Respons Petani terhadap Terapi Herbal Menggunakan Daun Jambu dan Bubuk Kunyit untuk Mengobati Diare Domba di Desa Gumelem, Kecamatan Pakis


Ilustrasi by AI 

Magelang- Penggunaan daun jambu biji dan kunyit sebagai terapi herbal diare pada domba terbukti efektif dan diterima dengan baik oleh petani. Temuan ini dilaporkan oleh Ajar Budiarji, Nanda Putra Darma Mangku Luhur, dan Annisa Putri Cahyani dari Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang dalam artikel ilmiah yang dipublikasikan pada 2026 di International Journal of Applied and Advanced Multidisciplinary Research. Hasil penelitian ini penting karena menawarkan solusi kesehatan ternak yang murah, mudah diterapkan, dan berkelanjutan bagi peternak rakyat.

Diare masih menjadi penyebab utama penurunan produktivitas dan kematian ternak domba di tingkat petani kecil. Ketergantungan pada obat kimia sering kali terkendala biaya dan akses, sehingga alternatif berbasis bahan alami menjadi semakin relevan.

Tantangan Kesehatan Ternak di Tingkat Petani

Di banyak wilayah pedesaan, peternak menghadapi keterbatasan pengetahuan dan sarana dalam menangani penyakit ternak. Diare pada domba sering ditangani secara reaktif, tanpa pendekatan pencegahan dan pemahaman yang memadai. Kondisi ini berdampak langsung pada pendapatan petani dan keberlanjutan usaha ternak.

Peneliti mencatat bahwa bahan herbal seperti daun jambu biji (Psidium guajava) dan kunyit (Curcuma domestica) sebenarnya mudah diperoleh di lingkungan petani, namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai terapi ternak.

Metodologi Penelitian Secara Sederhana

Penelitian ini dilakukan melalui kegiatan penyuluhan dan pendampingan petani dengan pendekatan One Group Pre Test–Post Test. Sebanyak 30 anggota Kelompok Wanita Tani “Pakarti Utomo” di Desa Gumelem, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang terlibat sebagai responden.

Petani diberikan pelatihan langsung mengenai:

  • pembuatan serbuk daun jambu biji dan kunyit,

  • cara pemberian kepada ternak domba yang mengalami diare,

  • serta pemantauan perubahan kondisi ternak.

Perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani diukur sebelum dan sesudah penyuluhan.

Temuan Utama Penelitian

Hasil penelitian menunjukkan respons petani yang sangat positif terhadap inovasi terapi herbal ini. Beberapa temuan utama meliputi:

  • Efektivitas penyuluhan mencapai 82,7 persen, masuk kategori sangat efektif

  • Perubahan perilaku petani mencapai 66,4 persen, tergolong efektif

  • Petani mampu mempraktikkan pembuatan dan penggunaan obat herbal secara mandiri

  • Terapi herbal dinilai aman, murah, dan mudah diterapkan

Analisis lanjutan menunjukkan bahwa pengalaman beternak berpengaruh signifikan terhadap tingkat penerimaan inovasi. Sementara itu, faktor usia, tingkat pendidikan formal, dan jumlah tanggungan keluarga tidak menunjukkan pengaruh yang berarti.

Dampak dan Implikasi Praktis

Penelitian ini memiliki implikasi langsung bagi pengembangan peternakan rakyat. Terapi herbal berbasis daun jambu biji dan kunyit dapat:

  • mengurangi ketergantungan pada obat kimia,

  • menekan biaya pengobatan ternak,

  • meningkatkan kemandirian petani,

  • serta mendukung praktik peternakan yang lebih ramah lingkungan.

Para penulis dari Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang menegaskan bahwa keberhasilan inovasi ini sangat dipengaruhi oleh pendekatan penyuluhan yang partisipatif dan aplikatif, bukan sekadar penyampaian teori.

Profil Penulis

Ajar Budiarji, adalah dosen dan peneliti di Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta–Magelang dengan keahlian di bidang penyuluhan peternakan dan kesehatan ternak.

Nanda Putra Darma Mangku Luhur, merupakan akademisi yang fokus pada pengembangan inovasi peternakan rakyat dan adopsi teknologi tepat guna.

Annisa Putri Cahyani, adalah peneliti muda di bidang penyuluhan pertanian dan pemberdayaan petani berbasis sumber daya lokal.

Sumber Penelitian

Judul artikel jurnal:
Farmers Response to Herbal Therapy Using Guava Leaf and Turmeric Powder for Treating Sheep Diarrhea in Gumelem Village Pakis District

Nama jurnal:
International Journal of Applied and Advanced Multidisciplinary Research (IJAAMR)

Tahun publikasi:
2026

Volume dan nomor:
Volume 4, Nomor 1

Halaman:
17–30

DOI:

URL resmi jurnal:

Posting Komentar

0 Komentar