Kualitas Parkir Minimarket Surabaya Dinilai Cukup Baik, Responsivitas Masih Perlu Ditingkatkan
Pertumbuhan minimarket di Kota Surabaya membawa konsekuensi langsung pada kebutuhan parkir yang aman dan tertib. Sebuah riset terbaru yang ditulis Fiona Oktavia Putri, Sapto Pramono, Kresna Adhi Prahmana Putra, dan Amirul Mustofa dari Universitas Dr. Soetomo menunjukkan bahwa kualitas parkir minimarket di Surabaya secara umum berada pada kategori sedang hingga tinggi, meski masih menyisakan pekerjaan rumah pada aspek responsivitas dan keadilan layanan.
Penelitian yang dipublikasikan pada 2026 di International Journal of Integrative Sciences ini penting karena parkir bukan sekadar fasilitas pelengkap. Di kota metropolitan, parkir menjadi bagian dari layanan publik yang memengaruhi kenyamanan belanja, kelancaran lalu lintas, hingga citra tata kelola perkotaan.
Parkir sebagai Masalah Kota yang Nyata
Surabaya dikenal sebagai kota metropolitan kedua terbesar di Indonesia. Pertumbuhan ekonomi dan daya beli warga mendorong menjamurnya minimarket di kawasan permukiman maupun komersial. Di sisi lain, peningkatan mobilitas warga juga memicu lonjakan kendaraan bermotor yang membutuhkan ruang parkir memadai.
Kondisi ini kerap menimbulkan masalah klasik: parkir sempit, kendaraan tumpang tindih, hingga potensi kemacetan di depan toko. Bagi konsumen, pengalaman parkir yang buruk bisa menurunkan minat berbelanja. Bagi pemerintah kota, parkir yang tidak tertata berpotensi mengganggu ketertiban lalu lintas dan kualitas pelayanan publik.
Cara Peneliti Membaca Persepsi Konsumen
Alih-alih menilai parkir hanya dari sisi teknis, tim peneliti memilih sudut pandang pengguna. Sebanyak 51 pelanggan minimarket di Surabaya diminta mengisi kuesioner dengan skala penilaian 1–5. Penilaian ini mencakup enam aspek evaluasi kebijakan publik yang dikembangkan oleh pakar kebijakan publik William N. Dunn: efektivitas, efisiensi, kecukupan, keadilan, responsivitas, dan ketepatan.
Pendekatan ini menempatkan pengalaman pelanggan sebagai tolok ukur utama. Dengan kata lain, parkir dinilai bukan hanya “ada atau tidak”, tetapi seberapa jauh benar-benar membantu aktivitas belanja masyarakat.
Temuan Utama: Cukup Baik, Tapi Belum Ideal
Hasilnya menunjukkan gambaran yang relatif positif. Seluruh aspek parkir minimarket berada pada kategori sedang hingga tinggi, dengan nilai rata-rata antara 3,47 hingga 3,77 dari skala 5.
Beberapa temuan penting antara lain:
1. Efektivitas (mean 3,77)Parkir dinilai cukup mampu mendukung aktivitas belanja. Mayoritas responden merasa lokasi parkir mudah ditemukan dan alur keluar-masuk kendaraan relatif lancar.
2. Efisiensi (mean 3,66)
Waktu yang dibutuhkan untuk menemukan tempat parkir tergolong singkat. Ini menunjukkan pengelolaan ruang parkir sudah cukup membantu konsumen, meski belum sepenuhnya optimal.
3. Kecukupan (mean 3,63)
Parkir sepeda motor dinilai paling memadai, sejalan dengan dominasi pengguna kendaraan roda dua. Namun, ketersediaan parkir mobil masih dirasakan kurang merata di beberapa lokasi.
4. Keadilan (mean 3,62)
Layanan parkir dinilai relatif adil dan tidak diskriminatif. Meski begitu, persepsi keamanan belum sepenuhnya seragam di semua minimarket.
5. Responsivitas (mean 3,47)
Inilah aspek terendah. Sebagian konsumen menilai petugas parkir belum selalu cepat merespons permintaan bantuan atau keluhan, terutama saat kondisi ramai.
6. Ketepatan (mean 3,60)
Secara umum, kebijakan dan penataan parkir dinilai cukup sesuai dengan kondisi lapangan, walau masih perlu penyesuaian di lokasi dengan keterbatasan lahan.
Suara Akademisi: Parkir adalah Layanan Publik
Penulis korespondensi Amirul Mustofa menekankan bahwa parkir minimarket tidak bisa dipandang semata urusan pengelola toko. “Parkir adalah bagian dari layanan publik perkotaan. Kualitasnya mencerminkan bagaimana kebijakan daerah berjalan di tingkat paling dekat dengan warga,” tulisnya dalam artikel tersebut.
Temuan ini juga menegaskan bahwa regulasi saja tidak cukup. Tanpa pengawasan dan peningkatan kualitas layanan di lapangan, aturan parkir berpotensi hanya menjadi dokumen formal.
Dampak bagi Masyarakat dan Kebijakan
Bagi masyarakat, hasil riset ini memberi gambaran realistis: parkir minimarket di Surabaya sudah cukup membantu aktivitas harian, tetapi belum sepenuhnya nyaman dan responsif. Bagi pelaku usaha ritel, riset ini menjadi pengingat bahwa pengalaman pelanggan dimulai sejak kendaraan diparkir.
Sementara itu, bagi pemerintah daerah, studi ini dapat menjadi dasar evaluasi kebijakan parkir. Peningkatan kapasitas petugas, penataan ruang yang lebih adaptif, serta pengawasan yang konsisten dinilai penting untuk meningkatkan responsivitas dan rasa keadilan bagi pengguna.
Profil Singkat Penulis
Sapto Pramono, M.A., Universitas Dr. Soetomo.
Kresna Adhi Prahmana Putra, M.A. Universitas Dr. Soetomo.
Amirul Mustofa, S.Sos., M.AP., Universitas Dr. Soetomo,
Sumber Penelitian
Putri, F. O., Pramono, S., Putra, K. A. P., & Mustofa, A. (2026). Evaluation of Minimarket Parking Quality Based on Customer Perception in Surabaya City. International Journal of Integrative Sciences, Vol. 5 No. 2.
DOI: https://doi.org/10.55927/ijis.v5i2.2
Official URL : https://journalijis.my.id/index.php/ijis/index
0 Komentar