Mahasiswa Teknik Informatika di Universitas XXX menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat tinggi terhadap pengalaman magang dan perencanaan karier setelah magang. Temuan ini disampaikan oleh Risza Putri Elburdah, dosen dan peneliti dari Universitas Pamulang, dalam artikel ilmiah yang terbit pada 2026 di International Journal of Finance and Business Management (IJFBM). Penelitian ini penting karena memperlihatkan bahwa magang yang terstruktur dengan baik tidak hanya memberi pengalaman kerja, tetapi juga membantu mahasiswa menyusun arah karier secara lebih jelas dan realistis di tengah persaingan dunia kerja digital.
Latar Belakang
Program magang semakin menjadi bagian penting dalam pendidikan tinggi, khususnya di bidang Teknik Informatika. Industri menuntut lulusan yang tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memahami dunia kerja, mampu beradaptasi, dan memiliki rencana karier yang matang. Namun, berbagai studi sebelumnya menunjukkan bahwa tidak semua magang memberikan pengalaman yang bermakna. Banyak mahasiswa mengeluhkan tugas yang monoton, minim bimbingan, dan tidak relevan dengan kompetensi akademik. Kondisi inilah yang mendorong Risza Putri Elburdah menelaah secara khusus bagaimana kepuasan mahasiswa terhadap magang berkaitan dengan kesiapan mereka merencanakan karier.
Metodologi Singkat
Penelitian ini menggunakan pendekatan survei deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dari 50 mahasiswa Teknik Informatika Universitas XXX yang telah menyelesaikan magang selama lima bulan. Seluruh responden menjalani magang pertama mereka, sehingga memberikan gambaran yang relatif seragam tentang pengalaman awal memasuki dunia kerja. Tingkat kepuasan diukur melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan persentase serta indeks kepuasan.
Temuan Utama
Hasil penelitian menunjukkan gambaran yang sangat konsisten dan positif. Seluruh indikator, baik terkait pengalaman magang maupun perencanaan karier, memperoleh respons 100 persen positif (kategori “puas” dan “sangat puas”). Beberapa poin penting temuan antara lain:
- Indeks kepuasan magang mencapai 92,31 persen, masuk kategori “sangat puas”.
- Indeks kepuasan perencanaan karier setelah magang mencapai 91,38 persen, juga dalam kategori “sangat puas”.
- Mahasiswa merasa terlibat langsung dalam tugas nyata dan proyek riil, bukan sekadar pekerjaan administratif.
- Kualitas bimbingan dan supervisi dinilai sangat baik dan membantu pemahaman dunia profesional.
- Setelah magang, mahasiswa lebih percaya diri dalam menentukan tujuan karier, mengambil keputusan, dan menyusun langkah konkret seperti pengembangan portofolio dan jejaring profesional.
Temuan ini memperlihatkan bahwa magang yang dirancang dengan jelas, memiliki durasi memadai, serta didukung pembimbing yang aktif mampu menghasilkan pengalaman belajar yang bermakna.
Analisis dan Konteks Lebih Luas
Menurut Risza Putri Elburdah, tingkat kepuasan yang sangat tinggi ini tidak muncul secara kebetulan. Durasi magang yang seragam selama lima bulan memberi waktu cukup bagi mahasiswa untuk beradaptasi dan merefleksikan pembelajaran. Selain itu, sebagai pengalaman magang pertama, paparan langsung ke dunia kerja memberikan nilai tambah yang signifikan bagi mahasiswa.
Secara konseptual, hasil ini menguatkan pandangan bahwa kepuasan mahasiswa terbentuk ketika pengalaman yang diperoleh setidaknya memenuhi, bahkan melampaui, ekspektasi awal. Dalam konteks ini, magang tidak lagi dipahami sebagai kewajiban kurikuler semata, melainkan sebagai sarana pembelajaran berbasis pengalaman yang berperan strategis dalam pembentukan karier.
Dampak dan Implikasi
- Perguruan tinggi: Perlu menjaga kualitas tata kelola magang dengan memastikan kejelasan peran, relevansi tugas, serta supervisi yang konsisten. Integrasi bimbingan karier dalam program magang juga menjadi kunci.
- Mahasiswa: Temuan ini menegaskan pentingnya keterlibatan aktif dan reflektif selama magang agar manfaatnya maksimal, baik untuk pembelajaran maupun perencanaan karier.
- Industri dan organisasi mitra: Pemberian tugas nyata, umpan balik berkelanjutan, dan kesempatan berinteraksi secara profesional terbukti meningkatkan kepuasan dan kesiapan kerja mahasiswa.
Risza Putri Elburdah menegaskan bahwa “magang yang dirancang dengan pembelajaran bermakna dan bimbingan yang memadai membantu mahasiswa memahami potensi diri sekaligus arah karier yang ingin ditempuh.”
Profil Penulis
Risza Putri Elburdah adalah dosen dan peneliti di Universitas Pamulang dengan keahlian di bidang manajemen sumber daya manusia, pendidikan tinggi, dan pengembangan karier. Fokus penelitiannya meliputi kepuasan mahasiswa, pembelajaran berbasis pengalaman, serta kesiapan kerja lulusan.

0 Komentar