Orientasi Karier untuk Siswa Sekolah Menengah Atas di Era Digital di Vietnam Kontemporer

Ilustrasi by AI

Vietnam Era Digital Ubah Arah Bimbingan Karier Siswa SMA di Vietnam. Penelitian yang dilakukan oleh Nguyen Cong Ky dari University of Social Sciences and Humanities, Vietnam National University Ho Chi Minh City yang dipublikasikann pada Januari 2026 di International Journal of Education and Life Sciences (IJELS).

Penelitian yang dilakukan oleh Nguyen Cong Ky menegaskan bahwa bimbingan karier bagi siswa sekolah menengah atas (SMA) di Vietnam harus menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perubahan era digital.

Penelitian ini menganalisis bagaimana teknologi digital mengubah pasar kerja serta mengapa sistem bimbingan karier di sekolah Vietnam belum sepenuhnya mengikuti perkembangan tersebut. Temuan ini penting karena siswa saat ini akan memasuki dunia kerja yang digerakkan kecerdasan buatan, otomatisasi, dan data besar.

Pasar Kerja Sedang Berubah

Pasar kerja Vietnam menunjukkan tren global. Pekerjaan manual yang berulang semakin digantikan mesin dan perangkat lunak, sementara profesi baru tumbuh di bidang data science, keamanan siber, fintech, pengembangan AI, robotika, dan bisnis digital. Pekerja kini dituntut menguasai alat digital, mampu bekerja kolaboratif secara daring, serta siap belajar sepanjang hayat. Pengetahuan dan keterampilan teknologi menjadi penentu utama stabilitas karier.

Namun, banyak siswa SMA masih memilih profesi tradisional seperti dokter, guru, insinyur, atau pegawai negeri. Keterbatasan informasi tentang industri baru, pengaruh keluarga, serta sistem bimbingan karier yang belum mutakhir membuat siswa kurang mengeksplorasi peluang di sektor digital.

Cara Penelitian Dilakukan

Nguyen Cong Ky menelaah dokumen kebijakan pendidikan, regulasi pemerintah, studi akademik, serta laporan resmi di Vietnam. Dengan membandingkan tujuan kebijakan dan kondisi nyata di sekolah, penelitian ini mengidentifikasi kesenjangan antara kebutuhan pasar kerja digital dan praktik bimbingan karier di tingkat SMA. Pendekatan yang digunakan berupa analisis dokumen dan kajian komparatif.

Temuan Utama

Penelitian menyoroti beberapa poin penting:

1. Siswa belum memahami pasar kerja modern
Banyak pelajar belum mengenal profesi digital yang sedang berkembang atau keterampilan yang dibutuhkan. Pilihan karier sering dipengaruhi stereotip sosial, bukan minat dan tren pasar.

2. Keterampilan digital belum menjadi fokus utama sekolah
Walau dunia kerja didominasi teknologi, kurikulum masih menekankan teori. Pelatihan praktis seperti pemrograman, analisis data, dan penggunaan platform digital masih terbatas.

3. Bimbingan karier berperan strategis secara nasional
Bimbingan yang efektif membantu siswa memahami potensi diri, menyusun rencana karier, dan membangun kemampuan belajar sepanjang hayat, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia Vietnam.

4. Keterampilan penting di era digital
Penelitian mengelompokkan kompetensi kunci menjadi empat:

  • Keterampilan digital: penggunaan perangkat lunak, pemrograman dasar, analisis data, kesadaran keamanan siber.
  • Soft skills: komunikasi, kerja tim, kreativitas, pemecahan masalah, manajemen waktu.
  • Kemampuan belajar sepanjang hayat: adaptif terhadap perubahan pengetahuan.
  • Kemampuan bahasa asing: terutama bahasa Inggris untuk akses global.

5. Arah karier perlu mengikuti industri baru
Bidang AI, rekayasa perangkat lunak, blockchain, robotika, dan keamanan siber menjadi peluang besar. Sektor tradisional seperti kesehatan, pemasaran, pertanian, pendidikan, dan energi juga semakin terdigitalisasi.

Solusi Praktis untuk Sekolah

Penelitian merekomendasikan langkah-langkah berikut:

  • Mengadakan seminar dan kegiatan karier interaktif dengan pakar industri digital.
  • Memperkuat kerja sama sekolah dengan perusahaan melalui kunjungan dan magang.
  • Memanfaatkan platform karier daring dan simulasi virtual.
  • Menyelenggarakan pelatihan keterampilan digital seperti coding, desain grafis, analisis data, dan pemasaran digital.

Mengapa Temuan Ini Penting

Bimbingan karier kini bukan sekadar membantu siswa memilih jurusan, tetapi membentuk kesiapan generasi muda menghadapi masyarakat berbasis teknologi. Siswa yang terarah dengan baik cenderung lebih puas dengan pilihan karier dan mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja masa depan. Bagi Vietnam, hal ini mendukung daya saing nasional dalam ekonomi digital global.

Nguyen Cong Ky menekankan pentingnya kolaborasi sekolah, keluarga, dan masyarakat. Sekolah memberi pengetahuan dan keterampilan, keluarga memberi dukungan, dan dunia usaha menyediakan pengalaman nyata. Sinergi ini membangun generasi muda yang adaptif, kreatif, dan siap berintegrasi secara internasional.

Profil Penulis

  • Nguyen Cong KyUniversity of Social Sciences and Humanities, Vietnam National University Ho Chi Minh City

Sumber Penelitian

Nguyen Cong Ky. 2026. “Career Orientation for High School Students in the Digital Era in Contemporary Vietnam.”

 International Journal of Education and Life Sciences (IJELS), Vol. 4 No. 1, hlm. 51–64.

DOI: https://doi.org/10.59890/ijels.v4i1.268

URL resmi: https://ntlmultitechpublisher.my.id/index.php/ijels


Posting Komentar

0 Komentar