Analisis Konten Pariwisata Alam Lampung di Media Sosial (Studi Perbandingan Akun Instagram @Lampung dan @Potraitlampung)

Ilustrasi by AI

Lampung Instagram Dominasi Promosi Wisata Alam Lampung, Studi Ungkap Pola Konten Dua Akun Populer. Penelitian yang dilakukan oleh Toni Wijaya, Hartoyo, dan Andy Cory Wardani dari Universitas Lampung yang terbit Januari 2026 di International Journal of Education and Life Sciences (IJELS).

Penelitian ini menelaah isi unggahan dua akun populer, @lampuung dan @potraitlampung, dan menemukan bahwa narasi visual tentang alam lebih sering muncul dibanding tema lain. Temuan ini penting karena media sosial kini berperan seperti media berita sekaligus etalase utama promosi destinasi, terutama bagi generasi muda.

Cara Studi Dilakukan

Tim peneliti menggunakan pendekatan kualitatif. Mereka menganalisis unggahan Instagram dari 1 Januari hingga 30 Juni 2025. Fokusnya mencakup jenis konten (foto, video, reels), tema wisata, gaya komunikasi visual dan teks, representasi destinasi, serta interaksi audiens seperti likes dan komentar. Analisis menggunakan perspektif pemasaran konten digital, kerangka 7C media sosial, dan pembacaan kontekstual terhadap praktik unggahan. Platform lain seperti TikTok atau YouTube tidak termasuk dalam studi ini.

Wisata Alam Paling Menonjol

Data menunjukkan kategori wisata alam paling dominan. Dari unggahan yang dianalisis, terdapat 10 konten bertema alam — 4 dari @lampuung dan 6 dari @potraitlampung. Lokasi yang sering muncul antara lain:

  • Jati Forest Camping and Coffee
  • Celosia Flower Garden
  • Lumbok Seminung
  • Itera Botanical Garden
  • Embun Sedampah Hill
  • Acacia Valley

Konten ini tidak hanya memberi informasi destinasi, tetapi dikemas sebagai pengalaman emosional: suasana “healing”, relaksasi, dan pelarian dari rutinitas. Visual lanskap hijau, bunga warna-warni, dan panorama danau memperkuat daya tarik estetika.

Mengapa Alam Mendominasi?

Studi mencatat beberapa faktor:

• Visual kuat. Instagram berbasis gambar, sehingga panorama alam mudah menarik perhatian.
• Engagement tinggi. Konten alam memicu lebih banyak interaksi, komentar, dan repost.
• Narasi mudah dipahami. Pesan “liburan awal tahun” atau “rekomendasi healing” cepat diproses audiens.
• Kesesuaian algoritma. Konten visual estetis lebih mudah muncul di halaman eksplorasi.

Perbedaan Gaya Dua Akun

Peneliti menemukan perbedaan pendekatan:

  • @lampuung menampilkan gaya lebih informatif dan merepresentasikan identitas wisata daerah.
  • @potraitlampung menonjolkan sisi personal, artistik, dan human interest, termasuk potret kehidupan lokal.

Perbedaan ini menunjukkan strategi komunikasi yang dipengaruhi tujuan akun, kedekatan dengan audiens, dan logika algoritma platform.

Implikasi bagi Pengembangan Pariwisata

Ketergantungan pada wisata alam dinilai efektif secara digital, tetapi berisiko jika tidak diimbangi diversifikasi. Lampung memiliki potensi budaya, kuliner, edukasi, dan event yang belum terepresentasi kuat. Jika promosi hanya menonjolkan alam, persepsi publik terhadap Lampung bisa menjadi sempit.

Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi pariwisata berkelanjutan perlu dimulai dari strategi konten digital, bukan hanya pembangunan fisik destinasi. Diversifikasi narasi di media sosial dapat memperluas citra Lampung sebagai tujuan wisata yang lengkap dan beragam.

Mengapa Ini Penting

Media sosial tidak sekadar mencerminkan realitas wisata, tetapi membentuk imajinasi publik tentang suatu daerah. Apa yang sering muncul di feed akan dianggap sebagai identitas utama destinasi. Dengan kata lain, strategi konten digital berperan langsung dalam arah perkembangan pariwisata daerah.

Profil Penulis

  • Dr. Toni Wijaya, M.Si – Universitas Lampung
  • Hartoyo, M.Si Universitas Lampung
  • Andy Cory Wardani, M.I.Kom –Universitas Lampung

Sumber Penelitian

Toni Wijaya, Hartoyo, Andy Cory Wardani. 2026. “Analysis of Lampung Nature Tourism Contents on Social Media (Comparative Study of the Instagram Accounts @Lampuung and @Potraitlampung).”

International Journal of Education and Life Sciences (IJELS), Vol. 4 No. 1, hlm. 23–32.

 DOI: https://doi.org/10.59890/ijels.v4i1.258.

URL Resmi: https://ntlmultitechpublisher.my.id/index.php/ijels


Posting Komentar

0 Komentar