Diversifikasi Pare Crispy: Strategi Jitu UMKM Reginda Tingkatkan Daya Saing Melalui Inovasi Pangan Lokal

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Purwokerto - Inovasi produk berbasis bahan baku lokal menjadi kunci utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk bertahan di tengah ketatnya persaingan industri camilan. Sebuah studi mendalam yang dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto mengungkapkan bahwa diversifikasi produk berupa pare crispy (pare renyah) memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Riset yang dipimpin oleh Nur Faiqoh Izzati bersama Dumasari Lumongga, Muhammad Amir Biky, Watemin, dan Pujiati Utami ini dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Agriculture and Environmental Analytics (IJAEA) edisi 2026.

Penelitian yang dilakukan pada akhir 2025 hingga awal 2026 ini menyoroti bagaimana Home Industry Reginda Jamur Crispy di Kota Banjar, Jawa Barat, berhasil memanfaatkan komoditas yang sering dianggap remeh menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Temuan ini menjadi sangat penting karena memberikan peta jalan strategis bagi pelaku usaha sektor pangan untuk merespons perubahan preferensi konsumen yang kini semakin meminati camilan sehat berbasis kearifan lokal.

Mengubah Tantangan Menjadi Peluang Bisnis

Sektor UMKM merupakan tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Namun, banyak pelaku usaha rumah tangga masih terjebak pada ketergantungan satu jenis produk saja. Reginda Jamur Crispy, yang telah beroperasi sejak 2017, awalnya hanya memproduksi jamur krispi. Menghadapi persaingan pasar yang jenuh, sang pemilik melakukan terobosan dengan mengolah pare (Momordica charantia L.) menjadi camilan renyah.

Pare dipilih karena ketersediaannya yang stabil sepanjang tahun di wilayah Banjar, meskipun nilai komersialnya sebelumnya tergolong rendah. Secara medis, pare kaya akan antioksidan, vitamin C, dan polifenol yang bermanfaat bagi kesehatan. Dengan teknik pengolahan yang tepat, rasa pahit alami pare dapat dikurangi sehingga menghasilkan cita rasa unik yang disukai konsumen. Langkah diversifikasi ini bukan sekadar menambah variasi, melainkan strategi cerdas untuk meminimalkan risiko ketergantungan pada satu komoditas saja.

Bedah Strategi: Pendekatan Ilmiah untuk Pertumbuhan UMKM

Untuk menentukan arah pengembangan bisnis yang akurat, Nur Faiqoh Izzati dan tim menggunakan pendekatan riset campuran (kualitatif dan kuantitatif) melalui metode studi kasus. Peneliti melakukan wawancara mendalam dengan pemilik usaha serta mendistribusikan kuesioner kepada karyawan untuk memotret kondisi internal dan eksternal secara nyata.

Data tersebut kemudian diolah menggunakan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk memetakan kekuatan dan kelemahan usaha. Tahap akhir analisis menggunakan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) guna menentukan prioritas strategi yang paling efektif untuk diterapkan.

Temuan Utama: Posisi Agresif di Pasar Camilan Sehat

Hasil analisis menunjukkan bahwa Home Industry Reginda berada pada Kuadran I dalam diagram SWOT, yang berarti bisnis ini berada dalam posisi Strategi Agresif. Dengan skor koordinat (0.69; 0.34), usaha ini memiliki kekuatan internal yang sangat dominan untuk menangkap peluang pasar yang tersedia.

Beberapa temuan kunci dari riset ini meliputi:

  • Keunggulan Cita Rasa Unik: Rasa khas pare crispy menjadi pembeda utama (diferensiasi) yang tidak dimiliki oleh pesaing camilan jamur lainnya.
  • Stabilitas Bahan Baku: Lokasi usaha di Banjar memudahkan akses terhadap bahan baku pare lokal, sehingga proses produksi lebih efisien dan berkelanjutan.
  • Dukungan Pemerintah: Tersedianya program pembinaan, pameran UMKM, dan akses permodalan dari pemerintah menjadi peluang emas untuk ekspansi.
  • Kapasitas Produksi Sebagai Kendala: Meskipun memiliki potensi besar, keterbatasan modal dan alat produksi modern masih menjadi hambatan internal yang perlu segera diatasi.

Rekomendasi Strategi Prioritas

Berdasarkan perhitungan QSPM, strategi yang mendapatkan skor tertinggi (STAS 15.08) adalah memanfaatkan keunikan rasa pare crispy sebagai keunggulan kompetitif. Tim peneliti menekankan bahwa kekuatan produk yang spesifik akan lebih efektif dalam membentuk persepsi positif konsumen dibandingkan sekadar perang harga.

"Strategi diversifikasi ini dianggap mampu meningkatkan daya saing usaha dan mendukung keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang," tulis Nur Faiqoh Izzati dalam laporannya. Peneliti juga menyarankan agar UMKM Reginda mulai memperkuat kemasan produk (branding) dan mengoptimalkan kanal pemasaran digital seperti media sosial dan marketplace untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat

Riset ini membuktikan bahwa pemberdayaan potensi lokal melalui sentuhan teknologi pangan sederhana dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Bagi dunia pendidikan, penelitian ini menjadi model praktis penerapan manajemen strategis pada sektor ekonomi kerakyatan.

Secara lebih luas, keberhasilan diversifikasi pare crispy ini diharapkan dapat menginspirasi UMKM lain di Indonesia untuk lebih berani melakukan inovasi produk. Dengan memanfaatkan dukungan pemerintah dalam bentuk bantuan modal dan pelatihan, industri rumah tangga dapat bertransformasi menjadi bisnis yang lebih profesional dan kompetitif di era digital.

Profil Penulis

  • Nur Faiqoh Izzati, S.P. – Alumnus Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian dan Perikanan, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Memiliki minat riset pada strategi pemasaran dan pengembangan UMKM pangan lokal.
  • Dumasari Lumongga, Dr., M.S. – Dosen senior di Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan kepakaran di bidang sosiologi pertanian dan pemberdayaan masyarakat.
  • Muhammad Amir Biky, S.P., M.P. – Akademisi di Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang fokus pada manajemen agribisnis.
  • Watemin, S.P., M.P. dan Pujiati Utami, S.P., M.P. – Peneliti dan dosen Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang aktif mengkaji dinamika ekonomi pertanian dan lingkungan.

Sumber Penelitian

Judul Artikel: Business Development Strategy through Product Diversification of Crispy Bitter Melon in the Reginda Crispy Mushroom Home Industry Jurnal: Indonesian Journal of Agriculture and Environmental Analytics (IJAEA) Tahun Publikasi: 2026 Volume & Nomor: Vol. 5, No. 1, hlm. 159-174 DOI: https://doi.org/10.55927/ijaea.v5i1.16066 URL: https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijaea

Posting Komentar

0 Komentar