Pengaruh Pengungkapan ESG, Struktur Modal, dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan dengan Umur Perusahaan sebagai Variabel Moderasi (Studi pada IDX ESG Leaders Tahun 2020–2024)

Ilustrasi by AI

Bandung, Jawa Barat— Pengaruh Pengungkapan ESG, Struktur Modal, dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan dengan Umur Perusahaan sebagai Variabel Moderasi (Studi pada IDX ESG Leaders Tahun 2020–2024). Penelitian ini dilakukan oleh Ridha Annas Fat-h Sabila dan Desmiza dari Universitas Jenderal Achmad Yani dalam artikel ilmiah yang terbit di East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) pada 2026.

Penelitian yang dilakukan oleh Ridha Annas Fat-h Sabila dan Desmiza mengungkapkan bahwa pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) serta tingginya penggunaan utang belum tentu meningkatkan nilai perusahaan di mata investor. Justru, dalam sejumlah kasus, keduanya berkorelasi negatif terhadap nilai perusahaan yang diukur menggunakan rasio Tobin’s Q.

ESG Populer, Tapi Pasar Belum Sepenuhnya Menghargai

Dalam beberapa tahun terakhir, investasi berbasis ESG berkembang pesat seiring meningkatnya jumlah investor di pasar modal Indonesia. IDX ESG Leaders bahkan mencatat kinerja indeks yang relatif unggul dibanding indeks ESG lainnya.

Namun, data penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara performa ESG dan penilaian pasar. Meski ESG disclosure meningkat, nilai perusahaan tidak otomatis ikut naik.

Penelitian ini menganalisis 12 perusahaan yang secara konsisten terdaftar dalam IDX ESG Leaders selama 2020–2024. Data diperoleh dari laporan keuangan dan sustainability report perusahaan, lalu dianalisis menggunakan regresi data panel dan Moderated Regression Analysis (MRA).

Tiga Temuan Utama Penelitian

Berdasarkan hasil analisis, terdapat beberapa temuan penting:

  1. ESG disclosure berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan (Tobin’s Q).
    Investor dinilai belum sepenuhnya melihat ESG sebagai faktor yang langsung meningkatkan valuasi pasar.
  2. Struktur modal berbasis utang (Debt-to-Equity Ratio/DER) juga berdampak negatif.
    Rata-rata DER perusahaan dalam sampel mencapai 260,1 persen, menunjukkan ketergantungan tinggi pada utang dan meningkatkan persepsi risiko finansial.
  3. Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.
    Perusahaan dengan total aset besar—rata-rata Rp506,64 triliun—dipandang lebih stabil dan terpercaya oleh investor.

Umur Perusahaan Tidak Jadi Penentu

Penelitian ini juga menguji apakah umur perusahaan memperkuat hubungan antara ESG, struktur modal, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan. Hasilnya menunjukkan bahwa umur perusahaan justru melemahkan pengaruh ketiga variabel tersebut.

Artinya, investor di pasar modal Indonesia lebih fokus pada kinerja aktual dan prospek jangka panjang dibandingkan lamanya perusahaan berdiri.Perusahaan yang sudah berusia puluhan tahun tidak otomatis mendapatkan penilaian lebih tinggi jika kinerja finansial dan manajemen risikonya tidak optimal.

Mengapa ESG Dinilai Negatif?

Menurut peneliti, kondisi ini dapat terjadi karena ESG disclosure belum dilakukan secara komprehensif dan belum mampu menunjukkan manfaat ekonomi jangka panjang secara jelas kepada investor.

Biaya implementasi ESG dianggap sebagai beban jika tidak diimbangi dengan peningkatan kinerja atau komunikasi yang efektif kepada pasar. Investor masih memprioritaskan stabilitas keuangan, efisiensi operasional, dan pengelolaan risiko.Dengan kata lain, ESG belum sepenuhnya menjadi faktor utama dalam pembentukan nilai perusahaan di Indonesia, khususnya pada periode penelitian 2020–2024.

Implikasi bagi Dunia Usaha dan Investor

Hasil studi ini memberikan beberapa pesan strategis:

  •    Perusahaan perlu meningkatkan kualitas dan transparansi pengungkapan ESG agar manfaat jangka panjangnya dapat dipahami investor.
  • Manajemen struktur modal harus dijaga agar tidak terlalu agresif dalam penggunaan utang.
  •  Ukuran aset dan stabilitas operasional tetap menjadi faktor kunci dalam membangun kepercayaan pasar.
  •  Investor sebaiknya tidak hanya melihat label ESG, tetapi juga mengevaluasi risiko utang dan efisiensi pengelolaan aset.

Penelitian ini memperkuat pandangan bahwa nilai perusahaan di pasar modal Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh faktor fundamental tradisional dibandingkan indikator keberlanjutan formal.

Profil Penulis

        Ridha Annas Fat-h Sabila – Universitas Jenderal Achmad Yani.

        Desmiza – Universitas Jenderal Achmad Yani.

Sumber Penelitian

Sabila, R. A. F., & Desmiza. (2026). The Influence of ESG Disclosure, Capital Structure, and Firm Size on Firm Value with Firm Age as a Moderating Variable (Study on IDX ESG Leaders in 2020–2024).

East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR), Vol. 5 No. 2, hlm. 351–370.

DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i2.3

URL Resmi: https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr


Posting Komentar

0 Komentar