Port Harcourt, Nigeria — Skema magang industri mahasiswa di Nigeria terbukti berperan penting dalam menyiapkan lulusan Pendidikan Bisnis yang siap kerja dan berjiwa profesional. Temuan ini disampaikan oleh Chinwenda Andrew Jiji, dosen Pendidikan Bisnis dari Rivers State University, dalam riset yang terbit pada 2026 di International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences (IJARSS). Penelitian yang melibatkan ratusan mahasiswa di Rivers State ini menunjukkan bahwa Students’ Industrial Work Experience Scheme (SIWES) dipersepsikan positif oleh mahasiswa karena mampu menjembatani teori kampus dengan praktik dunia kerja—sebuah isu krusial bagi kualitas lulusan dan daya saing tenaga kerja.
Mengapa SIWES Penting?
Di Nigeria, SIWES dirancang oleh Industrial Training Fund (ITF) sebagai program magang wajib bagi mahasiswa pendidikan tinggi. Tujuannya jelas: mengurangi kesenjangan antara pembelajaran teoretis dan kebutuhan industri. Bagi mahasiswa Pendidikan Bisnis—yang dituntut menguasai keterampilan manajerial, administrasi perkantoran, teknologi informasi, komunikasi, dan etika profesional—paparan langsung ke lingkungan kerja menjadi kunci kesiapan karier.
Sejumlah studi sebelumnya menilai SIWES bermanfaat, namun masih menyisakan pertanyaan: apakah persepsi mahasiswa terhadap SIWES benar-benar berkontribusi pada capaian pembelajaran program Pendidikan Bisnis? Inilah celah yang diisi oleh riset Jiji, dengan fokus pada universitas di Rivers State.
Cara Penelitian Dilakukan
Penelitian ini melibatkan 398 mahasiswa tingkat dua Pendidikan Bisnis dari dua kampus: Rivers State University (RSU) dan Ignatius Ajuru University of Education (IAUE). Peneliti menggunakan survei dengan kuesioner terstruktur untuk menggali persepsi mahasiswa tentang pengalaman SIWES dan dampaknya terhadap capaian program studi.
Sebanyak 339 respons yang valid dianalisis menggunakan teknik statistik sederhana—rata-rata, simpangan baku, dan uji perbedaan—untuk melihat kecenderungan persepsi serta kemungkinan perbedaan berdasarkan gender. Pendekatan ini memungkinkan pembacaan yang jernih tentang pengalaman mahasiswa tanpa terjebak istilah teknis yang rumit.
Temuan Utama: Persepsi Positif dan Relevan
Hasilnya konsisten: mahasiswa menilai SIWES secara positif. Mereka sepakat bahwa program ini:
- Memberikan pengalaman praktis yang relevan dengan pembelajaran di kelas
- Meningkatkan pemahaman operasi bisnis nyata
- Menguatkan kepercayaan diri dalam menerapkan teori
- Mengenalkan etika profesional dan disiplin kerja
- Mendukung kesiapan kerja setelah lulus
Nilai rata-rata penilaian mahasiswa berada jauh di atas ambang moderat, menandakan tingkat penerimaan yang tinggi. “Mahasiswa melihat SIWES sebagai bagian penting dari program Pendidikan Bisnis, bukan sekadar kewajiban administratif,” tulis Jiji dalam laporannya.
Dampak Nyata pada Capaian Pendidikan
Lebih jauh, penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi positif terhadap SIWES berbanding lurus dengan capaian pembelajaran program. Mahasiswa yang memandang SIWES bermanfaat cenderung melaporkan peningkatan pada:
- Kompetensi teknis dan administrasi
- Kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan
- Kesiapan kerja dan peluang kerja setelah lulus
- Pemahaman etika dan budaya kerja
Temuan ini menegaskan SIWES sebagai instrumen pedagogis, bukan sekadar “magang formalitas”. Paparan pada aktivitas bisnis riil—mulai dari pengelolaan dokumen hingga interaksi pelanggan—membantu mahasiswa menginternalisasi keterampilan yang sulit diperoleh hanya dari ruang kuliah.
Soal Gender: Hampir Tidak Ada Perbedaan
Salah satu temuan menarik adalah minimnya perbedaan persepsi antara mahasiswa laki-laki dan perempuan. Keduanya melaporkan pengalaman yang relatif setara dalam hal bimbingan, tugas, dan peluang pengembangan keterampilan. Uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan gender tidak signifikan dalam menilai manfaat SIWES.
Ini penting dalam konteks kebijakan pendidikan, karena menandakan bahwa SIWES setidaknya di Rivers State berjalan secara inklusif dan adil.
Catatan Kritis: Tantangan Masih Ada
Meski mayoritas penilaian positif, penelitian ini juga menyoroti tantangan yang masih perlu dibenahi. Beberapa mahasiswa melaporkan:
- Pengawasan yang belum optimal
- Penempatan yang kurang selaras dengan bidang studi
- Tugas yang kurang menantang atau repetitif
Kondisi ini berpotensi mengurangi dampak SIWES jika tidak ditangani secara sistematis. Jiji menekankan perlunya koordinasi lebih erat antara kampus dan mitra industri, serta sistem pemantauan yang terstruktur.
Implikasi bagi Pendidikan dan Dunia Kerja
Temuan ini relevan tidak hanya bagi Nigeria, tetapi juga negara berkembang lain yang mengandalkan program magang sebagai jembatan pendidikan-ke-kerja. Bagi pembuat kebijakan dan pengelola universitas, pesan utamanya jelas: magang industri yang dirancang dan diawasi dengan baik dapat memperkuat kualitas lulusan secara signifikan.
Bagi dunia usaha, SIWES membuka peluang mendapatkan talenta muda yang lebih siap, adaptif, dan memahami etos kerja sejak dini. Sementara bagi mahasiswa, pengalaman industri terbukti membangun kepercayaan diri dan orientasi karier yang lebih realistis.
Profil Penulis
Chinwenda Andrew Jiji, adalah dosen di Department of Business Education, Faculty of Education, Rivers State University, Port Harcourt, Nigeria.
Sumber Penelitian
- Judul: Students’ Perception of the Industrial Work Experience Scheme (SIWES) as a Tool for Realizing Business Education Programme Outcomes in Rivers State Universities
- Jurnal: International Journal of Applied Research and Sustainable Sciences (IJARSS), Vol. 4 No. 1
- Tahun: 2026
- DOI: https://doi.org/10.59890/ijarss.v4i1.173
- URL: https://jpnmultitechpublisher.my.id/index.php/ijarss/index

0 Komentar