Perhitungan Biaya Bersama Kopi Bubuk PT. Fortuna Inti Alam Dinilai Lebih Akurat dengan Absorption Costing


Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Manado - Analisis Joint Cost untuk perhitungan Harga Pokok Produksi dengan Pendekatan Absorption Cost pada PT. Fortuna Inti Alam. Penelitian yang dilakukan oleh Rilly Keysia Salaki, Victoria Tirayoh dan Diaba Lintong  dari Universitas Sam Ratulangi dalam artikel ilmiah yang terbit di Asian Formosa Journal of Applied Sciences. (FJAS) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 menyoroti bahwa bagaimana biaya bersama (Joint Cost) dialokasikan untuk menghitung harga pokok produksi kopi bubuk di PT Fortuna Inti Alam, perusahaan pengolahan kopi di Sulawesi Utara.

Penelitian yang dilakukan oleh Rilly Keysia Salaki, Victoria Tirayoh dan Diaba Lintong  dari Universitas Sam Ratulangi menyoroti untuk memberikan acuan praktis bagi industri manufaktur multi-produk dalam menentukan biaya produksi yang akurat dan transparan.

Tantangan Menghitung Biaya Produksi Kopi
Dalam industri pengolahan kopi, satu rangkaian proses mulai dari penyangraian, penggilingan, hingga kopi menjadi bubuk sering menghasilkan lebih dari satu produk akhir. Kondisi ini membuat biaya seperti bahan baku, listrik, tenaga kerja, dan penyusutan mesin “melebur” menjadi satu.

Menurut tim peneliti Universitas Sam Ratulangi, banyak perusahaan masih mencampuradukkan biaya produksi sebelum dan sesudah tahap pemisahan produk (split-off point). Akibatnya, harga pokok produksi tidak mencerminkan biaya riil yang dikorbankan perusahaan.

Pendekatan Absorption Costing
Penelitian ini menggunakan pendekatan absorption costing. Metode ini membebankan seluruh biaya produksi, baik yang bersifat variabel maupun tetap, ke dalam harga pokok produk. Dengan kata lain, tidak ada biaya produksi yang “disisihkan” sebagai biaya periode.

Studi ini bersifat kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di perusahaan, wawancara dengan pihak terkait, serta dokumentasi laporan biaya produksi. Lokasi penelitian berada di PT Fortuna Inti Alam, Desa Maumbi, Kabupaten Minahasa Utara, dan dilaksanakan sejak Juli 2025 hingga analisis selesai.

Angka Penting dari Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama tiga bulan produksi (Oktober–Desember 2024), PT Fortuna Inti Alam mengeluarkan total biaya bersama sebesar Rp347.132.000. Biaya ini mencakup:

  • Biaya bahan baku kopi: Rp237.150.000
  • Biaya tenaga kerja langsung: Rp75.000.000
  • Biaya overhead pabrik terkait proses awal (listrik, perbaikan mesin, penyusutan): Rp34.982.000

Dari biaya tersebut, perusahaan menghasilkan 9.300 kilogram kopi bubuk. Dengan pembagian sederhana namun konsisten, harga pokok produksi yang diperoleh adalah: Rp37.326 per kilogram kopi bubuk.

Produksi kemudian dibagi ke dua produk:

  • Formula-1: 7.440 kg (80% produksi)
  • Fortorang: 1.860 kg (20% produksi)

Karena menggunakan pendekatan absorption costing, kedua produk memperoleh harga pokok per kilogram yang sama, yakni Rp37.326. Ketika dikonversi ke kemasan 600 gram, harga pokok produksi per kemasan menjadi Rp22.396, baik untuk Formula-1 maupun Fortorang.

Dampak bagi Dunia Usaha dan Pendidikan
Studi kasus PT Fortuna Inti Alam memberikan contoh konkret bagi UMKM dan industri pengolahan kopi yang menghadapi persoalan serupa. Hal ini membuka peluang bagi pelaku usaha di daerah untuk meningkatkan akurasi perhitungan biaya.

Di sisi akademik, penelitian ini memperkaya kajian akuntansi biaya, khususnya terkait joint cost dengan pendekatan absorption costing di industri kopi, yang selama ini masih jarang diteliti di Sulawesi Utara.

Profil Penulis
  • Rilly Keysia Salaki, S.E. Dosen dan peneliti di Universitas Sam Ratulangi.
    Keahlian di bidang: akuntansi biaya dan akuntansi manajemen.
  • Victorina Tirayoh, S.E., M.Si. Akademisi Universitas Sam Ratulangi
    Bidang Keahlian: akuntansi keuangan dan manajerial.
  • Diana Lintong, S.E., M.Si. Dosen Universitas Sam Ratulangi
    Bidang Keahlian: meneliti pengendalian biaya dan pelaporan keuangan.

Sumber Penelitian
Salaki, R. K., Tirayoh, V., & Lintong, D. (2026). Joint Cost Analysis for Calculating Production Cost Using the Absorption Cost Approach at PT Fortuna Inti AlamFormosa Journal of Applied Sciences (FJAS), Vol. 5 No. 1, 213–232. 
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i1.552                                                                                              URL: https://srhformosapublisher.org/index.php/fjas

Posting Komentar

0 Komentar