Blitar— UMKM Jenang Blitar Perkuat Pemasaran
Digital Lewat Storytelling Produk Berbasis Kearifan Lokal. Program pengabdian
Masyarakat yang dilakukan oleh Evita Novilia, Gleydis Harwida, Yaoma Tertibi,
Hana Athia Akhzalini, Nur Hasan, dan Yesy Amhelya yang dipublikasikan pada
januari 2026 di Bestari Community Service Journal (JPMB).
Tim
yang terdiri dari Evita Novilia, Gleydis Harwida, Yaoma Tertibi, Hana Athia
Akhzalini, Nur Hasan, dan Yesy Amhelya melatih pelaku usaha mengangkat
cerita budaya di balik produk sebagai materi promosi digital. Hasilnya penting
karena pelaku UMKM kini memiliki identitas merek yang lebih jelas, konten
promosi yang lebih menarik, serta kepercayaan diri untuk menjangkau konsumen
daring.
Tim pengabdian melihat potensi besar pada storytelling produk berbasis kearifan lokal. Dalam pemasaran modern, cerita tidak sekadar pelengkap, tetapi jembatan emosional antara produk dan konsumen. Untuk makanan tradisional seperti jenang, kisah tentang warisan keluarga, proses produksi, bahan lokal, hingga makna budaya bisa menjadi pembeda yang kuat sekaligus menjaga identitas lokal tetap hidup.
Temuan
Utama
Program
menghasilkan sejumlah capaian penting:
- Kemampuan
bercerita meningkat:
Peserta mampu menyusun kisah produk yang otentik, berbasis sejarah usaha
dan nilai lokal.
- Konten
promosi lebih menarik:
Foto, video, dan teks promosi menjadi lebih rapi, konsisten, dan sesuai
identitas merek.
- Kepercayaan
diri bertambah:
Pelaku UMKM lebih siap memasarkan produk melalui media sosial dan
komunikasi langsung.
- Aset
digital siap pakai:
UMKM kini memiliki stok konten visual dan naratif untuk promosi
berkelanjutan.
Hasil
ini menunjukkan pelatihan storytelling dapat langsung meningkatkan kesiapan
digital UMKM.
Implikasi
dan Dampak
Bagi
UMKM, persaingan digital menuntut lebih dari sekadar kualitas produk. Konsumen
modern tertarik pada makna di balik produk. Dengan menampilkan kisah budaya
jenang—resep tradisional, bahan lokal, dan peran dalam kehidupan
masyarakat—UMKM membangun kedekatan emosional dengan konsumen. Pendekatan ini
juga mendukung pelestarian budaya karena nilai tradisi diangkat sebagai
kekuatan ekonomi.
Evita
Novilia dari Universitas Nahdlatul Ulama Blitar menegaskan bahwa storytelling
membuat pelaku usaha “mengkomunikasikan identitas, bukan sekadar menjual
barang.” Tim peneliti melihat bahwa penyelarasan narasi produk dengan kearifan
lokal membantu UMKM tampil lebih autentik sekaligus kompetitif.
Dampak
Lebih Luas
Kegiatan
ini memperlihatkan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung ekonomi
lokal melalui transfer pengetahuan praktis. Peningkatan kemampuan pemasaran
membuka peluang pasar lebih luas, pendapatan lebih stabil, dan keberlanjutan
usaha jangka panjang. Model pelatihan dan pendampingan ini dapat direplikasi
pada UMKM pangan tradisional lain maupun produk budaya.
Bagi
pembuat kebijakan, temuan ini menegaskan pentingnya penguatan sumber daya
manusia di bidang komunikasi digital untuk UMKM berbasis warisan budaya. Bagi
dunia pendidikan, kegiatan ini memperlihatkan kolaborasi antara literasi budaya
dan kewirausahaan. Bagi pelaku usaha, hasilnya menegaskan bahwa cerita autentik
adalah strategi pemasaran yang efektif.
Profil
Penulis
- Evita
Novilia, M.Pd. –
Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
- Gleydis
Harwida, M.M. – Dosen
Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
- Yaoma Tertibi, M.Pd. – Akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
- Hana Athia Akhzalini, M.M. – Dosen Universitas Islam Balitar Blitar
- Nur Hasan, M.Pd. – Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
- Yesy Amhelya, M.M. – Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
Sumber
Novilia, E., Harwida, G., Tertibi, Y.,
Akhzalini, H.A., Hasan, N., & Amhelya, Y. “Strengthening Human Resources
in Jenang Blitar MSME through Product Storytelling Based on Local Wisdom.”
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari
(JPMB), Vol. 5 No. 1,
2026, hlm. 63–70.
DOI:
https://doi.org/10.55927/jpmb.v5i1.589
URL resmi: https://nblformosapublisher.org/index.php/jpmb
.png)
0 Komentar