Pengaruh Sosial dan Diskon Mendorong Belanja Impulsif Gen Z di TikTok Shop

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Yogyakarta - Belanja impulsif di TikTok Shop pada kalangan Generasi Z di Indonesia dipicu kuat oleh pengaruh sosial dan keuntungan ekonomi, dengan perasaan senang dan puas sebagai faktor penentu utama. Temuan ini diungkapkan oleh Muhammad Fadhel Kusumojati dan Albari dari Universitas Islam Indonesia dalam riset yang dipublikasikan pada 2026 di Formosa Journal of Multidisciplinary Research. Studi ini penting karena menjelaskan mekanisme psikologis di balik kebiasaan belanja spontan Gen Z di platform social commerce yang kini semakin dominan.

Penelitian tersebut menyoroti bagaimana interaksi sosial—seperti komentar positif, rekomendasi influencer, dan tren viral—serta insentif ekonomi berupa diskon, cashback, dan promo terbatas, memengaruhi emosi pengguna TikTok Shop. Hasilnya menunjukkan bahwa rasa senang dan kepuasan (pleasure) berperan lebih besar dibandingkan dorongan emosional sesaat (arousal) dalam mendorong keputusan belanja tanpa perencanaan.

Fenomena Belanja Spontan di Era Social Commerce

Integrasi media sosial dan e-commerce telah mengubah cara konsumen berbelanja. TikTok Shop memungkinkan pengguna membeli produk langsung dari video atau siaran langsung, menciptakan pengalaman belanja yang cepat, visual, dan sangat sosial. Bagi Generasi Z—kelompok yang tumbuh bersama media digital—lingkungan ini sangat efektif memicu keputusan pembelian spontan.

Konten video yang menarik, komentar real-time, jumlah penonton yang tinggi, serta testimoni dari influencer menciptakan persepsi bahwa suatu produk sedang “diburu banyak orang”. Ditambah dengan promosi berbatas waktu, kondisi ini membangun tekanan psikologis untuk segera membeli agar tidak tertinggal.

Metodologi Penelitian Singkat dan Mudah Dipahami

Penelitian ini melibatkan 200 responden Generasi Z di Indonesia yang aktif menggunakan TikTok Shop dan pernah melakukan pembelian tidak terencana. Data dikumpulkan melalui survei kuesioner tertutup dan dianalisis menggunakan model statistik untuk melihat hubungan sebab-akibat antar faktor.

Pendekatan ini memungkinkan peneliti menilai secara simultan pengaruh faktor sosial dan ekonomi terhadap emosi konsumen, serta dampaknya pada perilaku belanja impulsif. Model analisis yang digunakan mampu menguji hubungan langsung dan tidak langsung dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Temuan Utama Penelitian

Hasil riset menunjukkan beberapa poin penting:

  • Pengaruh sosial berperan signifikan dalam mendorong belanja impulsif. Rekomendasi influencer, komentar positif, dan tren viral meningkatkan kemungkinan pembelian spontan.
  • Keuntungan ekonomi menjadi pemicu terkuat. Diskon, cashback, dan promo terbatas secara langsung meningkatkan kecenderungan belanja impulsif.
  • Arousal atau rasa bersemangat sesaat tidak cukup kuat untuk mendorong pembelian impulsif secara langsung.
  • Pleasure atau rasa senang dan puas terbukti menjadi faktor kunci yang mendorong keputusan belanja spontan.
  • Kombinasi pengaruh sosial dan keuntungan ekonomi menjelaskan hampir setengah variasi perilaku belanja impulsif Gen Z di TikTok Shop.

Temuan ini menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya bereaksi terhadap rangsangan sesaat, tetapi lebih terdorong oleh pengalaman belanja yang menyenangkan dan memuaskan secara emosional.

Mengapa Rasa Senang Lebih Penting dari Sekadar Antusiasme

Penelitian ini menemukan bahwa meskipun konten promosi dan interaksi sosial mampu memicu antusiasme, perasaan tersebut bersifat cepat berubah. Sebaliknya, rasa senang dan puas memberikan dorongan emosional yang lebih stabil dan mendalam, sehingga lebih efektif mendorong tindakan pembelian.

Bagi Generasi Z, belanja bukan sekadar memenuhi kebutuhan, tetapi juga menjadi bagian dari hiburan dan ekspresi diri. Ketika proses belanja terasa menyenangkan—didukung konten kreatif, interaksi sosial positif, dan perasaan “mendapatkan keuntungan”—keputusan impulsif menjadi lebih mungkin terjadi.

Dampak bagi Dunia Usaha dan Kebijakan Publik

Temuan ini memiliki implikasi luas. Bagi pelaku usaha dan pengelola TikTok Shop, strategi pemasaran yang efektif tidak cukup hanya mengandalkan diskon besar atau konten yang memicu kegembiraan sesaat. Menciptakan pengalaman belanja yang menyenangkan dan memuaskan menjadi kunci utama.

Bagi pembuat kebijakan dan pendidik, hasil penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan literasi konsumen digital. Pemahaman tentang bagaimana emosi memengaruhi keputusan belanja dapat membantu generasi muda lebih bijak mengelola perilaku konsumtif di platform digital.

Profil Singkat Penulis

Muhammad Fadhel Kusumojati, S.M.
Peneliti bidang pemasaran digital dan perilaku konsumen
Universitas Islam Indonesia

Prof. Dr. Albari, S.E., M.Si.
Guru Besar Manajemen Pemasaran
Universitas Islam Indonesia

Keduanya aktif meneliti dinamika perilaku konsumen di era e-commerce dan social commerce.

Sumber Penelitian

Kusumojati, M. F., & Albari. (2026). The Mechanism of Impulsive Buying among Generation Z on TikTok Shop: A Study of Social Influence and Economic Benefit through Arousal and Pleasure. Formosa Journal of Multidisciplinary Research, Vol. 5 No. 1, 57–76. DOI: 10.55927/fjmr.v5i1.668 

Posting Komentar

0 Komentar