Latar Belakang: Produktivitas Naik, Tekanan
Kerja Menguat
Secara nasional, produktivitas tenaga kerja
Indonesia menunjukkan tren membaik. Namun, capaian makro tersebut tidak selalu
dirasakan merata di tingkat lapangan. Pada sektor jasa yang mengandalkan
kesiapsiagaan tim, karyawan kerap menghadapi beban fisik dan mental lebih
tinggi dibanding pekerja kantoran. Ketika target layanan meningkat tanpa
diimbangi pengaturan kerja yang adil, risiko kelelahan dan stres ikut naik dan
pada akhirnya menekan kepuasan kerja.
Di CV. Jaya Mandiri Tinja Gresik, dinamika ini
terlihat jelas. Jumlah karyawan menurun, sementara permintaan layanan
fluktuatif memicu jam kerja panjang dan lembur. Keluhan kelelahan dan tekanan
kerja muncul, berpotensi berdampak pada kualitas layanan. Kondisi inilah yang
mendorong peneliti menelaah tiga faktor kunci yang paling dekat dengan
pengalaman kerja harian: kesejahteraan karyawan, stres kerja, dan
beban kerja.
Metode Singkat dan Mudah Dipahami
Penelitian melibatkan 57 karyawan divisi
pemasaran seluruh populasi yang ada sehingga gambaran yang diperoleh
mencerminkan kondisi nyata di unit tersebut. Data dikumpulkan melalui kuesioner
berskala penilaian sederhana, lalu dianalisis untuk melihat hubungan dan
pengaruh antar faktor. Pendekatan ini memungkinkan peneliti menilai seberapa
besar masing-masing faktor berkontribusi terhadap kepuasan kerja, baik secara
sendiri-sendiri maupun bersama-sama.
Temuan Utama: Beban Kerja Paling Menekan
Kepuasan
Hasil analisis menunjukkan pola yang tegas dan
konsisten:
- Kesejahteraan karyawan berdampak positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja. Setiap peningkatan persepsi kesejahteraan diikuti kenaikan kepuasan kerja.
- Stres kerja berdampak negatif dan signifikan. Semakin tinggi stres, semakin rendah kepuasan kerja.
- Beban kerja berdampak negatif paling kuat. Dibanding stres dan kesejahteraan, beban kerja menjadi faktor yang paling besar menurunkan kepuasan kerja.
Secara bersama-sama, ketiga faktor tersebut
menjelaskan 64,9% variasi kepuasan kerja karyawan. Artinya, lebih dari
setengah perubahan kepuasan kerja dapat dipahami dari bagaimana perusahaan
mengelola kesejahteraan, stres, dan beban kerja. Hubungan ketiganya dengan
kepuasan kerja tergolong sangat kuat, menegaskan bahwa kebijakan kerja sehari-hari
memainkan peran krusial.
Implikasi Praktis bagi Dunia Usaha
Temuan ini membawa pesan jelas bagi perusahaan jasa lapangan:
- Atur beban kerja secara proporsional. Distribusi tugas dan jadwal kerja perlu ditata agar tidak menumpuk pada karyawan tertentu.
- Kelola stres secara aktif. Target kerja realistis, komunikasi yang jelas, dan sistem kerja yang rapi dapat menurunkan tekanan harian.
- Perkuat program kesejahteraan. Dukungan kesejahteraan baik fisik, mental, maupun sosial terbukti meningkatkan kepuasan kerja dan menjaga motivasi tim.
Menurut para peneliti, perhatian pada tiga
aspek ini tidak hanya meningkatkan kepuasan kerja, tetapi juga berpotensi
memperbaiki kualitas layanan dan menekan risiko turnover karyawan.
Profil Singkat Penulis
Yahya Hajar Nur Faizin, S.M. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Bidang keahlian: Manajemen sumber daya manusia dan perilaku organisasi.
Kridho
Hery Gunawan, S.E., M.M. Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Bidang keahlian: Manajemen dan kinerja organisasi.
Sumber Penelitian
Yahya Hajar Nur Faizin, Kridho Hery Gunawan. "The Effect of Employee Welfare, Work Stress, and Workload on Job Satisfaction at CV. Jaya Mandiri Tinja Gresik". Formosa Journal of Applied Sciences, Vol. 5 No. 1, hlm. 385–400. 2026
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i1.570
URL Resmi: https://srhformosapublisher.org/index.php/fjas

0 Komentar