Studi tentang Daya Saing Usaha Berbasis Kelompok di 'Desa Mandiri Anggur Merah' di Pulau Sumba, Provinsi Nusa Tenggara Timur


Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Sumba - Peternakan dan Tanaman Pangan Jadi Kunci Daya Saing Usaha Desa di Pulau Sumba. Penelitian yang dilakukan oleh Christiana Wahyuningrum dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Oemathonis Kupang, bersama Thomas Ola Langoday dari STIE Oemathonis Kupang, Marius Masri dan M. E. Perseveranda dari Universitas Katolik Widya Mandira, serta Agustina Sadri Yathy Lay dari STIE Oemathonis Kupang dalam artikel ilmiah yang terbit di Asian Journal of Management Analytics (AJMA) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026. Penelitian ini menyoroti bahwa keberhasilan ekonomi desa tidak semata ditentukan oleh besarnya dana bantuan, melainkan oleh kesesuaian jenis usaha dengan potensi lokal dan karakter wilayah.

Penelitian yang dilakukan oleh Christiana Wahyuningrum dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Oemathonis Kupangbersama Thomas Ola Langoday dari STIE Oemathonis Kupang, Marius Masri dan M. E. Perseveranda dari Universitas Katolik Widya Mandiraserta Agustina Sadri Yathy Lay dari STIE Oemathonis Kupang menyoroti bahwa Usaha yang tepat sasaran terbukti lebih mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. 

Program Desa Mandiri Anggur Merah dan Realitas di Lapangan

Program Desa Mandiri Anggur Merah merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan pendapatan masyarakat desa. Melalui program ini, setiap desa memperoleh dana sekitar Rp250 juta untuk mengembangkan usaha produktif berbasis kelompok.

 

Di Pulau Sumba, program ini dilaksanakan secara luas pada periode 2011–2013, mencakup ratusan desa dan ribuan kelompok usaha. Jenis usaha yang dikembangkan sangat beragam, mulai dari peternakan, pertanian, perikanan, koperasi, industri kecil, hingga perdagangan.

Namun, penelitian ini menemukan bahwa banyak kelompok usaha dibentuk tanpa analisis mendalam terhadap potensi sumber daya lokal maupun kebutuhan pasar. Akibatnya, sebagian usaha berjalan stagnan dan tidak mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.

 

Cara Penelitian Mengukur Daya Saing Usaha Desa


Untuk mengidentifikasi usaha yang benar-benar kompetitif, para peneliti melakukan pemetaan kelompok usaha di empat kabupaten di Pulau Sumba, yakni Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat, dan Sumba Barat Daya.


Daya saing dianalisis dengan membandingkan:

  • Jumlah dan konsentrasi kelompok usaha per sektor.
  • Keunggulan komparatif masing-masing wilayah.
  • Pola pertumbuhan usaha antarwilayah.
  • Kemampuan usaha bertahan dan berkembang di pasar.

Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat secara objektif sektor mana yang memiliki peluang terbesar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi desa.

 

Peternakan Jadi Sektor Paling Kompetitif


Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor peternakan menjadi tulang punggung daya saing ekonomi desa di Pulau Sumba. Jumlah kelompok usaha peternakan jauh lebih dominan dibandingkan sektor lainnya.


Data menunjukkan:

  • Sumba Timur memiliki kelompok peternakan terbanyak, mencapai 203 kelompok pada 2012
  • Sumba Barat Daya menyusul dengan 94 kelompok
  • Sumba Barat dan Sumba Tengah masing-masing hanya memiliki 44 dan 22 kelompok

Dari sisi komoditas, ternak sapi menjadi unggulan utama di Sumba Timur karena nilai ekonominya tinggi dan didukung oleh ketersediaan lahan. Sementara itu, ternak babi menjadi komoditas paling kompetitif di Sumba Barat Daya karena siklus produksinya lebih singkat dan mampu menghasilkan pendapatan lebih cepat bagi rumah tangga desa.


Implikasi bagi Kebijakan Pembangunan Desa

Penelitian ini memberikan pesan kuat bagi pembuat kebijakan bahwa program pemberdayaan ekonomi desa akan lebih efektif jika:

  • Berbasis pada potensi lokal nyata.
  • Mendorong kolaborasi antarkelompok usaha.
  • Berorientasi pada penciptaan nilai tambah.
  • Didukung akses pasar dan penguatan kelembagaan.

Tanpa arah yang jelas, usaha desa berisiko tetap kecil, terfragmentasi, dan rentan terhadap perubahan ekonomi.


Profil Penulis

Christiana Wahyuningrum, S.E.
Dosen Program Studi Akuntansi, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Oemathonis Kupang.
Bidang Keahlian: Pengembangan usaha desa dan ekonomi berbasis komunitas.

Thomas Ola Langoday, S.E., M.M.
Dosen Program Studi Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Oemathonis Kupang.
Bidang Keahlian: daya saing usaha, pembangunan wilayah, dan kebijakan publik.

Marius Masri, S.E., M.E.
Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Katolik Widya Mandira.
Bidang Keahlian: Aktif meneliti isu kemiskinan dan pembangunan daerah.

M. E. Perseveranda, S.E., M.E.
Akademisi Ekonomi Pembangunan, Universitas Katolik Widya Mandira.
Bidang Keahlian: pertumbuhan wilayah dan klaster industri.


Agustina Sadri Yathy Lay, S.E., M.M.

Dosen Program Studi Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Oemathonis Kupang,
Bidang keahlian: pengembangan UMKM dan pemberdayaan masyarakat.


Sumber Penelitian

Christiana Wahyuningrum, Thomas Ola Langoday, Marius Masri, Perseveranda, Agustina Sadri Yathy Lay. A Study on the Competitiveness of Group-Based Enterprises in “Desa Mandiri Anggur Merah” on Sumba Island, East Nusa Tenggara ProvinceAsian Journal of Management Analytics, Vol. 5 No. 1, hlm. 197–216. 2026

DOI: https://doi.org/10.55927/ajma.v5i1.16174   

URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajma  


Posting Komentar

0 Komentar