Keterampilan Interpersonal dan Resiliensi Tingkatkan Kesiapan Kerja Pegawai Muda Perbankan

AI Generated

FORMOSA NEWS -  Bandung - Perkembangan teknologi finansial dan regulasi yang semakin kompleks menuntut pegawai muda di sektor keuangan memiliki lebih dari sekadar kemampuan teknis. Riset terbaru yang dilakukan Riffka Fauzany, S.E., M.M., dan Nur Azizah, S.E., M.M., dari ICB Pajajaran Polytechnic Bandung pada 2025 menunjukkan bahwa keterampilan interpersonal dan resiliensi kerja menjadi kunci utama dalam membentuk kesiapan kerja generasi muda di industri perbankan. Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam International Journal of Management and Business Intelligence (IJMBI) Vol. 4 No. 1 Tahun 2026.

Studi ini penting karena sektor keuangan merupakan salah satu pilar utama stabilitas ekonomi nasional. Industri perbankan kini menghadapi tekanan ganda: percepatan digitalisasi layanan dan meningkatnya standar kepatuhan regulasi. Di tengah perubahan tersebut, banyak organisasi menyadari bahwa kualitas sumber daya manusia menentukan daya saing jangka panjang.

Tantangan Pegawai Muda di Industri Keuangan

Generasi muda mendominasi tenaga kerja baru di sektor keuangan. Mereka umumnya adaptif terhadap teknologi, tetapi masih menghadapi tantangan dalam komunikasi profesional, manajemen stres, disiplin kerja, dan penyesuaian terhadap budaya organisasi.

Kurangnya kesiapan kerja dapat berdampak langsung pada produktivitas, kualitas layanan, hingga tingkat turnover karyawan. Dalam industri yang sangat bergantung pada kepercayaan dan akurasi seperti perbankan, kelemahan pada aspek sikap dan stabilitas psikologis bisa menimbulkan risiko reputasi dan operasional.

Melibatkan 20 Pegawai Muda Perbankan di Bandung

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sebanyak 20 pegawai muda berusia 20–35 tahun dari sejumlah institusi perbankan di Bandung dilibatkan sebagai informan. Seluruh peserta memiliki pengalaman kerja minimal satu tahun.

Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, serta analisis dokumen internal organisasi. Temuan kemudian dianalisis menggunakan metode analisis tematik untuk mengidentifikasi pola utama yang muncul dari pengalaman para responden.

Tiga Temuan Utama Penelitian

Penelitian ini menemukan bahwa kesiapan kerja terbentuk dari integrasi antara keterampilan sosial, ketahanan psikologis, dan kompetensi teknis.

1. Keterampilan interpersonal mempercepat adaptasi kerja

Mayoritas responden menilai kemampuan komunikasi efektif, empati, dan kerja tim sebagai fondasi utama dalam beradaptasi di lingkungan kerja.

Pegawai yang mampu:

  • menyampaikan ide secara jelas,
  • mendengarkan secara aktif,
  • mengelola konflik secara profesional,

lebih cepat menyesuaikan diri dengan budaya organisasi dan tuntutan pelayanan nasabah.

Dalam konteks perbankan, empati menjadi faktor penting karena pegawai sering berhadapan dengan nasabah dari latar belakang dan kondisi emosional yang beragam. Pegawai dengan interpersonal skill kuat terlihat lebih percaya diri saat menangani keluhan dan menjaga kualitas layanan.

2. Resiliensi kerja menjaga stabilitas dan motivasi

Tekanan target, evaluasi kinerja, serta tuntutan kepatuhan regulasi menjadi sumber stres utama bagi pegawai muda. Banyak responden mengaku mengalami kecemasan pada masa awal bekerja.

Namun, mereka yang memiliki resiliensi tinggi mampu:

  • mengelola emosi saat menghadapi tekanan,
  • melihat kesalahan sebagai proses belajar,
  • mempertahankan motivasi dalam kondisi sulit.

Dukungan atasan, mentoring, dan lingkungan kerja yang positif terbukti memperkuat daya tahan psikologis tersebut.

3. Kesiapan kerja adalah kombinasi kompetensi dan sikap

Para responden memandang kesiapan kerja bukan hanya soal kemampuan teknis seperti penguasaan sistem perbankan dan prosedur operasional. Kesiapan kerja juga mencakup:

  • stabilitas emosional,
  • kepercayaan diri,
  • integritas,
  • disiplin dan tanggung jawab profesional.

Pegawai dengan interpersonal skill dan resiliensi tinggi cenderung lebih proaktif, siap menerima tanggung jawab tambahan, serta memperoleh evaluasi kinerja yang lebih baik.

Sinergi yang Saling Menguatkan

Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan timbal balik antara keterampilan interpersonal dan resiliensi kerja.

Kemampuan membangun relasi yang baik menciptakan dukungan sosial di tempat kerja, yang pada gilirannya memperkuat ketahanan mental. Sebaliknya, pegawai yang resilien cenderung memiliki sikap positif dan lebih terbuka dalam berinteraksi dengan rekan kerja.

Menurut Riffka Fauzany dari ICB Pajajaran Polytechnic, integrasi kedua aspek tersebut membentuk fondasi kesiapan kerja yang lebih kokoh. Pegawai muda yang memiliki kombinasi ini menunjukkan tingkat kepercayaan diri, adaptabilitas, dan komitmen karier yang lebih tinggi di sektor keuangan.

Implikasi bagi Industri dan Pendidikan

Temuan ini memiliki implikasi strategis bagi manajemen sumber daya manusia di industri perbankan.

Perusahaan tidak cukup hanya memberikan pelatihan teknis. Program pengembangan SDM perlu dirancang secara holistik, mencakup:

  • pelatihan komunikasi dan kerja tim,
  • penguatan kecerdasan emosional,
  • program mentoring dan coaching,
  • pelatihan manajemen stres dan resiliensi.

Bagi institusi pendidikan, khususnya perguruan tinggi vokasi dan manajemen, hasil penelitian ini menjadi sinyal kuat untuk memasukkan pembelajaran berbasis pengalaman, kerja tim, serta pengembangan soft skills ke dalam kurikulum.

Pendekatan ini dinilai mampu menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan riil industri keuangan.

Keterbatasan dan Arah Riset Lanjutan

Penelitian ini berfokus pada wilayah Bandung dan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jumlah partisipan terbatas. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan metode campuran dan cakupan wilayah lebih luas untuk menguji konsistensi temuan di berbagai institusi keuangan.

Meski demikian, studi ini memperkuat bukti bahwa kesiapan kerja di era digital tidak lagi semata-mata ditentukan oleh hard skills, melainkan oleh kombinasi kompetensi teknis, kematangan emosional, dan kemampuan sosial.

Profil Penulis

Riffka Fauzany, S.E., M.M.
Dosen dan peneliti di ICB Pajajaran Polytechnic, Bandung. Bidang keahlian meliputi manajemen sumber daya manusia, perilaku organisasi, dan pengembangan kompetensi kerja.

Nur Azizah, S.E., M.M.
Dosen di ICB Pajajaran Polytechnic dengan fokus penelitian pada manajemen SDM, kepuasan kerja, dan kesiapan kerja generasi muda.

Sumber Penelitian

Fauzany, R., & Azizah, N. (2026). The Role of Interpersonal Skills and Work Resilience in Enhancing Work Readiness of Young Employees in the Financial Sector. International Journal of Management and Business Intelligence (IJMBI), Vol. 4 No. 1, 25–32.

Posting Komentar

0 Komentar