Penelitian yang dilakukan pada akhir 2025 hingga awal 2026 ini menyoroti bagaimana Home Industry Reginda Jamur Crispy di Kota Banjar, Jawa Barat, berhasil memanfaatkan komoditas yang sering dianggap remeh menjadi produk bernilai ekonomi tinggi
Mengubah Tantangan Menjadi Peluang Bisnis
Sektor UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia
Pare dipilih karena ketersediaannya yang stabil sepanjang tahun di wilayah Banjar, meskipun nilai komersialnya sebelumnya tergolong rendah
Bedah Strategi: Pendekatan Ilmiah untuk Pertumbuhan UMKM
Untuk menentukan arah pengembangan bisnis yang akurat, Nur Faiqoh Izzati dan tim menggunakan pendekatan riset campuran (kualitatif dan kuantitatif) melalui metode studi kasus
Data tersebut kemudian diolah menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk memetakan kekuatan dan kelemahan usaha
Temuan Utama: Posisi Agresif di Pasar Camilan Sehat
Hasil analisis menunjukkan bahwa Home Industry Reginda berada pada Kuadran I dalam diagram SWOT, yang berarti bisnis ini berada dalam posisi Strategi Agresif
Beberapa temuan kunci dari riset ini meliputi:
- Keunggulan Cita Rasa Unik: Rasa khas pare crispy menjadi pembeda utama (diferensiasi) yang tidak dimiliki oleh pesaing camilan jamur lainnya
. - Stabilitas Bahan Baku: Lokasi usaha di Banjar memudahkan akses terhadap bahan baku pare lokal, sehingga proses produksi lebih efisien dan berkelanjutan
. - Dukungan Pemerintah: Tersedianya program pembinaan, pameran UMKM, dan akses permodalan dari pemerintah menjadi peluang emas untuk ekspansi
. - Kapasitas Produksi Sebagai Kendala: Meskipun memiliki potensi besar, keterbatasan modal dan alat produksi modern masih menjadi hambatan internal yang perlu segera diatasi
.
Rekomendasi Strategi Prioritas
Berdasarkan perhitungan QSPM, strategi yang mendapatkan skor tertinggi (STAS 15.08) adalah memanfaatkan keunikan rasa pare crispy sebagai keunggulan kompetitif
"Strategi diversifikasi ini dianggap mampu meningkatkan daya saing usaha dan mendukung keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang," tulis Nur Faiqoh Izzati dalam laporannya
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat
Riset ini membuktikan bahwa pemberdayaan potensi lokal melalui sentuhan teknologi pangan sederhana dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa
Secara lebih luas, keberhasilan diversifikasi pare crispy ini diharapkan dapat menginspirasi UMKM lain di Indonesia untuk lebih berani melakukan inovasi produk
Profil Penulis
- Nur Faiqoh Izzati, S.P. – Alumnus Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian dan Perikanan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Memiliki minat riset pada strategi pemasaran dan pengembangan UMKM pangan lokal
. - Dumasari Lumongga, Dr., M.S. – Dosen senior di Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan kepakaran di bidang sosiologi pertanian dan pemberdayaan masyarakat
. - Muhammad Amir Biky, S.P., M.P. – Akademisi di Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang fokus pada manajemen agribisnis
. - Watemin, S.P., M.P. dan Pujiati Utami, S.P., M.P. – Peneliti dan dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang aktif mengkaji dinamika ekonomi pertanian dan lingkungan
.
Sumber Penelitian
Judul Artikel: Business Development Strategy through Product Diversification of Crispy Bitter Melon in the Reginda Crispy Mushroom Home Industry

0 Komentar