Transformasi Digital Ekonomi Islam dan Percepatan Kesejahteraan yang Merata: Sebuah Meta-Analisis dari Indonesia

Ilustrasi by AI

Malang Transformasi Digital Percepat Pemerataan Kesejahteraan Ekonomi Syariah di Indonesia. Penelitian yang dilakukan oleh Marlina Ekawaty dan Mochammad Rizki Hanafiansyah, dan dipublikasikan pada Januari 2026 dalam International Journal of Business and Applied Economics.

Penelitian yang dilakukan oleh Marlina Ekawaty dan Mochammad Rizki Hanafiansyah menemukan bahwa transformasi digital menjadi penggerak utama dalam mempercepat pemerataan kesejahteraan di sektor ekonomi syariah Indonesia. Hasil riset menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital dalam keuangan syariah, pengelolaan zakat, manajemen masjid, dan industri halal mampu memperluas inklusi keuangan serta meningkatkan distribusi kesejahteraan masyarakat secara lebih adil. Temuan ini dinilai penting karena memberikan arah konkret bagi pembangunan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam di era digital.

Riset ini menegaskan bahwa inovasi digital bukan sekadar alat modernisasi, tetapi juga instrumen strategis untuk memperkuat keadilan sosial. Di tengah tantangan ketimpangan ekonomi dan keterbatasan akses layanan keuangan, teknologi menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat kecil dengan sistem ekonomi formal berbasis syariah.

Ekonomi Syariah di Tengah Perubahan Digital

Selama satu dekade terakhir, ekonomi syariah di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat, terutama di sektor perbankan, filantropi Islam, industri halal, dan usaha berbasis komunitas. Namun, sebelum era digital, banyak lembaga syariah masih menghadapi persoalan klasik, seperti layanan yang terbatas di wilayah tertentu, proses manual yang lambat, serta transparansi yang rendah.

Pengelolaan zakat dan wakaf, misalnya, sebelumnya lebih banyak dilakukan secara tradisional. Distribusi bantuan sering terkonsentrasi di wilayah tertentu dan sulit dipantau secara menyeluruh. Sementara itu, layanan perbankan syariah juga cenderung terpusat di perkotaan.

Perkembangan teknologi digital mengubah situasi ini. Hadirnya mobile banking, fintech syariah, sistem pembayaran digital, platform donasi daring, hingga pemanfaatan big data membuat layanan ekonomi Islam menjadi lebih cepat, terbuka, dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

Menurut para peneliti, digitalisasi membuka peluang besar untuk memperkuat kepercayaan publik sekaligus meningkatkan dampak sosial dari ekonomi syariah.

Metode Penelitian: Analisis 10 Studi Selama Satu Dekade

Penelitian ini menggunakan metode meta-analisis dengan menelaah 10 artikel jurnal nasional dan internasional yang terbit pada periode 2015–2025.

Studi-studi tersebut membahas transformasi digital dalam berbagai sektor, antara lain:

  • Perbankan dan keuangan syariah
  • Pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS)
  • Fintech syariah
  • Manajemen masjid berbasis usaha sosial
  • Kawasan industri halal

Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan kajian sistematis terhadap hasil-hasil penelitian sebelumnya. Setiap artikel dianalisis untuk menemukan pola, manfaat, serta tantangan digitalisasi dalam ekonomi Islam.

Pendekatan ini memungkinkan peneliti menyusun kesimpulan yang komprehensif berdasarkan bukti ilmiah selama sepuluh tahun.

Temuan Utama: Teknologi Menguatkan Distribusi Kesejahteraan

Hasil analisis menunjukkan bahwa transformasi digital memberikan dampak nyata dalam mempercepat pemerataan kesejahteraan.

1. Memperluas Inklusi Keuangan

Layanan perbankan digital, aplikasi fintech, dan platform pembayaran syariah memudahkan masyarakat mengakses layanan keuangan.

Kelompok yang sebelumnya sulit menjangkau bank, seperti pelaku UMKM, petani, dan pekerja informal, kini dapat membuka rekening, mengajukan pembiayaan, dan melakukan transaksi melalui ponsel.

Penelitian ini menegaskan bahwa inklusi keuangan menjadi kontribusi terbesar digitalisasi terhadap kesejahteraan sosial.

2. Meningkatkan Efektivitas Pengelolaan Zakat

Digitalisasi zakat mengubah cara pengumpulan dan penyaluran ZIS. Sistem pembayaran daring, basis data penerima, serta laporan digital membuat pengelolaan dana menjadi lebih transparan dan tepat sasaran.

