Ekowisata Kota Jadi Harapan Baru Konservasi
Ekowisata semakin dipandang sebagai strategi yang mampu menggabungkan pelestarian lingkungan dengan kesejahteraan masyarakat. Kalimantan Tengah memiliki lebih dari 3,6 juta hektare kawasan hutan, menjadikannya wilayah penting bagi konservasi dan pendidikan lingkungan.
Hutan Kota Nyaru Menteng memiliki karakter unik karena berada di kawasan urban sekaligus menjadi lokasi konservasi gambut dan satwa seperti orangutan. Namun, jumlah kunjungan masih belum optimal, sementara beberapa masalah seperti fasilitas, kebersihan, dan interpretasi informasi masih menjadi perhatian.
Dalam konteks tersebut, penelitian ini menilai faktor apa yang paling berpengaruh terhadap kepuasan wisatawan dan keinginan mereka untuk kembali.
Metode Penelitian Singkat
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan survei terhadap pengunjung Hutan Kota Nyaru Menteng.
- Responden: pengunjung berusia minimal 17 tahun yang pernah berkunjung dalam satu tahun terakhir
- Teknik sampling: purposive sampling
- Instrumen: kuesioner skala Likert
- Analisis: Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM)
Model penelitian menguji hubungan antara:
- Kualitas layanan
- Experiential marketing (pengalaman wisata)
- Kepuasan pengunjung
- Niat kunjungan ulang
- Keterlibatan media sosial
- User-generated content
Hasil model menunjukkan bahwa variabel penelitian mampu menjelaskan sekitar 62,2 persen variasi niat kunjungan ulang wisatawan.
Temuan Utama Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan pola perilaku wisatawan yang menarik.
Temuan ini menunjukkan bahwa wisata berbasis alam lebih dipengaruhi oleh kualitas pengalaman daripada faktor layanan teknis.
Implikasi bagi Pengelola Destinasi
Penelitian Sugandhie dan Yokie Radnan Kristiyono dari Universitas Pelita Harapan memberikan beberapa rekomendasi strategis.
Bagi pengelola destinasi ekowisata
- Fokus pada pengalaman interpretatif dan edukatif
- Kembangkan tur berbasis konservasi dan storytelling
- Tingkatkan interaksi wisatawan dengan alam
Bagi pemerintah daerah
- Ekowisata kota dapat menjadi model wisata berkelanjutan
- Investasi pada edukasi lingkungan lebih berdampak daripada sekadar infrastruktur
Bagi industri pariwisata
- Wisata modern berbasis pengalaman, bukan sekadar fasilitas
- Loyalitas wisatawan terbentuk dari pengalaman emosional dan edukatif
Peneliti dari Universitas Pelita Harapan menegaskan bahwa pengalaman yang bermakna secara emosional dan edukatif merupakan fondasi utama loyalitas wisatawan di destinasi konservasi.
Mengapa Studi Ini Penting
Penelitian ini memberikan tiga pelajaran penting bagi pengembangan ekowisata:
- Pengalaman wisata lebih menentukan loyalitas daripada layanan teknis
- Kepuasan wisatawan menjadi penghubung utama antara pengalaman dan kunjungan ulang
- Strategi digital belum efektif tanpa keterlibatan wisatawan yang kuat
Temuan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan ekowisata tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi pada kemampuan destinasi menciptakan pengalaman yang mendalam.
0 Komentar