Analisis Bias Kognitif dan Ambiguitas dalam Pengambilan Keputusan Akuntansi Manajerial

Ilustrasi by AI

Jawa— Bias Psikologis dan Ambiguitas Hambat Akurasi Keputusan Keuangan di Lingkungan Militer. Penelitian yang dilakukan oleh Aprian Pitra Gustama dan Sofia Windiarti, dan dipublikasikan pada Januari 2026 dalam International Journal of Business and Applied Economics.

 Penelitian yang dilakukan oleh Aprian Pitra Gustama dan Sofia Windiarti mengungkap bahwa bias psikologis dan ambiguitas organisasi masih menjadi faktor utama yang menghambat akurasi pengambilan keputusan akuntansi manajerial di lingkungan militer. Riset ini menunjukkan bahwa kepercayaan diri berlebihan, ketergantungan pada data lama, serta ketidakjelasan informasi dan peran kerja dapat menurunkan kualitas perencanaan anggaran dan pengawasan keuangan di Komando Daerah Militer Iskandar Muda, Aceh. Temuan ini penting karena menyangkut akuntabilitas pengelolaan keuangan negara di sektor pertahanan.

Tantangan Pengelolaan Keuangan di Organisasi Militer

Sebagai institusi publik, organisasi militer memiliki tanggung jawab besar dalam mengelola dana negara secara efisien, transparan, dan akuntabel. Anggaran digunakan untuk mendukung operasi, logistik, pelatihan, dan berbagai aktivitas strategis.

Namun, berbeda dengan perusahaan swasta, pengambilan keputusan di lingkungan militer berlangsung dalam struktur yang sangat hierarkis, penuh tekanan waktu, serta dibatasi prosedur birokrasi yang ketat. Kondisi ini sering kali membuat proses analisis keuangan tidak sepenuhnya rasional.

Dalam situasi seperti itu, pengambil keputusan cenderung mengandalkan pengalaman pribadi, intuisi, dan kebiasaan lama. Di sinilah bias kognitif dan ambiguitas organisasi mulai memainkan peran penting.

Menurut peneliti, banyak keputusan keuangan di sektor publik masih dipengaruhi oleh faktor psikologis, bukan semata-mata oleh data objektif.

Metode Penelitian: Wawancara dan Observasi Langsung

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali pengalaman langsung para pengambil keputusan keuangan.

Riset dilakukan di Komando Daerah Militer Iskandar Muda, Banda Aceh, yang dipilih karena memiliki sistem pengelolaan anggaran yang kompleks dan melibatkan banyak unit kerja.

Para peneliti mewawancarai sejumlah pejabat yang terlibat langsung dalam pengelolaan keuangan, termasuk unsur perencanaan, pengawasan, dan administrasi. Data juga dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif serta analisis dokumen anggaran dan laporan keuangan.

Seluruh data dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, dengan validasi menggunakan triangulasi sumber, diskusi sejawat, dan konfirmasi kepada informan.

Pendekatan ini memungkinkan peneliti memperoleh gambaran mendalam tentang dinamika pengambilan keputusan di lapangan.

Temuan Utama: Bias dan Ambiguitas Masih Dominan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan akuntansi manajerial di lingkungan Kodam Iskandar Muda tidak hanya dipengaruhi oleh sistem formal, tetapi juga oleh faktor psikologis dan ketidakpastian organisasi.

1. Kepercayaan Diri Berlebihan (Overconfidence)

Banyak pengambil keputusan terlalu mengandalkan pengalaman masa lalu dalam menyusun anggaran dan menentukan prioritas kegiatan.

Kepercayaan diri yang tinggi memang mempercepat proses kerja, tetapi sering mengurangi ketelitian analisis, terutama ketika kondisi operasional berubah.

Akibatnya, estimasi anggaran berisiko tidak akurat.

2. Ketergantungan pada Data Lama (Anchoring)

Penelitian menemukan bahwa angka anggaran tahun sebelumnya sering dijadikan patokan utama dalam perencanaan baru.

