Pendekatan Strategis dalam Menangani Permasalahan Pemukiman Kumuh di Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat (Studi Kasus: RW008 dan RW010, Kelurahan Utan Panjang)

Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Jakarta - Strategi Berkelanjutan Atasi Permukiman Kumuh Kemayoran Berbasis Partisipasi Warga. Penelitian yang dilakukan oleh Didi Indrawan, bersama Uras Siahaan, Ramos P. Pasaribu, dan Sri Pare Eni dari Universitas Kristen Indonesia dalam artikel ilmiah yang terbit di Asian Formosa Journal of Applied Sciences. (FJAS) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 menyoroti bahwa kawasan padat penduduk dengan tekanan urbanisasi tinggi.

Penelitian yang dilakukan oleh Didi Indrawan, bersama Uras Siahaan, Ramos P. Pasaribu, dan Sri Pare Eni dari Universitas Kristen Indonesia menyoroti bahwa persoalan perumahan kumuh berdampak langsung pada kualitas hidup warga, kesehatan lingkungan, serta risiko bencana seperti banjir dan kebakaaran. 

Mengapa RW008 dan RW010 Jadi Fokus?

Berdasarkan observasi lapangan, RW008 dan RW010 Utan Panjang menunjukkan ciri khas kawasan kumuh perkotaan: kepadatan hunian ekstrem, bangunan tidak memenuhi standar layak huni, sanitasi buruk, serta akses terbatas terhadap air bersih dan jalan lingkungan. Sekitar
70 persen rumah memiliki ventilasi dan pencahayaan yang tidak memadai. Selain itu, 78 persen responden menyebut ruang publik di lingkungannya belum memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.

Kondisi sosial-ekonomi warga juga menjadi faktor penentu. Mayoritas penduduk bergantung pada sektor informal dengan pendapatan rendah, sehingga kemampuan memperbaiki rumah secara mandiri sangat terbatas. Lemahnya pengawasan tata ruang dan maraknya pembangunan tanpa izin memperparah situasi ini.

Cara Penelitian Dilakukan


Peneliti memilih metode kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung ke lokasi, wawancara mendalam dengan warga, pengurus RT/RW, serta pemangku kepentingan terkait, dan dokumentasi kondisi fisik lingkungan.


Pendekatan ini memungkinkan peneliti menggali persoalan secara utuh: mulai dari penyebab munculnya kawasan kumuh, dampak sosial dan lingkungan, hingga efektivitas kebijakan yang selama ini diterapkan. Hasilnya, penelitian ini menyajikan gambaran nyata tentang kehidupan sehari-hari warga di kawasan kumuh, bukan sekadar angka di atas kertas.


Temuan Utama: Akar Masalah Permukiman Kumuh

Penelitian mengidentifikasi tiga penyebab utama muncul dan bertahannya permukiman kumuh di RW008 dan RW010:

Lemahnya pengawasan tata ruang, Banyak bangunan berdiri tanpa izin dan tidak sesuai peruntukan lahan. Hal ini membuat penataan kawasan menjadi sulit dan rawan konflik hukum.


Minimnya infrastruktur dasar, Drainase, sanitasi, pengelolaan sampah, dan akses jalan masih sangat terbatas. Limbah rumah tangga kerap dibuang langsung ke selokan, meningkatkan risiko pencemaran dan penyakit.


Rendahnya kesadaran dan kapasitas masyarakat, Kurangnya edukasi tentang kebersihan lingkungan, tata ruang, dan mitigasi bencana membuat persoalan kumuh terus berulang.

Peneliti juga mengklasifikasikan tingkat kekumuhan kawasan ke dalam kategori kumuh berat, sedang, dan ringan, dengan mempertimbangkan kondisi fisik bangunan, legalitas lahan, dan akses fasilitas dasar. Klasifikasi ini penting untuk menentukan skala prioritas penanganan.


Dampak dan Implikasi bagi Kebijakan Publik


Hasil penelitian ini memberikan pesan jelas bagi pemerintah daerah dan pusat. Penanganan kawasan kumuh tidak bisa diseragamkan. Setiap wilayah memiliki karakter sosial, ekonomi, dan geografis yang berbeda, sehingga membutuhkan solusi yang kontekstual.


Bagi dunia kebijakan, studi ini dapat menjadi rujukan dalam menyusun program penataan kawasan kumuh yang lebih partisipatif. Bagi masyarakat, penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan lingkungan dimulai dari keterlibatan warga sendiri, dengan dukungan kebijakan yang konsisten.


Profil Singkat Penulis


Didi Indrawan, S.Sos., M.Si.
– Dosen Universitas Kristen Indonesia,
Bidang Keahlian: kebijakan publik dan pembangunan perkotaan.

Uras Siahaan – Akademisi Universitas Kristen Indonesia,
Bidang Keahlian: perencanaan wilayah dan kota.

Ramos P. Pasaribu – Peneliti kebijakan sosial dan perkotaan, Universitas Kristen Indonesia.

Sri Pare Eni – Akademisi dengan minat pada pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat.

 

Sumber Penelitian

Didi Indrawan, Uras Siahaan, Ramos P. Pasaribu, Sri Pare Eni., A Strategic Approach to Addressing Slum Housing Issues in Kemayoran Subdistrict, Central Jakarta (Case Study: RW008 and RW010, Utan Panjang Village)Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS), Vol. 5 No. 1, hlm. 359-384.2026.

DOI:https://doi.org/10.55927/fjas.v5i1.567

URL: https://srhformosapublisher.org/index.php/fjas  


Posting Komentar

0 Komentar