Budidaya Ayam Organik Berbasis Maggot Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga di Jayapura

Ilustrasi By AI

Jayapura- Program budidaya ayam organik berbasis pakan maggot di Jayapura terbukti meningkatkan ketahanan pangan, gizi keluarga, dan kesehatan masyarakat. Program ini digagas oleh Samdei Carolina Rumbino bersama tim akademisi Universitas Cenderawasih, dan hasilnya dipublikasikan pada Januari 2026 dalam Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB). Temuan ini penting karena menawarkan solusi berbasis sumber daya lokal untuk mengatasi persoalan stunting dan keterbatasan akses protein hewani di Papua.

Program tersebut dilaksanakan di Perumahan Sereh Pos 7 Sentani, Kabupaten Jayapura, dengan melibatkan masyarakat setempat, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih, serta mitra teknis TIM BIBIT Papua. Inisiatif ini memanfaatkan limbah organik rumah tangga sebagai pakan maggot yang kemudian digunakan untuk budidaya ayam organik secara berkelanjutan.

Ketahanan Pangan dan Stunting Masih Jadi Tantangan

Wilayah Papua masih menghadapi tantangan serius dalam pemenuhan gizi masyarakat. Keterbatasan infrastruktur, kondisi geografis yang sulit, serta tingginya harga pangan bergizi membuat konsumsi protein hewani relatif rendah. Data nasional menunjukkan lebih dari 30 persen anak di Papua mengalami stunting akibat kekurangan asupan protein dan mikronutrien penting.

Kondisi ini mendorong perlunya inovasi pangan yang tidak bergantung pada pasokan luar daerah. Budidaya ayam organik berbasis maggot dipilih karena maggot mengandung protein tinggi dan dapat dibudidayakan dari limbah lokal seperti ampas sagu, limbah ikan, dan sisa buah-buahan.

Pendekatan Praktis dan Berbasis Komunitas

Tim Universitas Cenderawasih menerapkan pendekatan partisipatif dengan melibatkan warga sejak tahap perencanaan hingga evaluasi. Kegiatan meliputi edukasi gizi keluarga, pelatihan budidaya maggot, pelatihan pemeliharaan ayam organik tanpa antibiotik, serta pendampingan langsung di tingkat rumah tangga.

Masyarakat tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktikkan langsung proses biokonversi limbah organik menjadi pakan ternak bernilai tinggi. Pendampingan intensif dilakukan selama empat minggu pertama untuk memastikan sistem budidaya berjalan optimal.

Hasil Terukur dalam Waktu Singkat

Program ini menunjukkan hasil nyata dalam waktu relatif singkat. Ayam organik yang diberi pakan maggot mengalami peningkatan bobot sebesar 20–25 persen dalam empat minggu. Selain itu, produksi telur meningkat dengan kualitas yang lebih baik.

Lebih dari 80 persen peserta mengalami peningkatan pemahaman tentang gizi seimbang dan pemanfaatan limbah organik. Keluarga sasaran melaporkan peningkatan konsumsi telur dan daging ayam hingga 3–4 kali per minggu, terutama pada keluarga dengan anak balita dan ibu hamil.

Dampak Sosial, Gizi, dan Lingkungan

Menurut Samdei Carolina Rumbino dari Universitas Cenderawasih, keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. Pemanfaatan limbah organik tidak hanya mengurangi sampah rumah tangga, tetapi juga menyediakan sumber pakan murah dan berkelanjutan.

Program ini berkontribusi langsung terhadap pencegahan stunting, peningkatan ketahanan pangan keluarga, serta penguatan kemandirian ekonomi rumah tangga. Di sisi lingkungan, pendekatan ini mendukung ekonomi sirkular dan pertanian ramah lingkungan.

Menuju Model yang Dapat Direplikasi

Sebagai tindak lanjut, warga membentuk Komunitas Peternak Organik Sentani yang beranggotakan 10 keluarga. Kelompok ini menjadi wadah pembelajaran bersama dan disiapkan sebagai model replikasi untuk wilayah lain di Jayapura dan Papua.

Model pemberdayaan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, dan masyarakat mampu menghasilkan solusi pangan lokal yang berkelanjutan dan berdampak luas.

Profil Singkat Penulis

  • Samdei Carolina Rumbino, S.KM., M.Kes. - Universitas Cenderawasih 
  • Grace Fitriana Primasari Hau Mahu, S.KM., M.Kes. –  Universitas Cenderawasih
  • Elisa Salakay, S.KM., M.Kes. –  Universitas Cenderawasih

Sumber Penelitian

Rumbino, S. C., Mahu, G. F. P. H., & Salakay, E. (2026).
Pemberdayaan Masyarakat Jayapura melalui Budidaya Ayam Organik Berbasis Maggot untuk Ketahanan Pangan dan Gizi Keluarga.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB), Vol. 5 No. 1, hlm. 23–32.
DOI: https://doi.org/10.55927/jpmb.v5i1.575
URL resmi: https://nblformosapublisher.org/index.php/jpmb

Posting Komentar

0 Komentar