Pengalaman Wisata Lebih Menentukan Kunjungan Ulang daripada Layanan di Hutan Kota Nyaru Menteng

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Palangka Raya - Penelitian yang dipublikasikan pada 2026 di Asian Journal of Applied Business and Management menunjukkan bahwa pengalaman wisata memiliki pengaruh lebih kuat terhadap keinginan pengunjung untuk kembali dibanding kualitas layanan di destinasi ekowisata. Studi ini dilakukan oleh Sugandhie dan Yokie Radnan Kristiyono dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pelita Harapan, Indonesia, dengan fokus pada perilaku wisatawan di Hutan Kota Nyaru Menteng, Palangka Raya. Temuan ini penting karena keberlanjutan destinasi konservasi sangat bergantung pada loyalitas pengunjung dan keterlibatan publik. 

Ekowisata Kota Jadi Harapan Baru Konservasi

Ekowisata semakin dipandang sebagai strategi yang mampu menggabungkan pelestarian lingkungan dengan kesejahteraan masyarakat. Kalimantan Tengah memiliki lebih dari 3,6 juta hektare kawasan hutan, menjadikannya wilayah penting bagi konservasi dan pendidikan lingkungan.

Hutan Kota Nyaru Menteng memiliki karakter unik karena berada di kawasan urban sekaligus menjadi lokasi konservasi gambut dan satwa seperti orangutan. Namun, jumlah kunjungan masih belum optimal, sementara beberapa masalah seperti fasilitas, kebersihan, dan interpretasi informasi masih menjadi perhatian.

Dalam konteks tersebut, penelitian ini menilai faktor apa yang paling berpengaruh terhadap kepuasan wisatawan dan keinginan mereka untuk kembali.

Metode Penelitian Singkat

Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan survei terhadap pengunjung Hutan Kota Nyaru Menteng.

  • Responden: pengunjung berusia minimal 17 tahun yang pernah berkunjung dalam satu tahun terakhir
  • Teknik sampling: purposive sampling
  • Instrumen: kuesioner skala Likert
  • Analisis: Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM)

Model penelitian menguji hubungan antara:

  • Kualitas layanan
  • Experiential marketing (pengalaman wisata)
  • Kepuasan pengunjung
  • Niat kunjungan ulang
  • Keterlibatan media sosial
  • User-generated content

Hasil model menunjukkan bahwa variabel penelitian mampu menjelaskan sekitar 62,2 persen variasi niat kunjungan ulang wisatawan. 

Temuan Utama Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan pola perilaku wisatawan yang menarik.

1. Kualitas layanan meningkatkan kepuasan pengunjung
Fasilitas yang baik, staf ramah, dan informasi jelas berkontribusi pada pengalaman positif.

2. Experiential marketing menjadi faktor paling kuat dalam meningkatkan kepuasan
Interaksi dengan alam, edukasi lingkungan, dan pengalaman emosional lebih berpengaruh dibanding fasilitas fisik.

3. Experiential marketing langsung meningkatkan niat kunjungan ulang
Pengunjung cenderung kembali jika memiliki pengalaman bermakna dan berkesan.

4. Kualitas layanan tidak langsung memengaruhi kunjungan ulang
Perbaikan layanan saja tidak cukup tanpa pengalaman wisata yang kuat.

5. Kepuasan pengunjung meningkatkan niat kembali
Kepuasan menjadi jalur utama yang menghubungkan pengalaman dengan loyalitas.

6. Kepuasan memediasi pengaruh pengalaman terhadap kunjungan ulang
Pengalaman yang baik meningkatkan kepuasan, lalu kepuasan mendorong loyalitas.

7. Media sosial dan konten pengguna tidak berpengaruh signifikan
Interaksi digital wisatawan masih rendah sehingga belum memengaruhi perilaku kunjungan.

Temuan ini menunjukkan bahwa wisata berbasis alam lebih dipengaruhi oleh kualitas pengalaman daripada faktor layanan teknis.

Implikasi bagi Pengelola Destinasi

Penelitian Sugandhie dan Yokie Radnan Kristiyono dari Universitas Pelita Harapan memberikan beberapa rekomendasi strategis.

Bagi pengelola destinasi ekowisata

  • Fokus pada pengalaman interpretatif dan edukatif
  • Kembangkan tur berbasis konservasi dan storytelling
  • Tingkatkan interaksi wisatawan dengan alam

Bagi pemerintah daerah

  • Ekowisata kota dapat menjadi model wisata berkelanjutan
  • Investasi pada edukasi lingkungan lebih berdampak daripada sekadar infrastruktur

Bagi industri pariwisata

  • Wisata modern berbasis pengalaman, bukan sekadar fasilitas
  • Loyalitas wisatawan terbentuk dari pengalaman emosional dan edukatif

Peneliti dari Universitas Pelita Harapan menegaskan bahwa pengalaman yang bermakna secara emosional dan edukatif merupakan fondasi utama loyalitas wisatawan di destinasi konservasi.

Mengapa Studi Ini Penting

Penelitian ini memberikan tiga pelajaran penting bagi pengembangan ekowisata:

  • Pengalaman wisata lebih menentukan loyalitas daripada layanan teknis
  • Kepuasan wisatawan menjadi penghubung utama antara pengalaman dan kunjungan ulang
  • Strategi digital belum efektif tanpa keterlibatan wisatawan yang kuat

Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan ekowisata tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi pada kemampuan destinasi menciptakan pengalaman yang mendalam.

Profil Penulis

Sugandhie
Akademisi dan peneliti di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pelita Harapan, Indonesia, dengan fokus pada pemasaran pariwisata, perilaku wisatawan, dan keberlanjutan destinasi.

Yokie Radnan Kristiyono
Dosen dan peneliti di Universitas Pelita Harapan, dengan keahlian di bidang manajemen pariwisata, pemasaran pengalaman, dan strategi pengembangan destinasi berkelanjutan.

Sumber Penelitian

Sugandhie & Kristiyono, Yokie Radnan. 2026.
“Reinforcing Ecotourism Sustainability through Service Quality, Experiential Marketing, and Digital Engagement: Evidence from Nyaru Menteng Urban Forest, Indonesia.”
Asian Journal of Applied Business and Management.

Posting Komentar

0 Komentar