Penelitian yang dipublikasikan dalam Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR) volume 5 nomor 1 tahun 2026 ini menyoroti bagaimana aparat kepolisian di Kota Pahlawan berupaya memenuhi ekspektasi publik melalui layanan yang lebih manusiawi dan sistematis
Transformasi Layanan: Dari Prosedur Kaku Menuju Pendekatan Humanis
Latar belakang penelitian ini berpijak pada tuntutan masyarakat akan kualitas pelayanan publik yang transparan dan akuntabel
Dalam mengkaji fenomena ini, Dewandaru dan Widiyarta menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara mendalam kepada informan kunci, observasi langsung di Mapolrestabes Surabaya, serta dokumentasi arsip laporan kriminal
Hasil penelitian menunjukkan beberapa temuan utama terkait efektivitas layanan di Polrestabes Surabaya:
- Respons Cepat dan Humanis: Petugas dinilai tanggap dalam menerima laporan tanpa membedakan latar belakang suku, agama, atau status sosial pelapor
. Bahkan, dalam kasus tertentu, polisi mengedepankan jalur restorative justice atau perdamaian kekeluargaan sebagai alternatif penyelesaian masalah yang lebih cepat . - Alur Birokrasi yang Terintegrasi: Proses penanganan dimulai dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) yang kemudian didistribusikan ke unit Reserse Kriminal (Reskrim) terkait dalam waktu maksimal 24 jam untuk pengolahan data awal
. - Akurasi Data Digital: Penggunaan sistem pelaporan digital membantu meningkatkan ketelitian dokumentasi informasi, sehingga meminimalisir kesalahan prosedur dan meningkatkan kepercayaan publik
. - Pengawasan Internal yang Ketat: Terdapat sistem jadwal kerja 24 jam yang diawasi langsung oleh atasan serta adanya ruang layanan pengaduan masyarakat (Dumasan) yang dikoordinasikan oleh Seksi Pengawasan (Siwas) dan Propam
.
Tantangan di Balik Sisa Kasus yang Belum Tuntas
Meskipun tingkat keberhasilan mencapai lebih dari 78 persen, masih terdapat sekitar 21,54 persen laporan yang belum terselesaikan sepenuhnya
AKP Komar Sasmito, salah satu informan dalam studi ini, menekankan bahwa masyarakat tidak perlu merasa terbebani dengan prosedur teknis saat melapor
Implikasi bagi Kebijakan dan Masyarakat
Studi ini memberikan kontribusi penting bagi reformasi birokrasi di lingkungan Polri. Implikasinya jelas: peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknis dan stabilitas mental merupakan kunci utama dalam menjaga kualitas pelayanan publik
Penelitian ini merekomendasikan perlunya evaluasi berkelanjutan untuk menekan angka sisa kasus yang belum tuntas agar kepuasan masyarakat dapat maksimal
Profil Penulis:
- Ario Dewandaru, S.AP., M.AP. (Kand.): Mahasiswa pascasarjana di Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, dengan fokus keahlian pada Manajemen Pelayanan Publik dan Administrasi Negara.
- Agus Widiyarta, S.Sos., M.Si.: Dosen senior di Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur, pakar di bidang kebijakan publik dan tata kelola pemerintahan.
Sumber Penelitian:
Dewandaru, A., & Widiyarta, A. (2026). Responsiveness of the Surabaya City Police in Handling Reports of Criminal Acts in Surabaya City. Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR), 5(1), 197-216. DOI:

0 Komentar