Penghindaran pajak tidak selalu ilegal, tetapi dapat mengurangi kontribusi perusahaan terhadap pembangunan nasional. Di Indonesia, sektor manufaktur merupakan salah satu penyumbang pajak terbesar, sekaligus sektor yang sering menjadi sorotan terkait strategi pengurangan beban pajak. Ketika perusahaan mengurangi pajak secara agresif, dampaknya tidak hanya pada keuangan negara, tetapi juga pada kepercayaan publik terhadap dunia usaha. Oleh karena itu, munculnya praktik ESG dan transformasi digital menjadi perhatian penting dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas perusahaan.
Analisis 50 Perusahaan Selama Lima Tahun
Penelitian yang dipimpin Dr. Rika Nur Widiastutik menggunakan data dari 50 perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Data diambil dari laporan tahunan, laporan keberlanjutan, dan laporan keuangan audit selama lima tahun, dari 2020 hingga 2024. Total terdapat 250 observasi perusahaan yang dianalisis.
Tim peneliti membandingkan tiga faktor utama:
- Tingkat pengungkapan ESG perusahaan
- Tingkat transformasi digital perusahaan
- Ukuran perusahaan berdasarkan total aset
Ketiga faktor tersebut kemudian dikaitkan dengan tingkat penghindaran pajak yang diukur menggunakan tarif pajak efektif perusahaan.
Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat hubungan nyata antara transparansi, teknologi, dan perilaku pajak perusahaan.
ESG Terbukti Mengurangi Penghindaran Pajak
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dengan pengungkapan ESG yang lebih tinggi cenderung menghindari praktik penghindaran pajak.
Data penelitian menunjukkan:
- Pengungkapan ESG memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap penghindaran pajak
- Semakin transparan perusahaan, semakin kecil kecenderungan menghindari pajak
Rata-rata tingkat pengungkapan ESG perusahaan dalam penelitian ini mencapai 56,1 persen, menunjukkan tingkat adopsi yang cukup baik, meskipun masih belum maksimal.
Menurut Dr. Rika Nur Widiastutik dari Universitas Negeri Surabaya, perusahaan yang terbuka mengenai tanggung jawab sosial dan lingkungan menghadapi tekanan reputasi yang lebih besar untuk bertindak etis, termasuk dalam membayar pajak.
Dengan kata lain, transparansi menciptakan pengawasan publik yang mendorong kepatuhan pajak.
Transformasi Digital Tingkatkan Kepatuhan Pajak
Selain ESG, transformasi digital juga terbukti berperan penting dalam mengurangi penghindaran pajak.
Transformasi digital yang dimaksud meliputi:
- Penggunaan sistem ERP (Enterprise Resource Planning)
- Pelaporan pajak digital
- Sistem akuntansi berbasis cloud
- Infrastruktur teknologi informasi
Penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dengan tingkat digitalisasi lebih tinggi memiliki tingkat penghindaran pajak yang lebih rendah.
Hal ini terjadi karena sistem digital meningkatkan transparansi dan mempermudah pengawasan.
Dr. Rika Nur Widiastutik menjelaskan bahwa sistem digital membuat data keuangan lebih akurat dan lebih sulit dimanipulasi, sehingga mengurangi peluang penghindaran pajak.
Ukuran Perusahaan Memperkuat Efek Positif
Penelitian ini juga menemukan bahwa ukuran perusahaan memainkan peran penting.
Perusahaan besar menunjukkan dampak yang lebih kuat dari ESG dan digitalisasi dalam mengurangi penghindaran pajak.
Hal ini terjadi karena:
- Perusahaan besar lebih diawasi publik
- Memiliki reputasi yang harus dijaga
- Memiliki sumber daya lebih besar untuk menerapkan ESG dan teknologi
Sebaliknya, perusahaan kecil menunjukkan efek yang lebih lemah.
Artinya, skala perusahaan mempengaruhi efektivitas strategi transparansi dan digitalisasi.
Dampak Penting bagi Pemerintah dan Dunia Usaha
Temuan ini memiliki implikasi luas bagi berbagai pihak.
Bagi pemerintah, hasil ini menunjukkan bahwa mendorong ESG dan digitalisasi dapat membantu meningkatkan penerimaan pajak negara.
Bagi perusahaan, ESG dan digitalisasi bukan hanya alat pelaporan, tetapi juga strategi untuk meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan investor.
Bagi investor, perusahaan dengan ESG dan transformasi digital yang baik dapat dianggap lebih transparan dan memiliki risiko lebih rendah.
Menurut Dr. Rika Nur Widiastutik dari Universitas Negeri Surabaya, ESG dan transformasi digital berfungsi sebagai mekanisme tata kelola yang membantu mengurangi perilaku oportunistik perusahaan, termasuk penghindaran pajak.
Relevan dengan Masa Depan Ekonomi Digital Indonesia
Indonesia saat ini sedang mempercepat transformasi digital dan mendorong praktik bisnis berkelanjutan.
Penelitian ini menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi perusahaan, tetapi juga memperkuat kepatuhan terhadap regulasi.
Dengan semakin banyak perusahaan mengadopsi ESG dan teknologi digital, potensi peningkatan transparansi dan penerimaan pajak nasional juga meningkat.
Temuan ini memperkuat pentingnya kebijakan yang mendorong transparansi perusahaan dan adopsi teknologi.
Profil Penulis
Dr. Rika Nur Widiastutik, SE., M.Si adalah dosen dan peneliti di Universitas Negeri Surabaya. Bidang keahliannya meliputi akuntansi keuangan, tata kelola perusahaan, pelaporan keberlanjutan, dan perpajakan perusahaan. Ia aktif meneliti hubungan antara transparansi perusahaan, teknologi digital, dan perilaku keuangan.
Penelitian ini juga melibatkan Bayu Rama Laksono, Ratu Aghnia Raffaidy Wiguna, Ika Swasti Putri, Nur Rizki Wijaya, Az Zahwa Firstania Raizkha Faradanty, dan Refansyah Ataullah, yang juga berasal dari Universitas Negeri Surabaya.
Sumber Penelitian
Widiastutik, Rika Nur., Laksono, Bayu Rama., Wiguna, Ratu Aghnia Raffaidy., Putri, Ika Swasti., Wijaya, Nur Rizki., Faradanty, Az Zahwa Firstania Raizkha., dan Ataullah, Refansyah. 2026.
“How ESG Disclosure and Digital Transformation Can Reduce Tax Avoidance? The Role of Firm Size as a Moderator in Indonesian Manufacturing Firms.”
International Journal of Management and Business Intelligence.
DOI: https://doi.org/10.59890/ijmbi.v4i1.314
0 Komentar