Meskipun kebutuhan dan situasi berubah, penyesuaian sering kali terbatas karena keputusan “terkunci” pada data awal.

Pola ini membuat anggaran kurang responsif terhadap dinamika lapangan.

3. Pengaruh Informasi yang Mudah Diingat (Availability Bias)

Pengambil keputusan cenderung lebih memperhatikan pengalaman atau kasus yang paling sering dibicarakan, bukan data terbaru dalam laporan resmi.

Masalah lama yang menonjol sering mendapat porsi perhatian lebih besar, sementara informasi lain terabaikan.

Hal ini menurunkan kualitas analisis secara keseluruhan.

4. Ketidakjelasan Informasi, Peran, dan Tujuan

Selain bias psikologis, penelitian juga menemukan tingginya ambiguitas organisasi, antara lain:

  • Laporan keuangan yang terlambat atau tidak lengkap
  • Tumpang tindih tugas antarunit
  • Perbedaan pemahaman tentang prioritas kegiatan

Ketidakjelasan ini menciptakan ketidakpastian dalam pengambilan keputusan.

Dampak Gabungan: Keputusan Berbasis Intuisi

Interaksi antara bias kognitif dan ambiguitas organisasi membuat pengambil keputusan semakin mengandalkan intuisi dan persepsi pribadi.

Ketika data tidak lengkap dan peran tidak jelas, pengalaman pribadi menjadi rujukan utama. Kondisi ini memperkuat pengaruh bias dan melemahkan analisis rasional.

Penelitian menunjukkan bahwa situasi ini berdampak langsung pada:

  • Ketepatan estimasi anggaran
  • Kualitas evaluasi kinerja
  • Efektivitas pengendalian internal

Dengan kata lain, kelemahan perilaku dan sistem dapat menurunkan akuntabilitas keuangan.

Implikasi bagi Pengelolaan Keuangan Publik

Temuan ini memberikan pelajaran penting bagi sektor pertahanan dan lembaga publik lainnya.

Bagi Institusi Militer

Organisasi militer perlu memperkuat sistem informasi keuangan yang terintegrasi, cepat, dan akurat. Data yang lengkap akan mengurangi ketergantungan pada intuisi.

Bagi Pengelola Anggaran

Pelatihan analisis keuangan dan pengambilan keputusan berbasis data perlu ditingkatkan agar personel mampu menilai informasi secara objektif.

Bagi Pembuat Kebijakan

Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk memperbaiki sistem pengawasan, memperjelas pembagian tugas, dan memperkuat mekanisme kontrol internal.

Bagi Sektor Publik

Studi ini menegaskan bahwa reformasi keuangan tidak cukup dengan digitalisasi, tetapi juga harus menyentuh aspek perilaku sumber daya manusia.

Pandangan Para Peneliti

Aprian Pitra Gustama dan Sofia Windiarti menekankan bahwa kualitas keputusan keuangan merupakan hasil interaksi antara sistem, manusia, dan struktur organisasi.

Menurut mereka, bias kognitif tidak dapat dihilangkan sepenuhnya, tetapi dapat diminimalkan melalui pendidikan, sistem informasi yang baik, dan pengawasan yang kuat.

Mereka juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran tentang risiko bias dalam setiap proses pengambilan keputusan.

Profil Singkat Penulis

  • Aprian Pitra Gustama, S.E., M.Ak. - Universitas Achmad Yani.
  • Sofia Windiarti, S.E., M.Ak. - Universitas Achmad Yani.

Sumber Penelitian

Gustama, Windiarti. Analysis of Cognitive Bias and Ambiguity in Managerial Accounting Decision Making International Journal of Business and Applied Economics (IJBAE) Volume 5, Nomor 1, 2026, Halaman 505–512

DOI:https://doi.org/10.55927/ijbae.v5i1.599                                                          

URL: https://nblformosapublisher.org/index.php/ijbae


Posting Komentar

0 Komentar