Lembaga seperti BAZNAS memanfaatkan teknologi untuk mempercepat distribusi bantuan dan meningkatkan akuntabilitas. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan mustahik.

Zakat digital dinilai sebagai salah satu instrumen paling efektif dalam pengentasan kemiskinan berbasis syariah.

3. Memberdayakan Masyarakat Melalui Masjid

Masjid kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi melalui konsep Islamic Social Enterprise.

Dengan dukungan platform digital, masjid dapat mengelola usaha produktif, donasi daring, dan program sosial secara profesional. Pendekatan ini mengurangi ketergantungan pada donasi konvensional dan memperkuat kemandirian ekonomi umat.

Penelitian menunjukkan bahwa masjid berbasis digital berperan strategis dalam memperkuat kesejahteraan di tingkat akar rumput.

4. Meningkatkan Daya Saing Industri Halal

Di sektor industri halal, pemanfaatan blockchain, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan meningkatkan efisiensi dan transparansi rantai pasok.

Teknologi ini membantu menjaga kehalalan produk, mengurangi risiko kecurangan, serta memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Dampaknya terlihat pada peningkatan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Digitalisasi membuat industri halal lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meski potensinya besar, penelitian ini juga mencatat sejumlah hambatan serius.

Ketidakpastian Regulasi

Beberapa teknologi baru, seperti blockchain dan AI, belum memiliki kerangka regulasi syariah yang jelas. Hal ini menimbulkan keraguan bagi pelaku usaha dan investor.

Rendahnya Literasi Digital dan Keuangan Syariah

Di banyak daerah, masyarakat masih memiliki keterbatasan dalam memahami teknologi dan produk keuangan syariah. Kondisi ini menghambat pemanfaatan layanan digital.

Kesenjangan Infrastruktur

Akses internet dan perangkat teknologi belum merata, terutama di wilayah terpencil.

Risiko Keamanan Siber

Meningkatnya transaksi digital juga meningkatkan risiko kebocoran data dan penipuan. Sistem keamanan yang lemah dapat merusak kepercayaan publik.

Peneliti menegaskan bahwa tantangan-tantangan ini harus diatasi agar transformasi digital berjalan berkelanjutan.

Dampak bagi Kebijakan dan Masyarakat

Hasil penelitian ini memberikan sejumlah implikasi penting.

Bagi Pemerintah

Pemerintah perlu menyusun regulasi adaptif yang mampu menyeimbangkan inovasi, kepatuhan syariah, dan perlindungan konsumen.

Bagi Lembaga Keuangan Syariah

Bank dan fintech syariah didorong untuk memperkuat sistem keamanan, edukasi pengguna, dan desain produk yang inklusif.

Bagi Lembaga Filantropi

Lembaga zakat dan wakaf perlu meningkatkan transparansi digital, pengelolaan data, dan komunikasi dengan donatur.

Bagi Masyarakat

Akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan syariah membantu rumah tangga mengelola keuangan, berinvestasi, dan mengurangi kerentanan ekonomi.

Pandangan Peneliti

Marlina Ekawaty dan Mochammad Rizki Hanafiansyah menekankan bahwa transformasi digital harus berjalan seiring dengan tata kelola yang baik dan nilai-nilai Islam.

Menurut mereka, teknologi hanya akan berdampak optimal jika didukung regulasi yang kuat, literasi masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor.

“Transformasi digital harus selaras dengan prinsip syariah dan akuntabilitas publik agar benar-benar mendukung kesejahteraan jangka panjang,” tulis para peneliti.

Mereka juga mendorong kerja sama antara pemerintah, lembaga keuangan, akademisi, dan otoritas keagamaan.

Profil Singkat Penulis

  • Marlina Ekawaty, S.E., M.Si., Ph.D. - Universitas Brawijaya
  • Mochammad Rizki Hanafiansyah, S.E., M.E. - Universitas Brawijaya

Sumber Penelitian

Marlina,Hanafiansyah. Digital Transformation of the Islamic Economy and the Acceleration of Equitable Prosperity: A Meta-Analysis from Indonesia
International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE)Volume 5, Nomor 1, 2026, Halaman 421–436
DOI:
https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i1.591                                                                                      URL: https://nblformosapublisher.org/index.php/ijbae


Posting Komentar

0 Komentar