Latar
belakang penelitian ini berakar pada fenomena umum di birokrasi Indonesia, di
mana rendahnya produktivitas dan masalah kedisiplinan sering kali menjadi
penghambat kualitas pelayanan publik. Di
Kabupaten Balangan sendiri, data internal periode 2019-2022 menunjukkan adanya
penurunan jumlah pegawai dengan kategori kinerja "sangat baik",
disertai dengan meningkatnya angka ketidakhadiran dan keterlambatan.
Metodologi
dan Pendekatan Penelitian
Dalam mengkaji masalah ini, peneliti menggunakan desain eksplanatori dengan teknik sensus terhadap 53 orang ASN. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur empat variabel utama:
- Disiplin Kerja: Kepatuhan pada aturan dan jam kantor.
- Pengembangan Karier: Kejelasan promosi dan peningkatan kompetensi.
- Motivasi Kerja: Dorongan internal untuk mencapai target.
- Kinerja Pegawai: Hasil kerja nyata sesuai standar organisasi.
Data
tersebut kemudian diolah menggunakan metode statistik canggih Structural
Equation Modeling berbasis Partial Least Square (PLS-SEM) untuk
melihat hubungan langsung maupun tidak langsung antar variabel.
Temuan Utama: Kekuatan Motivasi sebagai Penengah
Hasil analisis menunjukkan fakta yang menarik bagi para pengambil kebijakan di pemerintahan daerah:
- Motivasi Adalah Penggerak Utama: Motivasi kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Tanpa motivasi yang tinggi, pegawai cenderung bekerja seadanya meski diawasi dengan ketat.
- Pengaruh Tidak Langsung Disiplin: Disiplin kerja dan pengembangan karier memang penting, namun pengaruhnya terhadap kinerja akan menjadi jauh lebih kuat jika mampu meningkatkan motivasi pegawai terlebih dahulu.
- Karier Sebagai Investasi: Sistem pengembangan karier yang transparan dan adil memberikan dorongan psikologis bagi ASN untuk memberikan performa terbaik sebagai bentuk investasi masa depan mereka.
- Peran Mediasi Parsial: Motivasi kerja terbukti memediasi pengaruh pengembangan karier terhadap kinerja secara signifikan.
Implikasi
Bagi Kebijakan Publik
“Peningkatan
kinerja ASN memerlukan sinergi antara kebijakan disiplin yang konsisten, sistem
karier yang transparan berbasis kompetensi, dan pengelolaan motivasi kerja
melalui pemberian penghargaan yang tepat," tulis para peneliti dalam
laporannya.
Bagi dunia
birokrasi, hasil ini menegaskan bahwa menciptakan lingkungan kerja yang
memotivasi di mana pegawai merasa dihargai dan melihat masa depan yang
jelas adalah cara paling efektif untuk menjamin pelayanan publik yang
berkualitas dan akuntabel.
Profil Peneliti
- Hajjah Raniah, S.Sos., M.AP. Peneliti dan akademisi di STIA Bina Banua Banjarmasin dengan fokus keahlian pada Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik.
- Nuril Mawaddah, S.E., M.M. Peneliti utama dan dosen di STIA Bina Banua Banjarmasin yang aktif mengkaji perilaku organisasi dan efektivitas kinerja aparatur.
- Widarto, S.Sos., M.AP. Akademisi STIA Bina Banua Banjarmasin yang mendalami sistem merit dan pengembangan karier dalam birokrasi pemerintahan.
Sumber Penelitian:
Hajjah Raniah, Nuril Mawaddah & Widarto.
“The Influence of Work Discipline and Career Development on Employee
Performance with Work Motivation as an Intervening Variable at the Personnel
and Human Resources Development Agency of Balangan Regency” Formosa
Journal of Applied Sciences (FJAS) Vol. 5 No. 1, 2025, hlm. 97-108.
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i1.525
URL: https://srhformosapublisher.org/index.php/fjas

0 Komentar