Sumatera Selatan— Laporan
Keuangan Berkualitas Jadi Kunci UMKM Lebih Mudah Dapat Pinjaman. Penelitian
yang dilakukan oleh Yesita Astarina, Dwi Riana, Ulfah Muharramah, Geovanny
Mahardika, Sakhi Chelsea Khoirunnisa, dan Cinta Cahaya Putri dari Politeknik
Negeri Sriwijaya, bersama Nur Riana Binti Abdul Rahim dari Politeknik Mukah
Sarawak yang dipublikasikan pada International Journal of Business and Applied
Economics (IJBAE) Vol. 5, No. 1 January 2026.
Studi
dilakukan pada 2025 terhadap UMKM binaan Rumah BUMN Sumatera Selatan dan
dipublikasikan pada 2026. Hasilnya penting karena akses modal masih menjadi
hambatan utama pertumbuhan UMKM Indonesia.
UMKM
adalah tulang punggung ekonomi nasional, tetapi banyak pelaku usaha kecil
kesulitan menembus pembiayaan formal. Bank dan lembaga keuangan menuntut
laporan keuangan yang jelas, sementara sebagian besar UMKM belum terbiasa
melakukan pencatatan yang sistematis. Di sinilah literasi keuangan dan kualitas
laporan keuangan bertemu sebagai faktor penentu. Penelitian ini menunjukkan
keduanya bukan sekadar pelengkap administratif, melainkan penentu kepercayaan
lembaga pembiayaan.
Bagaimana
penelitian dilakukan
Tim
peneliti mengumpulkan data dari 50 UMKM yang pernah mengajukan
pembiayaan ke lembaga keuangan formal dalam dua tahun terakhir. Responden
adalah pemilik atau pengelola usaha yang terlibat langsung dalam pengelolaan
keuangan, dengan usaha beroperasi minimal dua tahun. Data dikumpulkan lewat
kuesioner dan dianalisis menggunakan pendekatan statistik untuk melihat
hubungan sebab-akibat antarvariabel. Fokusnya pada tiga hal: literasi keuangan,
kualitas laporan keuangan, dan kemudahan akses pembiayaan.
Secara
sederhana, peneliti ingin melihat:
- apakah
pemahaman keuangan membantu UMKM mendapatkan pembiayaan,
- apakah
pemahaman itu juga meningkatkan kualitas laporan keuangan, dan
- apakah
laporan keuangan yang baik benar-benar mempermudah pinjaman.
Temuan
utama penelitian
Hasilnya
menunjukkan pola yang konsisten dan kuat:
- Literasi
keuangan berpengaruh langsung pada akses pembiayaan dengan pengaruh positif yang
signifikan. Artinya, makin paham pelaku usaha mengelola uang, makin mudah
mereka mendapatkan pinjaman.
- Literasi
keuangan sangat kuat meningkatkan kualitas laporan keuangan. Pelaku usaha yang memahami
konsep keuangan dasar cenderung menyusun catatan yang lebih rapi, relevan,
dan dapat dipercaya.
- Kualitas
laporan keuangan ikut menentukan kemudahan akses pembiayaan. Laporan yang jelas mengurangi
keraguan lembaga keuangan terhadap kondisi usaha.
- Laporan
keuangan berperan sebagai “jembatan”. Literasi keuangan tidak hanya berdampak
langsung, tetapi juga tidak langsung lewat perbaikan kualitas laporan
keuangan. Dengan kata lain, pengetahuan keuangan diterjemahkan menjadi
dokumen yang bisa dibaca bank, dan itulah yang membuka pintu pembiayaan.
Model penelitian menunjukkan lebih dari separuh variasi kemudahan akses pembiayaan dapat dijelaskan oleh literasi keuangan dan kualitas laporan keuangan. Ini angka yang besar untuk studi UMKM, menandakan faktor manajerial internal punya dampak nyata.
Kenapa
laporan keuangan begitu penting?
Bagi
bank, laporan keuangan adalah “bahasa” utama untuk menilai risiko. Dari sana
terlihat arus kas, keuntungan, beban, dan stabilitas usaha. Tanpa laporan yang
andal, lembaga keuangan menghadapi ketidakpastian tinggi. Penelitian ini
menegaskan bahwa laporan keuangan berkualitas mengurangi kesenjangan informasi
antara UMKM dan pemberi dana, sehingga kepercayaan meningkat.
Yesita
Astarina dan tim menunjukkan bahwa literasi keuangan membentuk kebiasaan
mencatat transaksi, memahami biaya dan pendapatan, serta menyusun laporan yang
bisa dibandingkan dari waktu ke waktu. Itu membuat UMKM terlihat lebih
profesional di mata kreditur.
Dampak
bagi pelaku usaha dan pembuat kebijakan
Temuan
ini memberi pesan jelas: pelatihan literasi keuangan tidak boleh berhenti pada
teori. Program pendampingan perlu langsung mengajarkan cara menyusun laporan
keuangan sederhana tapi standar. Bagi Rumah BUMN dan lembaga pendamping lain,
modul praktis pencatatan digital bisa jadi investasi besar untuk meningkatkan
keberhasilan pembiayaan UMKM.
Bagi
perbankan, hasil ini mendukung pendekatan pembiayaan yang terintegrasi dengan
edukasi. Mengakui sertifikat pelatihan keuangan atau kualitas pembukuan sebagai
indikator positif dalam analisis kredit dapat memperluas inklusi keuangan.
Di
level kebijakan, penelitian ini memperlihatkan bahwa peningkatan literasi keuangan
bukan sekadar isu edukasi, tetapi strategi ekonomi. Ketika UMKM lebih mudah
mengakses modal, kapasitas produksi, daya saing, dan penciptaan lapangan kerja
ikut terdorong.
Profil
Penulis
- Yesita Astarina –Politeknik Negeri Sriwijaya
- Dwi Riana –Politeknik Negeri Sriwijaya
- Ulfah Muharramah –Politeknik Negeri Sriwijaya
- Geovanny Mahardika –Politeknik Negeri Sriwijaya
- Sakhi Chelsea Khoirunnisa –Politeknik Negeri Sriwijaya
- Cinta Cahaya Putri –Politeknik Negeri Sriwijaya
- Nur Riana Binti Abdul Rahim –Politeknik Mukah Sarawak
Sumber penelitian
Astarina, Y., Riana, D., Muharramah, U., Rahim, N.R.B.A., Mahardika, G.,
Khoirunnisa, S.C., & Putri, C.C. (2026). From Literacy to Loans:
Unlocking MSMEs Financing Through Quality of Financial Reporting. International
Journal of Business and Applied Economics (IJBAE) Vol. 5, No. 1 January 2026:
437-450
DOI: https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i1.593
URL Resmi: https://nblformosapublisher.org/index.php/ijbae
.png)
0 Komentar