantauan kesehatan komunitas

Berlin Sitanggang, M.Kes.
Poltekkes Kemenkes Medan
Bidang keahlian: informatika kesehatan dan kesehatan terapan

Sumber Penelitian

Listiyaningsih, E., Noronha, H., Wijayantono, Fatimah, S., & Sitanggang, B. (2026). Effectiveness of Wearable Internet of Medical Things in Monitoring Chronic Diseases in Urban Communities in Indonesia. Formosa Journal of Science and Technology, Vol. 5, No. 2, 529–546.

Posting Komentar

0 Komentar