Menakar Kesiapan Warga Bekasi Terhadap Teknologi
Bekasi, sebagai salah satu penyangga utama Jakarta, memiliki dinamika kependudukan yang unik dengan tingkat literasi teknologi dan kapasitas ekonomi yang beragam
Zulkifli Puteh dan timnya berupaya menjawab tantangan mengapa implementasi teknologi canggih sering kali tidak berjalan optimal di lapangan
Faktor Ekonomi Menjadi Penentu Utama
Berdasarkan hasil analisis data, penelitian ini menemukan bahwa faktor ekonomi dan aksesibilitas memiliki pengaruh yang paling dominan terhadap kemampuan warga dalam beradaptasi dengan sistem rumah pintar
- Dominasi Ekonomi dan Aksesibilitas: Kapasitas finansial rumah tangga, keterjangkauan biaya operasional perangkat, serta kemudahan akses ke infrastruktur digital merupakan penentu utama keberhasilan adaptasi
. - Peran Nilai Sosial dan Hubungan Keluarga: Keselarasan teknologi dengan nilai-nilai keluarga, kemampuan perangkat dalam mendukung aktivitas harian, serta pola interaksi sosial di dalam rumah tangga secara signifikan mendorong penerimaan teknologi
. - Kombinasi Faktor: Secara simultan, faktor sosial dan ekonomi mampu menjelaskan hingga 86,2% variasi dalam tingkat adaptasi pengguna terhadap rumah pintar
. - Kesesuaian dengan Rutinitas: Teknologi yang tidak sesuai dengan gaya hidup atau kebiasaan domestik warga cenderung akan menghadapi resistensi, meskipun secara teknis perangkat tersebut sangat efisien
.
Teknologi Sebagai Sistem Sosioteknis
Tim peneliti dari Universitas Kristen Indonesia menekankan bahwa rumah pintar harus dipahami sebagai "sistem sosioteknis"
“Keberhasilan implementasi teknologi rumah pintar sangat bergantung pada keselarasan dengan nilai-nilai sosial masyarakat, yang didukung oleh kapasitas ekonomi dan kemudahan akses terhadap teknologi tersebut,” tulis Puteh dalam laporannya
Rekomendasi bagi Pengembang dan Kebijakan Publik
Riset ini memberikan implikasi luas bagi industri properti dan pembuat kebijakan di Indonesia. Bagi pengembang hunian seperti Grand Duta City dan penyedia layanan teknologi, disarankan untuk merancang sistem yang tidak hanya menekankan pada kecanggihan, tetapi juga mengedepankan aspek harga yang terjangkau (affordability) dan kemudahan penggunaan (user-friendly)
Di sisi lain, bagi pemerintah daerah dan perencana kota, dukungan kebijakan berupa insentif, standarisasi teknis, serta program literasi teknologi bagi masyarakat menjadi sangat penting
Dengan adanya keseimbangan antara inovasi teknologi dan pemahaman mendalam terhadap konteks lokal, Bekasi berpotensi menjadi model bagi pengembangan kota pintar yang inklusif dan berkelanjutan di masa depan.
Profil Penulis
- Zulkifli Puteh: Peneliti utama dan mahasiswa Program Magister Arsitektur di Universitas Kristen Indonesia (UKI), fokus pada integrasi teknologi dalam desain hunian modern
. - James E.D. Rilatupa: Dosen dan pakar arsitektur di Universitas Kristen Indonesia, memiliki keahlian dalam pengembangan struktur bangunan dan teknologi lingkungan
. - Aryantono Martowidjojo: Peneliti
dan akademisi di Program Magister Arsitektur Universitas Kristen Indonesia, berfokus pada dinamika sosial dan perencanaan ruang perkotaan.
Sumber Penelitian
Judul Artikel: The Influence of Social Values and Economic Context on User Adaptation to Adaptive Smart Homes in Grand Duta City Bekasi
Penulis: Zulkifli Puteh, James E.D. Rilatupa, Aryantono Martowidjojo
Nama Jurnal: Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR)
Volume & Tahun: Vol. 5 No. 1, 2026
DOI:

0 Komentar