Peran Niat Beli dalam Memediasi Pengaruh Lokasi dan Kualitas Layanan terhadap Keputusan Pembelian pada UMKM di Kota Probolinggo

 Ilustrasi by AI

Lokasi Strategis dan Layanan Berkualitas Terbukti Tingkatkan Keputusan Belanja Produk UMKM

Sebuah riset terbaru menunjukkan bahwa lokasi usaha yang strategis dan kualitas pelayanan yang baik berperan besar dalam mendorong konsumen membeli produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Studi ini ditulis oleh Bintang Rafi Ghoniyyu dan Amirullah dari Program Studi Manajemen dan Magister Manajemen Universitas Panca Marga, serta dipublikasikan pada 2026. Temuan ini penting karena memberikan panduan praktis bagi pengelola pusat promosi produk lokal untuk meningkatkan daya saing UMKM di tengah pasar yang semakin kompetitif. 

Penelitian dilakukan pada konsumen yang berbelanja di Dekranasda di bawah Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Kota Probolinggo. Fokus utamanya adalah memahami bagaimana lokasi dan kualitas layanan memengaruhi keputusan pembelian, serta bagaimana minat beli berperan sebagai jembatan antara keduanya. 


Mengapa Faktor Lokasi dan Layanan Menjadi Krusial?

Perilaku konsumen tidak pernah lepas dari proses mempertimbangkan berbagai alternatif sebelum memutuskan membeli. Faktor seperti kepribadian, pendapatan, hingga gaya hidup turut memengaruhi keputusan tersebut. Namun dalam konteks pemasaran modern, pemahaman mendalam tentang perilaku konsumen menjadi kunci keberlanjutan bisnis. 

Lokasi usaha, misalnya, sering menjadi pertimbangan pertama. Tempat yang mudah diakses, dekat fasilitas publik, dan berada di area ramai cenderung lebih menarik bagi calon pembeli. Selain itu, kualitas layanan juga berperan penting karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan kepuasan pelanggan. Konsumen yang merasakan pelayanan cepat, ramah, dan profesional lebih mungkin melakukan pembelian ulang. 

Di sisi lain, minat beli muncul ketika konsumen menilai manfaat produk lebih besar dibandingkan pengorbanan yang harus dikeluarkan. Ketika persepsi ini terbentuk, motivasi untuk membeli meningkat secara signifikan. 


Metodologi: Survei Konsumen dengan Analisis Statistik Modern

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori untuk menguji hubungan sebab-akibat antarvariabel. Sebanyak 97 responden yang pernah berbelanja di Dekranasda menjadi sampel penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. 

Metode ini memungkinkan peneliti mengukur pengaruh langsung maupun tidak langsung antara lokasi, kualitas pelayanan, minat beli, dan keputusan pembelian secara lebih akurat. 


Temuan Utama Penelitian

Hasil analisis menunjukkan seluruh hipotesis penelitian diterima. Artinya, setiap variabel yang diuji terbukti memiliki hubungan signifikan.

Beberapa temuan penting antara lain:

  • Lokasi → Minat beli: berpengaruh positif dengan nilai statistik signifikan (T = 3,236; p = 0,001). 
  • Kualitas layanan → Minat beli: memiliki pengaruh lebih kuat (T = 4,808; p < 0,001). 
  • Lokasi → Keputusan pembelian: menunjukkan efek langsung yang tinggi (T = 4,212). 
  • Kualitas layanan → Keputusan pembelian: juga signifikan (T = 2,509). 
  • Minat beli → Keputusan pembelian: terbukti menjadi faktor penentu (T = 2,609). 

Lebih jauh, minat beli terbukti memediasi pengaruh lokasi dan kualitas layanan terhadap keputusan pembelian. Dengan kata lain, lokasi yang baik dan pelayanan berkualitas terlebih dahulu meningkatkan ketertarikan konsumen sebelum akhirnya mendorong transaksi. 


Apa Maknanya bagi Pengembangan UMKM?

Peneliti menegaskan bahwa lokasi strategis meningkatkan ketersediaan produk, kemudahan akses, serta eksposur terhadap promosi. Hal ini terutama terlihat pada konsumen perkotaan yang lebih terbiasa dengan pilihan produk beragam dan inovatif. 

Sementara itu, kualitas layanan memperkuat kepercayaan dan kepuasan pelanggan. Konsumen yang menerima pelayanan responsif dan efisien cenderung merekomendasikan produk kepada orang lain serta melakukan pembelian ulang. 

Ghoniyyu dan Amirullah menjelaskan bahwa pengalaman layanan positif—baik di toko fisik maupun kanal digital—dapat menentukan preferensi konsumen terhadap suatu penyedia produk. 

Temuan ini juga menegaskan bahwa strategi pemasaran tidak cukup hanya mengandalkan produk. Pengelola pusat UMKM perlu memperhatikan pengalaman pelanggan secara menyeluruh, mulai dari akses lokasi hingga interaksi layanan.


Dampak Praktis bagi Pengelola dan Pembuat Kebijakan

Penelitian ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain:

  • Menyediakan fasilitas yang lebih luas untuk pelatihan, produksi, hingga showroom produk lokal.
  • Meningkatkan responsivitas pegawai melalui pendekatan “3S” — senyum, sapa, dan salam.
  • Mengoptimalkan website sebagai etalase digital lengkap dengan katalog dan layanan pemesanan.
  • Menyampaikan informasi produk secara faktual untuk membangun citra positif tanpa klaim berlebihan. 

Jika diterapkan, langkah-langkah tersebut berpotensi memperluas pasar produk lokal, meningkatkan ekonomi masyarakat, sekaligus membantu pelestarian budaya melalui kerajinan daerah. 


Profil Singkat Penulis

Bintang Rafi Ghoniyyu merupakan akademisi di Program Studi Manajemen Universitas Panca Marga dengan fokus pada perilaku konsumen dan pemasaran.

Amirullah, dosen Magister Manajemen Universitas Panca Marga sekaligus penulis korespondensi, memiliki keahlian di bidang manajemen dan pengambilan keputusan konsumen. 


Sumber Penelitian

Ghoniyyu, Bintang Rafi & Amirullah. The Role of Purchase Intention in Mediating the Influence of Location and Service Quality on Purchase Decisions in MSMEs in Probolinggo City. International Journal of Global Sustainable Research (IJGSR), Vol. 4 No. 1, 2026, hlm. 149–16

Posting Komentar

0 Komentar