Pengaruh Beban Kerja dan Lingkungan Kerja Fisik terhadap Kepuasan Kerja Guru di SMK XYZ

Ilustrasi by AI

Cimahi, Jawa Barat— Pengaruh Beban Kerja dan Lingkungan Kerja Fisik terhadap Kepuasan Kerja Guru di SMK XYZ. Penelitian ini dilakukan oleh Vuvuy Wulan Dewi dan Dian Lestari dari Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Achmad Yani, dalam artikel ilmiah yang terbit di East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) tahun 2026.

Penelitian yang dilakukan oleh Vuvuy Wulan Dewi dan Dian Lestari mengungkapkan bahwa kepuasan kerja guru tidak hanya bergantung pada motivasi individu, tetapi juga pada keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kondisi lingkungan kerja yang nyaman.

Kepuasan kerja guru dan tantangan di lapangan

Berdasarkan data administrasi sekolah yang dianalisis peneliti, tingkat absensi guru di SMK XYZ mengalami peningkatan sepanjang tahun 2025. Dalam beberapa bulan, angka absensi berada pada kategori tinggi, yang sering menjadi indikator adanya ketidakpuasan kerja.

Peneliti menemukan bahwa banyak guru menghadapi beban kerja yang kompleks, termasuk jam mengajar tinggi, tugas administrasi, serta tanggung jawab tambahan seperti menjadi wali kelas atau menjalankan fungsi manajerial sekolah. Kondisi ini membuat sebagian guru harus menyelesaikan pekerjaan di luar jam kerja.

Selain itu, kondisi lingkungan kerja fisik juga menjadi tantangan. Beberapa kelas masih menggunakan ruang terbuka karena keterbatasan fasilitas, sementara distribusi pendingin ruangan belum merata. Suhu lingkungan yang tinggi dan ventilasi yang kurang optimal turut memengaruhi kenyamanan proses belajar mengajar.

Beban kerja bukan selalu negatif

Menariknya, penelitian ini menemukan bahwa beban kerja justru dapat berdampak positif terhadap kepuasan kerja jika dikelola dengan baik. Beban kerja yang sesuai dengan kemampuan individu memberikan rasa pencapaian dan makna profesional.

Hasil analisis menunjukkan bahwa beban kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja guru. Hal ini menegaskan bahwa bukan jumlah tugas semata yang menentukan kepuasan, tetapi bagaimana tugas tersebut diatur dan didukung oleh manajemen sekolah.

Namun, peneliti juga mencatat bahwa penggunaan waktu kerja menjadi aspek yang perlu diperbaiki. Banyak guru merasa waktu kerja belum optimal sehingga pekerjaan sering terbawa hingga ke rumah.

Lingkungan kerja fisik jadi faktor dominan

Selain beban kerja, lingkungan kerja fisik terbukti memiliki pengaruh kuat terhadap kepuasan kerja guru. Aspek seperti pencahayaan, ventilasi udara, keamanan ruang kerja, dan fasilitas pembelajaran berperan langsung dalam menciptakan rasa nyaman dan aman saat bekerja.

Penilaian responden menunjukkan bahwa pencahayaan ruang kelas menjadi aspek terbaik, sementara pengelolaan bau dan sirkulasi udara masih perlu ditingkatkan. Kondisi lingkungan fisik yang nyaman membantu guru meningkatkan konsentrasi, produktivitas, serta kesejahteraan emosional.

Penelitian ini juga menemukan bahwa persepsi positif terhadap lingkungan kerja fisik berkorelasi dengan tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi.

Tiga temuan utama penelitian

Penelitian mencatat beberapa temuan utama terkait hubungan beban kerja, lingkungan kerja fisik, dan kepuasan kerja guru:

  1. Beban kerja yang proporsional meningkatkan kepuasan kerja jika sesuai dengan kapasitas individu.
  2. Lingkungan kerja fisik yang nyaman dan aman memiliki pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan dan kepuasan guru.
  3. Kombinasi kedua faktor mampu menjelaskan sekitar 71,9 persen variasi kepuasan kerja, menunjukkan pengaruh yang kuat.

Temuan ini menegaskan bahwa kepuasan kerja guru merupakan hasil interaksi antara tuntutan pekerjaan dan kualitas lingkungan kerja, bukan dipengaruhi oleh satu faktor saja.

Implikasi bagi dunia pendidikan

Hasil studi memberikan pesan penting bagi pengelola sekolah dan pembuat kebijakan pendidikan. Meningkatkan kepuasan kerja guru tidak cukup hanya dengan kebijakan administratif, tetapi memerlukan pendekatan menyeluruh yang mencakup manajemen beban kerja dan perbaikan fasilitas fisik.

Peneliti merekomendasikan beberapa langkah strategis, antara lain:

1.      Menyusun jadwal kerja guru yang lebih proporsional dan efisien.

2.      Mengurangi beban administratif yang berlebihan melalui sistem manajemen kerja yang lebih baik.

3.      Meningkatkan kualitas fasilitas fisik seperti ventilasi, pendingin ruangan, dan kebersihan lingkungan sekolah.

4.      Memberikan pelatihan manajemen waktu bagi guru agar tugas dapat diselesaikan secara efektif.

Profil penulis

Vuvuy Wulan Dewi – Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Achmad Yani.

Dian Lestari – Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jenderal Achmad Yani.

Sumber penelitian

Dewi, V. W., & Lestari, D. (2026). The Influence of Workload and Physical Work Environment on Teacher Job Satisfaction at SMK XYZ.

East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR), Vol. 5 No. 2, hlm. 403–416.

DOI: https://doi.org/10.55927/eajmr.v5i2.7

URL Resmi : https://journaleajmr.my.id/index.php/eajmr


Posting Komentar

0 Komentar