Marigold Bunga Kuning Dinilai Potensial Gantikan Antibiotik Pakan Unggas
Peneliti dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Ratu Samban, dan Universitas Bengkulu melaporkan bahwa bunga marigold (Tagetes erecta L.) memiliki potensi kuat sebagai bahan tambahan pakan unggas alami yang aman dan berkelanjutan. Temuan ini dipublikasikan pada 2026 di International Journal of Integrative Sciences (IJIS) dan menjadi relevan di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap penggunaan antibiotik sintetis dalam industri peternakan unggas.
Riset ini dilakukan oleh Wimalinda Rita, Edi Susilo, Hesti Pujiwati, Rita Zurina, dan Isnin Kurnia Safitri. Tim peneliti menelusuri kandungan senyawa bioaktif dalam empat aksesi marigold lokal menggunakan analisis Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa aksesi marigold menyimpan kombinasi senyawa antioksidan, antimikroba, dan pendukung metabolisme yang berpotensi menggantikan antibiotik pemacu pertumbuhan pada unggas.
Mengapa Pakan Alami Menjadi Isu Penting
Industri perunggasan modern selama puluhan tahun bergantung pada antibiotik pemacu pertumbuhan untuk meningkatkan efisiensi pakan dan mencegah penyakit. Namun, praktik ini menimbulkan masalah serius, mulai dari resistensi antimikroba, residu antibiotik pada daging dan telur, hingga dampak lingkungan.
Sejalan dengan kebijakan global dan kesadaran konsumen, para peneliti dan pelaku industri kini mencari alternatif alami yang aman, efektif, dan berkelanjutan. Di sinilah fitobiotik, yaitu bahan tambahan pakan berbasis tanaman, mulai mendapat perhatian luas. Marigold, tanaman hias yang mudah tumbuh di Indonesia, termasuk salah satu kandidat kuat.
Bagaimana Penelitian Dilakukan
Tim peneliti menganalisis empat aksesi marigold, yaitu WRN6, WRSJ, WRSI2, dan WRDP. Bunga marigold dikeringkan, diekstraksi menggunakan metanol, lalu dianalisis dengan GC-MS untuk mengidentifikasi senyawa volatil dan semi-volatil.
Pendekatan ini memungkinkan peneliti membandingkan profil kimia setiap aksesi secara rinci. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif, komparatif, dan diperkuat dengan analisis statistik multivariat untuk melihat perbedaan dan kemiripan antaraksesi.
Temuan Utama Penelitian
Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh aksesi marigold mengandung senyawa bioaktif, tetapi dengan komposisi dan dominasi yang berbeda. Senyawa utama yang ditemukan meliputi:
1. Asam lemak fungsional seperti asam palmitat, oleat, dan linoleat
2. Vitamin E (tokoferol) sebagai antioksidan alami
3. Fitosterol seperti sitosterol dan stigmasterol
4. Triterpenoid seperti α-amyrin dan β-amyrin
5. Karotenoid, termasuk lutein
6. Senyawa sulfur bioaktif dengan potensi antimikroba
Dari keempat aksesi, WRSI2 dinilai paling unggul karena memiliki komposisi paling seimbang antara antioksidan, triterpenoid, dan asam lemak fungsional. Aksesi WRN6 menonjol sebagai sumber antioksidan dan antimikroba, sementara WRDP berpotensi mendukung metabolisme energi dan efisiensi pakan. Aksesi WRSJ menunjukkan aktivitas bioaktif yang lebih moderat.
Dampak Nyata bagi Industri Unggas
Temuan ini memberikan dasar ilmiah bahwa pemilihan aksesi tanaman sangat penting dalam pengembangan pakan alami. Tidak semua marigold memiliki efektivitas yang sama, dan seleksi berbasis profil senyawa bioaktif dapat meningkatkan konsistensi serta manfaat fitobiotik.
Bagi peternak dan industri pakan, marigold berpotensi:
1. Mengurangi ketergantungan pada antibiotik sintetis
2. Mendukung kesehatan pencernaan dan sistem imun unggas
3. Meningkatkan kualitas produk, seperti warna kuning telur dan kulit ayam
4. Menjawab tuntutan pasar akan produk unggas yang lebih aman dan ramah lingkungan
Bagi pembuat kebijakan, riset ini memperkuat argumen untuk mendorong pemanfaatan sumber daya hayati lokal sebagai bagian dari sistem peternakan berkelanjutan.
Perspektif Peneliti
Menurut Edi Susilo dari Universitas Ratu Samban, pemilihan aksesi berbasis data kimia merupakan langkah strategis. Ia dan tim menekankan bahwa pendekatan ini memberi “dasar ilmiah yang kuat untuk mengembangkan fitobiotik unggas yang aman, efektif, dan berkelanjutan,” sekaligus membuka peluang standarisasi bahan baku pakan alami di masa depan.
Profil Singkat Penulis
Wimalinda Rita, M.Sc. Universitas Muhammadiyah Bengkulu,
Edi Susilo, M.P. Universitas Ratu Samban,
Hesti Pujiwati, M.Si. Universitas Bengkulu,
Rita Zurina, M.P. Universitas Muhammadiyah Bengkulu,
0 Komentar