Memprediksi Harga Saham Bank Syariah Indonesia Menggunakan Algoritma GRU (Gated Recurrent Unit)


Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Medan - Algoritma GRU Prediksi Harga Saham Bank Syariah Indonesia dengan Akurasi Tinggi. Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Nurmarendra, Anik, dan Yasir Riady dari Universitas Terbuka Medan  dalam artikel ilmiah yang terbit di Asian Journal of Management Analytics (AJMA) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026. Penelitian ini menyoroti bagaimana pergerakan harga saham BSI menggunakan algoritma Gated Recurrent Unit (GRU).

Penelitian yang dilakukan oleh Muhammad NurmarendraAnik, dan Yasir Riady dari Universitas Terbuka Medan menyoroti bahwa bahwa model GRU paling sederhana justru memberikan hasil prediksi paling akurat dibandingkan model yang lebih kompleks.

Tantangan Memprediksi Harga Saham

Harga saham dikenal sulit diprediksi karena dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi ekonomi, sentimen pasar, hingga faktor eksternal seperti krisis global dan pandemi. Pergerakan harga juga bersifat tidak linear dan sangat dinamis, sehingga metode statistik konvensional sering kali tidak cukup responsif.

Salah satu model yang banyak digunakan adalah GRU, varian dari recurrent neural network yang dirancang untuk mengatasi kelemahan model lama. Menurut Nurmarendra dan tim, GRU memiliki keunggulan karena mampu menyimpan informasi penting dari data masa lalu tanpa kehilangan konteks waktu.

Cara Penelitian Dilakukan

Penelitian ini menggunakan data historis harga penutupan saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk yang diambil dari situs keuangan publik. Data tersebut kemudian dibagi menjadi dua bagian: 80 persen sebagai data pelatihan dan 20 persen sebagai data pengujian.

Sebelum dianalisis, data dinormalisasi agar berada dalam rentang yang seragam. Langkah ini penting untuk memastikan model dapat belajar secara stabil dan tidak bias terhadap nilai ekstrem.

Para peneliti kemudian membangun tiga model GRU berbeda:

  • Model dasar (baseline)
  • Model dengan 4 lapisan GRU
  • Model dengan 5 lapisan GRU

Ketiganya diuji menggunakan parameter yang sama agar hasilnya bisa dibandingkan secara adil. Performa model diukur menggunakan beberapa indikator kesalahan prediksi yang umum dipakai di dunia keuangan.

Model Sederhana Justru Paling Akurat

Hasilnya cukup menarik. Model baseline GRU justru menghasilkan tingkat kesalahan paling rendah dibandingkan dua model yang lebih kompleks.

Model ini mencatat:

  • Mean Squared Error (MSE): 5.601,44.
  • Mean Absolute Error (MAE): 54,06.
  • Root Mean Squared Error (RMSE): 74,84.
  • Mean Absolute Percentage Error (MAPE): 1,90%.

Sebaliknya, model dengan 4 dan 5 lapisan GRU menunjukkan tingkat kesalahan yang lebih tinggi. Penambahan lapisan ternyata tidak otomatis meningkatkan akurasi, bahkan cenderung membuat model kurang efisien dalam konteks data saham BSI.

“Model GRU dasar mampu menangkap pola pergerakan harga saham secara efektif tanpa perlu arsitektur yang terlalu kompleks,” tulis Nurmarendra dan kolega dalam laporannya.

Dampak bagi Investor dan Dunia Keuangan

Temuan ini memberi manfaat praktis bagi berbagai pihak. Bagi investor, model berbasis GRU dapat menjadi alat pendukung pengambilan keputusan yang lebih rasional dan berbasis data. Bagi lembaga keuangan, pendekatan ini membuka peluang pengembangan sistem analitik internal untuk membaca tren pasar secara real time.

Di sisi akademik, penelitian ini memperkaya literatur tentang penerapan deep learning pada saham perbankan syariah, sektor yang masih relatif minim dieksplorasi dibandingkan saham konvensional.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa teknologi canggih tidak selalu harus rumit. Dalam beberapa kasus, model yang lebih sederhana justru lebih efektif dan efisien.

Profil Penulis

Muhammad Nurmarendra, S.Kom.
Dosen dan peneliti di Universitas Terbuka Medan,
Keahlian di bidang
machine learning, analitik data, dan sistem cerdas.

Anik, S.Kom., M.Kom.
Akademisi Universitas Terbuka Medan
Keahlian: pengolahan data dan kecerdasan buatan.

Yasir Riady, S.T., M.T. Universitas Terbuka Medan.
Keahlian: teknologi informasi dan komputasi cerdas,

Sumber Penelitian

Muhammad Nurmarendra, Anik, Yasir Riady, “Predicting the Share Price of Bank Syariah Indonesia Using the GRU (Gated Recurrent Unit) Algorithm. Asian Journal of Management Analytics (AJMA) Vol. 5, No. 1 2026: 43-56                                                      DOI:https://doi.org/10.55927/ajma.v5i1.15964
URLhttps://journal.formosapublisher.org/index.php/ajma

Posting Komentar

0 Komentar