Nilai-Nilai Keluarga dalam Film Raya and The Last Dragon karya Don Hall dan Carlos Lopez Estrada



Nilai Keluarga Asia Tenggara Jadi Kunci Emosi Film Raya and the Last Dragon, Ungkap Riset Unimed

Film animasi Disney Raya and the Last Dragon (2021) ternyata tidak hanya menyuguhkan petualangan fantasi, tetapi juga menyimpan pesan mendalam tentang nilai keluarga Asia Tenggara. Temuan ini diungkap oleh tim peneliti dari Universitas Negeri Medan (Unimed) dalam artikel ilmiah yang terbit di International Journal of Advanced Technology and Social Sciences (IJATSS) pada 2025. Penelitian ini dipimpin oleh Atika Anjani bersama empat rekannya dari Unimed, dan menyoroti bagaimana hubungan keluarga, kepercayaan, serta kebersamaan menjadi fondasi emosional cerita film tersebut—sekaligus relevan bagi masyarakat global saat ini.

Penelitian ini penting karena Raya and the Last Dragon merupakan salah satu film Disney pertama yang secara eksplisit mengangkat inspirasi budaya Asia Tenggara untuk audiens dunia. Dengan popularitas Disney yang sangat besar, representasi nilai budaya dalam film ini berpotensi membentuk cara pandang generasi muda terhadap keluarga, kepercayaan sosial, dan kerja sama lintas perbedaan.

Film Fantasi dengan Akar Nilai Keluarga Asia

Dalam banyak masyarakat Asia Tenggara, keluarga tidak hanya dipahami sebagai hubungan darah, tetapi juga sebagai komunitas moral tempat nilai-nilai seperti saling percaya, tanggung jawab bersama, dan pengorbanan ditanamkan sejak dini. Latar inilah yang menjadi fokus kajian tim Unimed.

Para peneliti menyoroti bahwa kisah Raya berpusat pada hubungan ayah dan anak—Raya dan Chief Benja—serta proses terbentuknya “keluarga pilihan” (chosen family) melalui pertemuan Raya dengan Sisu dan para sekutunya. Nilai-nilai ini mencerminkan budaya kolektif Asia Tenggara, yang menempatkan harmoni dan kepentingan bersama di atas kepentingan individu.

“Film ini menunjukkan bahwa keluarga bisa berbentuk biologis maupun sosial, selama diikat oleh kepercayaan dan tanggung jawab bersama,” tulis para peneliti dalam artikelnya.

Metode: Membaca Film Lewat Adegan dan Dialog

Alih-alih menggunakan pendekatan statistik, penelitian ini memakai analisis kualitatif deskriptif. Seluruh durasi film Raya and the Last Dragon—sekitar 107 menit—ditelaah secara mendalam, mulai dari alur cerita, dialog, simbol visual, hingga perkembangan karakter.

Kerangka analisis yang digunakan adalah Teori Family Bonding dari Van Wel (1994), yang mengidentifikasi tujuh nilai utama dalam hubungan keluarga

1. Attachment (kelekatan emosional)

2. Commitment (komitmen)

3. Interdependence (saling ketergantungan)

4. Closeness (kedekatan)

5. Trust (kepercayaan)

6. Intimacy (keintiman emosional)

7. Love (cinta)

Setiap nilai ini dilacak melalui adegan-adegan kunci, terutama interaksi Raya dengan ayahnya dan dengan anggota tim yang kemudian menjadi keluarga pilihannya.

Tujuh Nilai Keluarga dalam Kisah Raya

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh nilai tersebut hadir secara konsisten dan saling terkait dalam film.

1. Kelekatan (Attachment) tampak kuat dalam hubungan Raya dan Benja. Adegan pengorbanan Benja demi menyelamatkan Raya menjadi pemicu emosional utama perjalanan Raya.

2. Komitmen (Commitment) tercermin dari tekad Raya untuk melanjutkan visi ayahnya: menyatukan kembali negeri Kumandra, meski harus menghadapi trauma dan pengkhianatan.

3. Saling ketergantungan (Interdependence) muncul ketika Raya belajar menerima bantuan dari orang lain, menyadari bahwa menyelamatkan dunia tidak bisa dilakukan sendirian.

4. Kedekatan (Closeness) dibangun melalui percakapan jujur dan kerentanan, termasuk momen-momen kecil yang menunjukkan empati antar karakter.

5. Kepercayaan (Trust) menjadi inti moral film. Kalimat Raya, “It’s not about magic. It’s about trust,” dipandang peneliti sebagai puncak pesan nilai keluarga yang diwariskan dari ayah ke anak.

6. Keintiman (Intimacy) terlihat saat Raya membuka luka batinnya kepada Sisu, mengakui bahwa trauma masa lalu membuatnya sulit percaya.

7. Cinta (Love) menjadi benang merah yang menyatukan semua nilai, baik dalam bentuk pengorbanan orang tua maupun dukungan tanpa syarat dari keluarga pilihan.

Menurut tim peneliti, kepercayaan dalam film ini tidak digambarkan sebagai sikap naif, melainkan sebagai pilihan sadar yang berani—sebuah nilai yang sangat dekat dengan etika keluarga Asia.

Dampak bagi Masyarakat dan Pendidikan

Temuan ini memiliki implikasi luas, terutama bagi dunia pendidikan, industri kreatif, dan pembuat kebijakan budaya. Film populer seperti Raya and the Last Dragon dapat menjadi media efektif untuk menanamkan nilai sosial kepada anak dan remaja tanpa kesan menggurui.

Bagi pendidik, film ini bisa dimanfaatkan sebagai bahan diskusi tentang empati, kerja sama, dan penyelesaian konflik. Bagi industri kreatif, riset ini menunjukkan bahwa nilai budaya lokal dapat dikemas secara global tanpa kehilangan makna. Sementara itu, bagi masyarakat luas, pesan film ini relevan di tengah dunia yang kerap terpecah oleh konflik dan ketidakpercayaan.

Para peneliti Unimed menilai bahwa keberhasilan Disney mengangkat nilai Asia Tenggara dalam film ini membuka peluang bagi representasi budaya lain yang lebih beragam dan bermakna di layar global.

Profil Singkat Penulis

1.  Atika Anjani, S.S., M.Hum. – Dosen dan peneliti di Universitas Negeri Medan, fokus pada kajian sastra, film, dan budaya populer.

2. Nadya Anggita Angreni Br. Lubis, S.S. – Peneliti bidang kajian film dan budaya.

3. Yulies Pristina Simanjuntak, S.S. – Peneliti sastra dan representasi budaya.

4. Yohana Afriana Siagian, S.S. – Peneliti kajian media dan narasi populer.

5. Syamsul Bahri, M.Hum. – Akademisi dengan keahlian budaya dan kajian film.

Seluruh penulis berafiliasi dengan Universitas Negeri Medan (Unimed).

Sumber Penelitian

Anjani, A., Lubis, N. A. A. B., Simanjuntak, Y. P., Siagian, Y. A., & Bahri, S. (2025). Family Values in Don Hall and Carlos López Estrada’s Movie Raya and the Last Dragon. International Journal of Advanced Technology and Social Sciences (IJATSS), Vol. 4 No. 1.
DOI/URL: https://journal.multitechpublisher.com/index.php/ijatts

Posting Komentar

0 Komentar