Cimahi, Jawa Barat— Pengaruh
Beban Kerja dan Lingkungan Kerja Fisik terhadap Kinerja Guru Aparatur Sipil
Negara (ASN) di Sekolah XYZ. Penelitian ini dilakukan oleh Futri Adeliana dan
Dian Lestari dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Jenderal Achmad Yani, yang dipublikasikan dalam East Asian Journal
of Multidisciplinary Research (EAJMR) pada tahun 2026.
Penelitian yang dilakukan oleh Futri
Adeliana dan Dian Lestari mengungkapkan bahwa pengelolaan beban kerja yang
tepat serta kondisi lingkungan kerja fisik yang nyaman mampu meningkatkan
performa guru secara signifikan.
Beban kerja
guru: antara tuntutan profesional dan tekanan administratif
Dalam
praktiknya, guru tidak hanya bertugas mengajar di kelas. Mereka juga harus
menyiapkan rencana pembelajaran, melakukan evaluasi, membimbing siswa, serta
menjalankan tugas administratif. Penelitian ini menemukan bahwa lebih dari
separuh guru di sekolah yang diteliti merasa memiliki beban kerja cukup tinggi
karena banyaknya tanggung jawab tambahan di luar kegiatan mengajar.
Berdasarkan
data supervisi sekolah, jumlah guru dengan kategori kinerja “excellent”
mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menunjukkan
adanya tekanan yang memengaruhi produktivitas guru, salah satunya terkait
distribusi tugas yang kurang seimbang.
Namun,
penelitian menegaskan bahwa beban kerja tidak selalu berdampak negatif. Ketika
beban kerja disesuaikan dengan kapasitas dan waktu kerja, guru justru
menunjukkan kinerja lebih baik. Hal ini terlihat dari hasil analisis statistik
yang menunjukkan pengaruh positif dan signifikan antara beban kerja dan performa
guru.
Lingkungan
kerja fisik: faktor sederhana dengan dampak besar
Selain
beban kerja, lingkungan kerja fisik menjadi faktor penting yang sering
diabaikan. Penelitian menemukan bahwa kondisi ruang kerja, pencahayaan,
ventilasi udara, kebersihan, serta fasilitas pendukung turut memengaruhi
kenyamanan dan produktivitas guru.
Responden
menilai lingkungan kerja fisik sekolah berada pada kategori “cukup baik”, namun
masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti pengelolaan
kebersihan, kualitas udara, serta tata warna ruangan. Kondisi fisik yang kurang
optimal dapat mengurangi fokus dan kenyamanan kerja, yang pada akhirnya
berdampak pada kualitas pengajaran.
Adeliana
dan Lestari menekankan bahwa ruang kerja yang nyaman dan aman mampu menciptakan
suasana kondusif sehingga guru dapat menjalankan tugas secara maksimal.
Temuan
utama penelitian
Berdasarkan
analisis regresi dan uji statistik, penelitian ini menghasilkan beberapa temuan
utama:
- Beban kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja guru ASN.
- Lingkungan kerja fisik juga berpengaruh positif terhadap
peningkatan performa guru.
- Kedua faktor tersebut secara bersama-sama menjelaskan sekitar
21,4% variasi kinerja guru, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain
seperti kepemimpinan, motivasi, atau budaya organisasi.
Temuan ini
menunjukkan bahwa peningkatan kinerja guru memerlukan pendekatan multidimensi,
bukan hanya pelatihan kompetensi, tetapi juga pengelolaan sistem kerja dan
fasilitas fisik.
Mengapa keseimbangan
kerja menjadi kunci
Penelitian
menyoroti bahwa keseimbangan antara tugas utama mengajar dan tanggung jawab
administratif menjadi isu krusial. Banyak guru mengaku harus menyelesaikan
pekerjaan tambahan di luar jam kerja, yang menyebabkan kelelahan dan
berkurangnya waktu persiapan pembelajaran.
Ketika
manajemen sekolah mampu mengatur distribusi tugas secara lebih proporsional,
guru cenderung bekerja lebih fokus dan efektif. Dengan demikian, perbaikan
sistem kerja menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Implikasi
bagi dunia pendidikan dan kebijakan sekolah
Hasil
penelitian ini memberikan sejumlah rekomendasi praktis bagi pengelola sekolah
dan pembuat kebijakan pendidikan:
1.
Menyederhanakan beban administratif guru agar
fokus pada proses pembelajaran.
2.
Mengatur ulang pembagian waktu kerja untuk
menjaga keseimbangan tugas.
3.
Meningkatkan kualitas lingkungan kerja fisik
melalui kebersihan, ventilasi, dan tata ruang yang lebih nyaman.
4.
Mendorong kolaborasi antar guru untuk
meningkatkan kerja sama tim.
Pendekatan
ini dinilai dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif,
sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan bagi siswa.
Profil
penulis
Futri Adeliana – Program Studi Manajemen,
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Achmad Yani.
Dian Lestari – Program Studi Manajemen,
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Achmad Yani.
Sumber
penelitian
Adeliana, F., & Lestari, D.
(2026). The Effect of Workload and Physical Work Environment on the
Performance of School Civil Servant Teachers XYZ.
East Asian Journal of Multidisciplinary
Research (EAJMR), Vol. 5 No. 2, hlm. 417–430.
DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i2.8
URL Resmi: https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr
0 Komentar