Biaya
Logistik Indonesia Masih Tinggi
Sektor
logistik menjadi tulang punggung distribusi barang di Indonesia, tetapi
efisiensinya masih tertinggal. Biaya logistik nasional diperkirakan mencapai
23–25 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Banyak truk beroperasi hanya
dengan 35–45 persen kapasitas muatan, dan sekitar 60–80 persen kendaraan
kembali tanpa muatan setelah pengiriman. Kondisi ini menyebabkan pemborosan
bahan bakar, waktu kerja, serta biaya pemeliharaan.
Pendekatan
Penelitian yang Digunakan
Peneliti dari Telkom University menerapkan desain
penelitian campuran dengan kerangka Design Thinking yang berfokus
pada kebutuhan pengguna. Prosesnya mencakup lima tahap utama:
- Empathize – Wawancara dan observasi terhadap enam pemangku kepentingan, termasuk manajer, staf operasional, admin, dan pengemudi eksternal.
- Define – Mengidentifikasi masalah operasional utama berdasarkan pengalaman pengguna.
- Ideate – Menghasilkan lebih dari 40 gagasan solusi sistem.
- Prototype – Mengembangkan prototipe web FMS berbasis kerangka kerja Laravel.
- Test – Menguji kegunaan sistem menggunakan UEQ-S (User Experience Questionnaire Short) dan analitik perilaku Microsoft Clarity.
Fitur
Utama Sistem Manajemen Armada
Prototipe
FMS yang dikembangkan memiliki tiga modul inti:
Modul Manajemen Pesanan
Menstandarkan proses pembuatan pesanan dan pengiriman, mengurangi kesalahan
manual, serta menyimpan riwayat data.
Modul Penugasan Armada dan Koordinasi Vendor
Memungkinkan penugasan truk internal atau pengemudi eksternal secara digital
dan transparan.
Modul Dasbor dan Laporan
Menyediakan data waktu nyata tentang volume pesanan, alokasi armada, dan
indikator kinerja.
Hasil
Pengujian Pengalaman Pengguna
Evaluasi
sistem menunjukkan hasil kuat:
- Skor kinerja Microsoft Clarity: 84/100
- Tidak ditemukan “rage clicks”, menandakan navigasi lancar
- Skor kualitas pragmatis UEQ-S: 2,50
- Skor kualitas hedonis UEQ-S: 1,90
- Masuk kategori “Excellent” (10 persen teratas) dalam tolok ukur UEQ-S
Hasil ini
menunjukkan sistem dinilai efisien, mudah dipahami, dan menarik secara visual,
faktor penting untuk adopsi teknologi jangka panjang.
Implikasi
Lebih Luas
Bagi
pembuat kebijakan, efisiensi armada mendukung penurunan biaya logistik
nasional. Bagi pelaku usaha, koordinasi lebih baik meningkatkan ketepatan waktu
pengiriman. Bagi pekerja, sistem yang sederhana mengurangi tekanan kerja
administratif.
Penelitian
ini juga menunjukkan bahwa kombinasi Design Thinking dan evaluasi kuantitatif
pengalaman pengguna dapat menjadi model pengembangan teknologi logistik di
Indonesia.
Profil
Penulis
Fajar
Irvan Setyawan –
Peneliti sistem bisnis digital dan logistik, School of Economics and Business,
Telkom University.
Astri Ghina – Dosen dan peneliti inovasi serta desain berpusat pada
manusia, Telkom University.
Sumber
Penelitian

0 Komentar