Analisis Kebijakan Publik Terkait Faktor Politik pada Desa Studi Kasus: Desa Kertawinangun Kecamatan Kedawung


Gambar Ilustrasi AI

FORMOSA NEWS - Cirebon - Politik Lokal Menentukan Arah Kebijakan Desa Kertawinangun Cirebon. Penelitian yang dilakukan oleh Sri Wulandari, Aliyya Malika Rachmah, Selviana Monika, Dinda Putri Sri Lestari, Alfian Ramdhani, dan Maftuh Ahnan Sulaiman dari Universitas Swadaya Gunung Jati   dalam artikel ilmiah yang terbit di Formosa Journal of Applied Sciences. (FJAS) edisi Vol. 5 No. 1 Tahun 2026 menyoroti bahwa pemerintah desa memiliki kewenangan lebih luas dalam mengelola pembangunan dan anggaran. 

Penelitian yang dilakukan oleh 
Sri WulandariAliyya Malika RachmahSelviana MonikaDinda Putri Sri LestariAlfian Ramdhani, dan Maftuh Ahnan Sulaiman dari Universitas Swadaya Gunung Jati menyoroti bahwa Otonomi tersebut membuka peluang bagi desa untuk berkembang, namun sekaligus menghadirkan dinamika politik baru yang memengaruhi proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan. 

Politik sebagai Faktor Penentu Kebijakan Desa

Desa Kertawinangun dipilih sebagai lokasi penelitian karena mencerminkan dinamika politik desa yang aktif. Para peneliti menemukan bahwa kebijakan desa tidak hanya dibentuk oleh prosedur administratif, tetapi juga oleh interaksi kepentingan antara kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, dan warga.

Dalam praktiknya, keputusan tentang prioritas pembangunan, penggunaan Dana Desa, hingga pelaksanaan program sangat dipengaruhi oleh relasi politik antaraktor tersebut. Politik lokal menjadi ruang negosiasi kepentingan yang menentukan siapa diuntungkan dan bagaimana kebijakan dijalankan.

 

Metodologi yang Membumi

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara dengan aparatur desa dan masyarakat, serta analisis dokumen kebijakan desa. Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat langsung proses kebijakan dari perencanaan hingga implementasi, termasuk hambatan politik yang muncul di lapangan.

 

Temuan Utama Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan beberapa poin penting:

  • Kepemimpinan kepala desa menjadi faktor paling dominan dalam menentukan arah kebijakan dan prioritas anggaran.
  • Hubungan politik antara kepala desa dan BPD berpengaruh besar terhadap kelancaran atau hambatan pelaksanaan kebijakan.
  • Dinamika politik lokal dan afiliasi politik memengaruhi dukungan dari pemerintah di tingkat kabupaten dan program dari pusat.
  • Partisipasi masyarakat melalui musyawarah desa menjadi arena politik tempat berbagai kepentingan dinegosiasikan.
  • Alokasi Dana Desa kerap dipengaruhi pertimbangan politik, bukan semata kebutuhan riil masyarakat.

Penelitian ini juga mencatat berbagai hambatan akibat pengaruh politik, seperti konflik kepentingan antar elite desa, polarisasi pasca pemilihan kepala desa, politisasi anggaran, lemahnya mekanisme pengawasan, hingga praktik patronase dan nepotisme.

 

Implikasi bagi Tata Kelola Desa

Menurut para peneliti, pengaruh politik yang tidak dikelola dengan baik dapat menurunkan efektivitas kebijakan dan kepercayaan masyarakat. Namun, jika diarahkan secara demokratis, politik justru dapat menjadi sarana untuk memperkuat partisipasi warga dan meningkatkan kualitas kebijakan publik.

 

Beberapa rekomendasi strategis yang diajukan antara lain digitalisasi informasi desa, penguatan kapasitas BPD, musyawarah desa yang inklusif, pembentukan kelompok pemantau independen, serta peningkatan literasi politik masyarakat. Langkah-langkah ini dinilai penting untuk memastikan kebijakan desa lebih transparan, adil, dan berpihak pada kepentingan publik.


Profil Penulis

Sri Wulandari, S.Sos., M.AP. Dosen dan peneliti bidang kebijakan publik dan pemerintahan desa, Universitas Swadaya Gunung Jati.

Aliyya Malika Rachmah Peneliti muda bidang administrasi publik, Universitas Swadaya Gunung Jati.

Selviana Monika Peneliti bidang politik lokal dan pemerintahan desa, Universitas Swadaya Gunung Jati.

Dinda Putri Sri Lestari Peneliti bidang kebijakan publik dan pembangunan desa, Universitas Swadaya Gunung Jati.

Alfian Ramdhani Peneliti bidang tata kelola pemerintahan dan kebijakan desa, Universitas Swadaya Gunung Jati.

Maftuh Ahnan Sulaiman Peneliti bidang administrasi publik dan partisipasi masyarakat, Universitas Swadaya Gunung Jati.

 

Sumber Penelitian

Sri Wulandari, Aliyya Malika Rachmah,  Selviana Monika, Dinda Putri Sri Lestari, Alfian Ramdhani, Maftuh Ahnan Sulaiman. Public Policy Analysis Related to Political Factors in Villages: Case Study Kertawinangun Village, Kedawung District. Formosa Journal of Applied Sciences (FJAS), Vol. 5 No. 1, hlm  401–412. 2026.

DOI: https://doi.org/10.55927/fjas.v5i1.573

URL Resmi: https://srhformosapublisher.org/index.php/fjas


Posting Komentar

0 Komentar