Analisis Pelaksanaan Supervisi Akademik Pengawas Pembina di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Tanjung Kabupaten Tabalong


Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Tabalong - Supervisi Akademik di SMKN 2 Tanjung Dinilai Belum Efektif, Studi STIA Bina Banua Ungkap Kesenjangan Praktik. Penelitian yang dilakukan oleh Bainah, Nuril Mawaddah, dan Bakhtiar dari STIA Bina Banua Banjarmasin dalam artikel ilmiah yang terbit di Asian Formosa Journal of Applied Sciences. (FJAS) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 menyoroti bahwa supervisi akademik berperan langsung dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pembelajaran, khususnya di sekolah kejuruan yang menyiapkan lulusan siap kerja.

Penelitian yang dilakukan oleh BainahNuril Mawaddah, dan Bakhtiar dari STIA Bina Banua Banjarmasin menyoroti bahwa supervisi akademik oleh pengawas pembina di SMKN 2 Tanjung cenderung bersifat administratif

Latar Belakang: Supervisi Guru Jadi Kunci Mutu Pendidikan

Salah satu instrumen penting dalam pembinaan guru adalah supervisi akademik, yang seharusnya berfungsi sebagai pendampingan profesional, bukan sekadar pengawasan dokumen. Tanpa supervisi yang efektif, guru berisiko tertinggal dalam mengembangkan metode dan praktik pengajaran yang sesuai. Namun, berbagai kajian nasional menunjukkan bahwa supervisi akademik di banyak sekolah masih belum berjalan optimal.

Cara Penelitian Dilakukan

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan kondisi supervisi akademik secara nyata di lapangan. Data dikumpulkan melalui:

  • Wawancara mendalam
  • Observasi langsung
  • Studi dokumentasi

Sebanyak 12 informan terlibat, terdiri dari wakil kepala sekolah, ketua program keahlian, dan guru. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memahami supervisi akademik tidak hanya sebagai kebijakan tertulis, tetapi sebagai praktik yang dialami langsung oleh pendidik di sekolah.

Temuan Utama: Supervisi Berjalan, Tetapi Tidak Sistematis

Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan signifikan antara ketentuan normatif supervisi akademik dan praktik di lapangan. Temuan utama dapat diringkas sebagai berikut:

Perencanaan supervisi lemah, Pengawas pembina tidak menyusun perencanaan supervisi secara tertulis dan sistematis. Tidak ada jadwal jelas, tujuan supervisi tidak dikomunikasikan kepada guru, dan instrumen supervisi tidak terdokumentasi. Kondisi ini membuat supervisi dipersepsikan sebagai kegiatan insidental.

Pelaksanaan didominasi pemeriksaan dokumen, Supervisi lebih sering berupa pemeriksaan silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Observasi langsung di kelas hanya dilakukan pada sebagian guru, dengan durasi singkat. Akibatnya, pengawas tidak memperoleh gambaran utuh tentang proses pembelajaran yang sebenarnya.

Evaluasi minim dan tidak terdokumentasi, Evaluasi hasil supervisi jarang dilakukan secara individual dan mendalam. Guru umumnya hanya menerima pertanyaan singkat tanpa umpan balik terstruktur mengenai kelebihan dan kekurangan praktik mengajar mereka.

Tidak ada tindak lanjut pembinaan, Tahap tindak lanjut menjadi kelemahan paling serius. Tidak ditemukan program pembinaan lanjutan, pelatihan, atau pendampingan yang dirancang berdasarkan hasil supervisi. Supervisi berhenti tanpa dampak berkelanjutan.

Dampak bagi Pendidikan Kejuruan

Temuan penelitian ini memiliki implikasi luas, terutama bagi pendidikan kejuruan:

  • Bagi guru, minimnya pembinaan menghambat pengembangan kompetensi profesional.
  • Bagi sekolah, kualitas pembelajaran sulit meningkat jika supervisi tidak berjalan efektif.
  • Bagi pembuat kebijakan, hasil ini menjadi peringatan perlunya penguatan sistem supervisi, pelatihan pengawas, dan mekanisme evaluasi yang akuntabel.

Profil Penulis

Bainah, S.Pd., M.PdDosen STIA Bina Banua Banjarmasin.
Bidang keahlian manajemen dan supervisi pendidikan.

Nuril Mawaddah, M.Pd. Dosen STIA Bina Banua Banjarmasin.
Fokus pada supervisi akademik dan profesionalisme guru.

Bakhtiar, M.Pd. Dosen STIA Bina Banua Banjarmasin.
Bidang keahlian kepemimpinan dan manajemen pendidikan kejuruan.

Sumber Penelitian

Bainah & Nuril Mawaddah. Analysis of the Implementation of Academic Supervision of Supervisor Supervisors at State Vocational High School 2 Tanjung, Tabalong Regency”. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS) Vol. 5 No. 1, 2025, hlm. 85-96.


Posting Komentar

0 Komentar