Pengaruh Kegiatan Keagamaan terhadap Tingkat Kebahagiaan Lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Kota Bengkulu

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Bengkulu - Kegiatan Keagamaan Tingkatkan Kebahagiaan Lansia di Panti Sosial Bengkulu. Penelitian yang dilakukan oleh Kardopa Teger, Winda Rezfizalia, Nadhira Putri Rahamda, Gina Adzana Ramadani, Heni Nopianti, dan Ika Pasca Himawati dari Universitas Bengkulu dalam artikel ilmiah yang terbit di Asian Formosa Journal of Applied Sciences. (FJAS) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 menyoroti bahwa lansia yang lebih aktif mengikuti kegiatan keagamaan cenderung memiliki tingkat kebahagiaan dan ketenangan batin yang lebih tinggi.

Latar Belakang: Lansia dan Tantangan Kesejahteraan

Indonesia sedang memasuki era aging population. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada 2023, penduduk lansia mencapai sekitar 11,75 persen dari total populasi, dan angka ini diperkirakan terus meningkat seiring bertambahnya harapan hidup.

Selain penurunan fisik, lansia kerap menghadapi perubahan psikologis dan sosial, seperti kehilangan peran, kesepian, dan keterbatasan interaksi. Tantangan tersebut sering kali lebih terasa bagi lansia yang tinggal di panti sosial, jauh dari keluarga dan lingkungan sebelumnya. Karena itu, pendekatan kesejahteraan lansia tidak cukup hanya berfokus pada kebutuhan material dan kesehatan fisik, tetapi juga perlu memperhatikan aspek psikologis, sosial, dan spiritual.

Dalam kajian kesejahteraan, kebahagiaan lansia dipahami sebagai bagian dari kesejahteraan subjektif, yang mencakup kepuasan hidup, emosi positif, serta kemampuan menerima kondisi kehidupan. Di sinilah kegiatan keagamaan dinilai memiliki peran strategis.

Metodologi Penelitian

Tim peneliti Universitas Bengkulu menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Penelitian dilakukan di Panti Sosial Tresna Werdha Kota Bengkulu dengan melibatkan 32 lansia yang dipilih secara purposif, yakni mereka yang mampu berkomunikasi dengan baik dan aktif mengikuti kegiatan keagamaan.

Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert yang mengukur dua aspek utama:

  • Kegiatan keagamaan, meliputi partisipasi dalam ibadah bersama, doa, dan pengajian.
  • Kebahagiaan lansia, yang mencakup kepuasan hidup, emosi positif, dan ketenangan batin.

Analisis dilakukan menggunakan perangkat statistik untuk memastikan data valid, reliabel, dan berdistribusi normal. Hubungan antara kedua variabel kemudian diuji untuk melihat seberapa besar pengaruh kegiatan keagamaan terhadap kebahagiaan lansia.

Temuan Utama: Pengaruh Positif dan Signifikan

Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang jelas dan bermakna antara kegiatan keagamaan dan kebahagiaan lansia. Temuan kunci yang disorot peneliti antara lain:

  • Kegiatan keagamaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebahagiaan lansia, dengan nilai signifikansi 0,010.
  • Nilai korelasi sebesar 0,450, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan cukup kuat.
  • Kegiatan keagamaan menyumbang 20,2 persen terhadap variasi tingkat kebahagiaan lansia, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain seperti kesehatan fisik dan dukungan sosial.

Secara sederhana, lansia yang lebih aktif secara religius cenderung merasa lebih tenang, lebih puas dengan hidupnya, dan memiliki emosi positif yang lebih dominan.

Implikasi bagi Kebijakan dan Pengelolaan Panti

Temuan ini memiliki dampak praktis yang luas. Bagi pengelola panti sosial, penelitian ini menegaskan bahwa kegiatan keagamaan perlu dipertahankan dan dikembangkan secara terstruktur dan berkelanjutan. Program keagamaan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi fisik dan psikologis lansia agar tetap inklusif dan aman.

Bagi pembuat kebijakan, hasil penelitian mendukung pendekatan holistik dalam pelayanan lansia. Kebahagiaan lansia bersifat multidimensional meliputi aspek fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Mengintegrasikan dimensi spiritual ke dalam kebijakan kesejahteraan lansia dapat menjadi langkah strategis dan relatif murah untuk meningkatkan kualitas hidup.

Peneliti juga menekankan bahwa kegiatan keagamaan bukan satu-satunya faktor penentu kebahagiaan. Namun, sebagai salah satu komponen penting, perannya tidak dapat diabaikan dalam desain layanan sosial bagi lansia.

Profil Singkat Penulis

Kardopa Teger, S.Sos. Peneliti bidang sosiologi dan kesejahteraan sosial, Universitas Bengkulu.

Winda Rezfizalia, S.Sos. Peneliti sosial dengan fokus institusi sosial dan kesejahteraan lansia, Universitas Bengkulu.

Nadhira Putri Rahamda, S.Sos. Asisten peneliti bidang pelayanan sosial lansia, Universitas Bengkulu.

Gina Adzana Ramadani, S.Sos. Peneliti kesejahteraan sosial dan psikologi sosial, Universitas Bengkulu.

Heni Nopianti, S.Sos. Akademisi bidang pembangunan sosial dan layanan institusional, Universitas Bengkulu.

Ika Pasca Himawati, S.Sos., M.Si. Dosen dan peneliti sosiologi serta kebijakan sosial, Universitas Bengkulu.

Sumber Penelitian

Teger, K., Rezfizalia, W., Rahamda, N. P., Ramadani, G. A., Nopianti, H., & Himawati, I. P. (2025). The Influence of Religious Activities on the Level of Happiness of the Elderly at the Tresna Werdha Social Home, Bengkulu City. Formosa Journal of Applied Sciences, Vol. 5, No. 1, hlm. 185–198.
DOI:
https://doi.org/10.55927/fjas.v5i1.544
URL: https://srhformosapublisher.org/index.php/fjas

Posting Komentar

0 Komentar