Latar Belakang: Lansia dan Tantangan Kesejahteraan
Indonesia
sedang memasuki era aging population. Data Badan Pusat Statistik (BPS)
mencatat bahwa pada 2023, penduduk lansia mencapai sekitar 11,75 persen
dari total populasi, dan angka ini diperkirakan terus meningkat seiring
bertambahnya harapan hidup.
Selain
penurunan fisik, lansia kerap menghadapi perubahan psikologis dan sosial,
seperti kehilangan peran, kesepian, dan keterbatasan interaksi. Tantangan
tersebut sering kali lebih terasa bagi lansia yang tinggal di panti sosial,
jauh dari keluarga dan lingkungan sebelumnya. Karena itu, pendekatan
kesejahteraan lansia tidak cukup hanya berfokus pada kebutuhan material dan
kesehatan fisik, tetapi juga perlu memperhatikan aspek psikologis, sosial,
dan spiritual.
Dalam kajian kesejahteraan, kebahagiaan lansia dipahami sebagai bagian dari kesejahteraan subjektif, yang mencakup kepuasan hidup, emosi positif, serta kemampuan menerima kondisi kehidupan. Di sinilah kegiatan keagamaan dinilai memiliki peran strategis.
Metodologi Penelitian
Tim
peneliti Universitas Bengkulu menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
desain korelasional. Penelitian dilakukan di Panti Sosial Tresna Werdha Kota
Bengkulu dengan melibatkan 32 lansia yang dipilih secara purposif,
yakni mereka yang mampu berkomunikasi dengan baik dan aktif mengikuti kegiatan
keagamaan.
Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert yang mengukur dua aspek utama:
- Kegiatan keagamaan, meliputi partisipasi dalam ibadah bersama, doa, dan pengajian.
- Kebahagiaan lansia, yang mencakup kepuasan hidup, emosi positif, dan ketenangan batin.
Analisis dilakukan menggunakan perangkat statistik untuk memastikan data valid, reliabel, dan berdistribusi normal. Hubungan antara kedua variabel kemudian diuji untuk melihat seberapa besar pengaruh kegiatan keagamaan terhadap kebahagiaan lansia.
Temuan Utama: Pengaruh Positif dan Signifikan
Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang jelas dan bermakna antara kegiatan keagamaan dan kebahagiaan lansia. Temuan kunci yang disorot peneliti antara lain:
- Kegiatan keagamaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebahagiaan lansia, dengan nilai signifikansi 0,010.
- Nilai korelasi sebesar 0,450, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan cukup kuat.
- Kegiatan keagamaan menyumbang 20,2 persen terhadap variasi tingkat kebahagiaan lansia, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain seperti kesehatan fisik dan dukungan sosial.
Secara
sederhana, lansia yang lebih aktif secara religius cenderung merasa lebih
tenang, lebih puas dengan hidupnya, dan memiliki emosi positif yang lebih
dominan.
Implikasi
bagi Kebijakan dan Pengelolaan Panti
Temuan
ini memiliki dampak praktis yang luas. Bagi pengelola panti sosial, penelitian
ini menegaskan bahwa kegiatan keagamaan perlu dipertahankan dan dikembangkan
secara terstruktur dan berkelanjutan. Program keagamaan sebaiknya
disesuaikan dengan kondisi fisik dan psikologis lansia agar tetap inklusif dan
aman.
Bagi
pembuat kebijakan, hasil penelitian mendukung pendekatan holistik dalam
pelayanan lansia. Kebahagiaan lansia bersifat multidimensional meliputi aspek
fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Mengintegrasikan dimensi spiritual ke
dalam kebijakan kesejahteraan lansia dapat menjadi langkah strategis dan
relatif murah untuk meningkatkan kualitas hidup.
Peneliti
juga menekankan bahwa kegiatan keagamaan bukan satu-satunya faktor penentu
kebahagiaan. Namun, sebagai salah satu komponen penting, perannya tidak dapat
diabaikan dalam desain layanan sosial bagi lansia.
Profil Singkat Penulis
Kardopa Teger, S.Sos. Peneliti bidang sosiologi dan kesejahteraan sosial, Universitas Bengkulu.
Winda Rezfizalia, S.Sos. Peneliti sosial dengan fokus institusi sosial dan kesejahteraan lansia, Universitas Bengkulu.
Nadhira Putri Rahamda, S.Sos. Asisten peneliti bidang pelayanan sosial lansia, Universitas Bengkulu.
Gina Adzana Ramadani, S.Sos. Peneliti kesejahteraan sosial dan psikologi sosial, Universitas Bengkulu.
Heni Nopianti, S.Sos. Akademisi bidang pembangunan sosial dan layanan institusional, Universitas Bengkulu.
Ika Pasca Himawati, S.Sos., M.Si. Dosen dan peneliti sosiologi serta kebijakan sosial, Universitas Bengkulu.
Sumber
Penelitian
Teger, K.,
Rezfizalia, W., Rahamda, N. P., Ramadani, G. A., Nopianti, H., & Himawati,
I. P. (2025). The Influence of Religious Activities on the Level of
Happiness of the Elderly at the Tresna Werdha Social Home, Bengkulu City.
Formosa Journal of Applied Sciences, Vol. 5, No. 1, hlm. 185–198.
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i1.544
URL: https://srhformosapublisher.org/index.php/fjas

0 Komentar