Industri karoseri, khususnya yang melayani pasar B2B, berhadapan dengan konsumen yang rasional dan berhitung matang. Perusahaan logistik, distributor, hingga instansi pemerintah tidak hanya menilai produk dari tampilan luar, tetapi juga dari presisi, daya tahan, ketepatan waktu produksi, serta konsistensi layanan.
Di PT SKA, wawancara awal dengan pihak internal dan pelanggan mengungkapkan dua sisi cerita. Di satu sisi, perusahaan memiliki reputasi cukup baik dalam kekuatan konstruksi. Di sisi lain, masih ada catatan pada konsistensi finishing, presisi pintu, dan kualitas pengelasan. Tekanan dari pesaing dengan desain lebih modern dan harga lebih rendah juga semakin terasa. Situasi inilah yang membuat riset tentang niat beli ulang menjadi relevan, bukan hanya bagi PT SKA, tetapi juga bagi pelaku industri karoseri secara luas.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 120 responden yang merupakan pelanggan PT SKA dan pernah membeli produk box besi dalam satu tahun terakhir. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang dirancang berdasarkan teori pemasaran dan perilaku konsumen.
Responden berasal dari berbagai sektor usaha, seperti manufaktur, perdagangan, transportasi, dan logistik, dengan rentang usia mayoritas 25 hingga di atas 55 tahun. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk melihat seberapa besar pengaruh kualitas produk, citra perusahaan, dan harga terhadap niat beli ulang.
Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan penting yang mudah dipahami:
- Kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli ulang. Semakin baik kualitas box besi yang dirasakan pelanggan mulai dari keandalan, fungsi, hingga daya tahan semakin besar keinginan mereka untuk membeli ulang.
- Citra perusahaan menjadi faktor paling kuat dalam mendorong niat beli ulang. Reputasi, kepercayaan, dan profesionalisme PT SKA terbukti memainkan peran besar dalam keputusan pelanggan.
- Harga juga berpengaruh signifikan, terutama ketika dianggap adil dan sebanding dengan kualitas serta manfaat produk yang diterima.
Secara sederhana, pelanggan tidak hanya bertanya “seberapa kuat box besinya?”, tetapi juga “apakah perusahaan ini bisa dipercaya?” dan “apakah harga yang saya bayar masuk akal untuk jangka panjang?”.
Hasil penelitian ini memberikan pesan jelas bagi pelaku industri karoseri dan manufaktur. Investasi pada kualitas produk saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan pembangunan citra perusahaan dan strategi harga yang adil serta transparan.
Bagi dunia usaha, temuan ini bisa menjadi dasar untuk menyusun strategi pemasaran dan operasional yang lebih seimbang. Sementara itu, bagi pembuat kebijakan dan asosiasi industri, riset ini menegaskan pentingnya standar kualitas dan profesionalisme sebagai fondasi daya saing industri karoseri nasional.
Putri, Tiffanny Yesaldilla. The Influence of Product Quality, Company Image, and Price on the Intention to Repurchase Iron Box Products at Karoseri PT. Sumber Karya Abadi. Formosa Journal of Applied Sciences, Vol. 5 No. 1, hlm. 481-496. 2026
DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i1.566
URL: https://srhformosapublisher.org/index.php/fjas

0 Komentar