Bukan Sekadar Canggih, Nilai Sosial dan Ekonomi Jadi Kunci Adaptasi Rumah Pintar di Bekasi

Ilustrasi by AI

FORMOSA NEWS - Bekasi - Teknologi rumah pintar (smart home) kini bukan lagi sekadar tren gaya hidup mewah, melainkan kebutuhan strategis untuk mendukung efisiensi energi di kawasan penyangga ibu kota. Sebuah studi terbaru yang dilakukan oleh Zulkifli Puteh bersama James E.D. Rilatupa dan Aryantono Martowidjojo dari Program Magister Arsitektur, Universitas Kristen Indonesia (UKI), mengungkapkan bahwa keberhasilan adopsi teknologi ini sangat bergantung pada keselarasan nilai sosial dan kapasitas ekonomi penggunanya. Penelitian yang dipublikasikan pada awal 2026 di Formosa Journal of Multidisciplinary Research ini memberikan panduan penting bagi pengembang properti dalam merancang hunian masa depan yang lebih berkelanjutan di wilayah Bekasi.
Temuan ini menjadi krusial di tengah pesatnya pembangunan hunian tapak di Kabupaten Bekasi, yang kini tercatat sebagai wilayah dengan populasi terbanyak ketiga di Jawa Barat. Selain sebagai solusi kenyamanan, teknologi rumah pintar dipandang sebagai langkah nyata untuk menekan emisi gas rumah kaca dari sektor konstruksi dan residensial yang menyumbang sekitar 24,6% emisi nasional.

Menakar Kesiapan Warga Bekasi Terhadap Teknologi

Bekasi, sebagai salah satu penyangga utama Jakarta, memiliki dinamika kependudukan yang unik dengan tingkat literasi teknologi dan kapasitas ekonomi yang beragam. Fokus penelitian ini tertuju pada kawasan Grand Duta City Bekasi, sebuah pengembangan hunian modern yang mengintegrasikan konsep smart home melalui sistem otomatisasi berbasis aplikasi untuk mengatur pencahayaan, suhu, dan penggunaan energi.

Zulkifli Puteh dan timnya berupaya menjawab tantangan mengapa implementasi teknologi canggih sering kali tidak berjalan optimal di lapangan. Mereka menggeser paradigma dari sekadar kecanggihan perangkat keras menjadi pendekatan yang lebih berorientasi pada manusia (human-centered approach). Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 144 responden, tim peneliti menguji bagaimana nilai sosial, kebutuhan keluarga, dan konteks ekonomi memengaruhi kecepatan serta keberlanjutan adaptasi teknologi tersebut.

Faktor Ekonomi Menjadi Penentu Utama

Berdasarkan hasil analisis data, penelitian ini menemukan bahwa faktor ekonomi dan aksesibilitas memiliki pengaruh yang paling dominan terhadap kemampuan warga dalam beradaptasi dengan sistem rumah pintar. Berikut adalah poin-poin temuan utama dari riset tersebut:

  • Dominasi Ekonomi dan Aksesibilitas: Kapasitas finansial rumah tangga, keterjangkauan biaya operasional perangkat, serta kemudahan akses ke infrastruktur digital merupakan penentu utama keberhasilan adaptasi.
  • Peran Nilai Sosial dan Hubungan Keluarga: Keselarasan teknologi dengan nilai-nilai keluarga, kemampuan perangkat dalam mendukung aktivitas harian, serta pola interaksi sosial di dalam rumah tangga secara signifikan mendorong penerimaan teknologi.
  • Kombinasi Faktor: Secara simultan, faktor sosial dan ekonomi mampu menjelaskan hingga 86,2% variasi dalam tingkat adaptasi pengguna terhadap rumah pintar.
  • Kesesuaian dengan Rutinitas: Teknologi yang tidak sesuai dengan gaya hidup atau kebiasaan domestik warga cenderung akan menghadapi resistensi, meskipun secara teknis perangkat tersebut sangat efisien.

Teknologi Sebagai Sistem Sosioteknis

Tim peneliti dari Universitas Kristen Indonesia menekankan bahwa rumah pintar harus dipahami sebagai "sistem sosioteknis". Artinya, teknologi tidak berdiri sendiri sebagai benda netral, melainkan produk proses sosial yang harus berinteraksi secara harmonis dengan rutinitas domestik dan norma sosial masyarakat setempat.

“Keberhasilan implementasi teknologi rumah pintar sangat bergantung pada keselarasan dengan nilai-nilai sosial masyarakat, yang didukung oleh kapasitas ekonomi dan kemudahan akses terhadap teknologi tersebut,” tulis Puteh dalam laporannya. Temuan ini menggarisbawahi risiko eksklusi sosial jika teknologi rumah pintar hanya bisa diakses oleh kelompok tertentu, yang pada akhirnya justru memperlebar jurang ketimpangan digital di lingkungan hunian.

Rekomendasi bagi Pengembang dan Kebijakan Publik

Riset ini memberikan implikasi luas bagi industri properti dan pembuat kebijakan di Indonesia. Bagi pengembang hunian seperti Grand Duta City dan penyedia layanan teknologi, disarankan untuk merancang sistem yang tidak hanya menekankan pada kecanggihan, tetapi juga mengedepankan aspek harga yang terjangkau (affordability) dan kemudahan penggunaan (user-friendly).

Di sisi lain, bagi pemerintah daerah dan perencana kota, dukungan kebijakan berupa insentif, standarisasi teknis, serta program literasi teknologi bagi masyarakat menjadi sangat penting. Langkah-langkah ini diperlukan untuk memastikan bahwa komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca melalui sektor perumahan dapat tercapai sesuai target Nationally Determined Contribution (NDC).

Dengan adanya keseimbangan antara inovasi teknologi dan pemahaman mendalam terhadap konteks lokal, Bekasi berpotensi menjadi model bagi pengembangan kota pintar yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.

Profil Penulis

  • Zulkifli Puteh: Peneliti utama dan mahasiswa Program Magister Arsitektur di Universitas Kristen Indonesia (UKI), fokus pada integrasi teknologi dalam desain hunian modern.
  • James E.D. Rilatupa: Dosen dan pakar arsitektur di Universitas Kristen Indonesia, memiliki keahlian dalam pengembangan struktur bangunan dan teknologi lingkungan.
  • Aryantono Martowidjojo: Peneliti
    dan akademisi di Program Magister Arsitektur Universitas Kristen Indonesia, berfokus pada dinamika sosial dan perencanaan ruang perkotaan
    .

Sumber Penelitian

Judul Artikel: The Influence of Social Values and Economic Context on User Adaptation to Adaptive Smart Homes in Grand Duta City Bekasi Penulis: Zulkifli Puteh, James E.D. Rilatupa, Aryantono Martowidjojo Nama Jurnal: Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR) Volume & Tahun: Vol. 5 No. 1, 2026 DOI: https://doi.org/10.55927/fjmr.v5i1.687 URL Resmi: https://npaformosapublisher.org/index.php/fjmr

Posting Komentar

0 Komentar