Penerapan Anggaran Berbasis Kinerja pada Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Manado - Anggaran Kesehatan Sulawesi Utara Serap 93,49 Persen, Studi Unsrat Temukan Celah Efisiensi. Penelitian yang dilakukan oleh Agnes Chiayen Monica Lengkong, Harijanto Sabijono, dan Steven J. Tangkuman dari Universitas Sam Ratulangi  dalam artikel ilmiah yang terbit di Asian Formosa Journal of Applied Sciences. (FJAS) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 menyoroti bahwa bagaimana uang publik di sektor kesehatan dikelola dan sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Penelitian yang dilakukan oleh
Agnes Chiayen Monica Lengkong, Harijanto Sabijono, dan Steven J. Tangkuman dari Universitas Sam Ratulangi menyoroti konkret tentang praktik penganggaran di level daerah, khususnya pada sektor strategis seperti kesehatan.

Mengapa Anggaran Berbasis Kinerja Penting

Dalam sistem konvensional, keberhasilan anggaran sering diukur dari seberapa besar dana terserap. Padahal, belanja besar tidak selalu berarti pelayanan publik membaik. Anggaran berbasis kinerja hadir untuk menjawab masalah ini dengan menekankan hubungan antara input (anggaran), output (kegiatan), dan outcome (manfaat).

Di Indonesia, sistem ini telah memiliki landasan hukum kuat, mulai dari Undang-Undang Keuangan Negara hingga peraturan teknis terbaru. Namun, implementasinya di daerah kerap menghadapi tantangan, seperti keterbatasan sumber daya manusia, lemahnya perencanaan, dan budaya birokrasi yang belum sepenuhnya berorientasi hasil. Sektor kesehatan menjadi krusial karena menyangkut pelayanan dasar, penurunan stunting, hingga pengendalian penyakit.

Cara Penelitian Dilakukan

Tim peneliti Unsrat menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan staf perencanaan dan keuangan, observasi langsung, serta penelaahan dokumen resmi seperti Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Rencana Strategis (Renstra), dan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP).

Analisis dilakukan dengan pendekatan Value for Money, yang menilai tiga aspek utama:

  • Ekonomis – apakah belanja dilakukan secara hemat.
  • Efisiensi – seberapa besar output dihasilkan dari input.
  • Efektivitas – sejauh mana output mencapai outcome yang ditargetkan.

Anggaran Besar, Defisit Tetap Terjadi

Hasil penelitian menunjukkan, pada tahun anggaran 2024, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara mengelola belanja sebesar Rp237,1 miliar dengan realisasi Rp221,67 miliar, atau 93,49 persen dari pagu anggaran. Angka ini mencerminkan penyerapan yang tinggi.

Namun, pendapatan yang diperoleh dinas tersebut hanya sekitar Rp87,3 juta, sehingga terjadi defisit Rp221,5 miliar. Kondisi ini menandakan ketergantungan yang sangat besar pada APBD Provinsi, sesuatu yang lazim pada sektor kesehatan yang berorientasi pelayanan, bukan pencarian pendapatan.

Struktur belanja juga menjadi sorotan. Hampir seluruh anggaran terserap pada belanja operasi, terutama belanja pegawai, sementara belanja modal yang berfungsi sebagai investasi jangka panjang hanya mengambil porsi sangat kecil.

Dampak bagi Layanan Kesehatan dan Kebijakan Publik

Temuan ini memiliki implikasi luas. Bagi pemerintah daerah, hasil penelitian menjadi cermin bahwa tingginya penyerapan anggaran tidak otomatis berarti efisiensi dan efektivitas. Perencanaan yang kurang presisi dapat memicu pemborosan di satu sisi dan kekurangan layanan di sisi lain.

Bagi sektor kesehatan, optimalisasi anggaran berpotensi meningkatkan kualitas pelayanan, mulai dari fasilitas kesehatan, layanan rujukan, hingga peningkatan kompetensi tenaga medis. Sementara bagi pembuat kebijakan, studi ini menegaskan pentingnya evaluasi rutin terhadap indikator kinerja agar anggaran benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Peneliti merekomendasikan perbaikan pada tahap perencanaan, penguatan kapasitas aparatur, serta penyelarasan antara output dan outcome agar prinsip Value for Money dapat diterapkan secara nyata, bukan sekadar formalitas laporan.

Profil Penulis

Agnes Chiayen Monica Lengkong, S.E. 
Peneliti bidang akuntansi sektor publik, Universitas Sam Ratulangi.

Dr. Harijanto Sabijono, S.E., M.Si.
 
Dosen dan peneliti akuntansi pemerintahan, Universitas Sam Ratulangi.

Steven J. Tangkuman, S.E., M.Si.
 
Akademisi bidang keuangan publik dan kebijakan, Universitas Sam Ratulangi.

Sumber Penelitian

Lengkong, A. C. M., Sabijono, H., & Tangkuman, S. J. (2026). Implementation of Performance-Based Budgeting at the North Sulawesi Provincial Health Office.
Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS), Vol. 5 No. 1, hlm. 147–166. DOI: 10.55927/fjas.v5i1.540.
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i1.540
URL: https://srhformosapublisher.org/index.php/fjas

Posting Komentar

0 Komentar