Penerapan Teknologi Digital untuk Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di Sekolah Inklusif

Ilustrasi by AI

Kalimantan Teknologi Digital Berbasis UDL Dorong Pembelajaran Mendalam di Sekolah Inklusif Indonesia. Penelitian uyang dilakukan oleh Kusuma Galih Ayusaputri, Dinda Ayu Bulantari, Yeni Suryani, dan Haeruddin, dan dipublikasikan pada Januari 2026 dalam jurnal International Journal of Integrated Science and Technology.

Penelitian uyang dilakukan oleh Kusuma Galih Ayusaputri, Dinda Ayu Bulantari, Yeni Suryani, dan Haeruddin menemukan bahwa pemanfaatan teknologi digital berbasis Universal Design for Learning (UDL) mampu memperkuat pembelajaran mendalam di sekolah inklusif.

Penelitian ini menyoroti bagaimana teknologi seperti video interaktif, sistem manajemen pembelajaran (LMS), teks ke suara, dan portofolio digital dapat membantu siswa dengan kebutuhan belajar yang beragam untuk terlibat lebih aktif dan memahami materi secara lebih mendalam. Di tengah masih kuatnya pola belajar seragam di banyak sekolah, hasil riset ini membuka jalan menuju pendidikan yang lebih adil dan adaptif.

Tantangan Sekolah Inklusif di Era Digital

Pendidikan inklusif bertujuan memastikan semua siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus, mendapatkan hak belajar yang setara. Namun, dalam praktiknya, banyak sekolah masih menerapkan metode pengajaran yang berpusat pada guru dan menekankan hafalan.

Kondisi ini berdampak pada rendahnya keterlibatan siswa serta minimnya proses berpikir kritis dan reflektif. Padahal, siswa di sekolah inklusif memiliki latar belakang, kemampuan, dan gaya belajar yang sangat beragam.

Di sisi lain, teknologi digital sebenarnya menawarkan peluang besar. Akses internet, aplikasi pembelajaran, dan media interaktif memungkinkan pembelajaran menjadi lebih fleksibel dan personal. Sayangnya, pemanfaatan teknologi di banyak sekolah masih bersifat tambahan, belum terintegrasi secara pedagogis.

“Teknologi sering dipakai hanya sebagai alat bantu, bukan sebagai bagian dari desain pembelajaran inklusif sejak awal,” tulis para peneliti dalam artikelnya.

Metode: Mengkaji Puluhan Riset Pendidikan

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur dan analisis konseptual. Tim peneliti menelaah berbagai artikel ilmiah nasional dan internasional yang membahas pendidikan inklusif, teknologi digital, UDL, dan pembelajaran mendalam.

Data dikumpulkan dari jurnal-jurnal bereputasi dengan kata kunci terkait pendidikan inklusif dan teknologi. Setiap artikel dianalisis secara tematis untuk mengidentifikasi pola, temuan utama, serta tantangan implementasi.

Dengan cara ini, para peneliti menyusun gambaran menyeluruh tentang praktik terbaik dan hambatan dalam penerapan teknologi berbasis UDL di sekolah inklusif.

Temuan Utama: Tiga Pilar Keberhasilan

Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital berbasis UDL mendukung pembelajaran mendalam melalui tiga dimensi utama:

1. Meningkatkan Akses dan Fleksibilitas

Teknologi seperti teks ke suara, pembaca layar, subtitle otomatis, dan LMS memungkinkan materi disajikan dalam berbagai format. Siswa dapat belajar melalui teks, audio, visual, maupun interaksi digital sesuai kebutuhannya.

Pendekatan ini membantu siswa dengan hambatan penglihatan, kesulitan membaca, atau gangguan konsentrasi untuk tetap mengikuti pembelajaran secara optimal.

2. Memperkuat Keterlibatan dan Pemahaman

Penerapan UDL melalui teknologi mendorong pembelajaran yang lebih bermakna. Dalam proyek berbasis digital, misalnya, siswa dapat mengekspresikan pemahamannya melalui podcast, poster digital, atau video pendek.

Diskusi daring di LMS juga memberi ruang bagi siswa untuk menyampaikan gagasan melalui teks, suara, atau video. Selain itu, portofolio digital memungkinkan penilaian yang menyoroti kreativitas, refleksi, dan kemampuan berpikir kritis, bukan sekadar hafalan.

3. Didukung Kepemimpinan, Guru, dan Orang Tua

Keberhasilan penerapan teknologi berbasis UDL bergantung pada tiga pilar:

  • Kepemimpinan sekolah, yang menyediakan visi, kebijakan, dan infrastruktur digital.
  • Kompetensi guru, terutama dalam merancang pembelajaran inklusif berbasis teknologi.
  • Kolaborasi orang tua, yang diperkuat melalui platform komunikasi digital.

Ketiganya membentuk ekosistem pembelajaran yang saling mendukung.

Hambatan yang Masih Menghadang

Meski potensinya besar, penelitian ini juga mengungkap berbagai tantangan, antara lain:

  • Ketimpangan akses infrastruktur teknologi, terutama di daerah terpencil.
  • Rendahnya literasi digital sebagian guru.
  • Minimnya kebijakan institusional yang mendukung transformasi sistemik.

Tanpa strategi berkelanjutan, pemanfaatan teknologi berisiko menjadi proyek jangka pendek yang tidak berdampak luas.

Dampak bagi Dunia Pendidikan

Temuan ini memberikan pesan kuat bagi pengambil kebijakan, pengelola sekolah, dan praktisi pendidikan. Integrasi teknologi berbasis UDL bukan sekadar inovasi tambahan, melainkan fondasi bagi pendidikan inklusif yang berkelanjutan.

Bagi sekolah, hasil riset ini menekankan pentingnya:

  • Merancang kurikulum yang fleksibel dan adaptif.
  • Menyelenggarakan pelatihan guru secara berkelanjutan.
  • Mengadopsi standar aksesibilitas digital.
  • Memperkuat kemitraan dengan orang tua.

Bagi pemerintah, studi ini menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan pemerataan infrastruktur dan pengembangan kompetensi digital tenaga pendidik.

Sementara bagi masyarakat, temuan ini membuka harapan bahwa anak-anak dengan kebutuhan khusus dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih adil dan bermakna.

Pandangan Peneliti

Para penulis menegaskan bahwa teknologi hanya akan berdampak jika dirancang dengan pendekatan pedagogis yang tepat.

“Kami melihat bahwa UDL membantu sekolah merancang pembelajaran yang sejak awal mengakomodasi perbedaan siswa, bukan menyesuaikannya di akhir,” tulis tim peneliti dalam pembahasannya.

Mereka juga menekankan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dan kolaborasi keluarga merupakan faktor kunci yang sering diabaikan.

Profil Singkat Penulis

  • Kusuma Galih Ayusaputri, S.Pd., M.Pd. :Universitas Mulawarman.
  • Dinda Ayu Bulantari, S.Pd., M.Pd. : Universitas Mulawarman.
  • Yeni Suryani, S.Pd., M.Pd. :Universitas Mulawarman.
  • Haeruddin, S.Pd., M.Si. :Universitas Mulawarman.

Sumber Penelitian

Ayusaputri, Dinda, Yeni, Haeruddin. Application of Digital Technology for Deep Learning in Inclusive Schools International Journal of Integrated Science and Technology (IJIST)Volume 4, Nomor 1, 2026, halaman 17–33
DOI:
https://doi.org/10.59890/ijist.v4i1.256                                                                                    URL: https://ntlmultitechpublisher.my.id/index.php/ijist


Posting Komentar

0 Komentar