Keterampilan menulis teks deskripsi di kalangan pelajar sekolah menengah pertama berhasil ditingkatkan secara signifikan melalui kombinasi strategi pembelajaran kooperatif dan pendekatan kognitif modern. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan oleh Az-Zahra Diva Rabbani Yunior, Esti Swatika Sari, dan Kristiyani dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta, pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 di SMP Negeri 5 Depok. Hasil riset ini menjadi temuan penting bagi dunia pendidikan dalam mengatasi kendala literasi siswa sekaligus menjawab tantangan penerapan Kurikulum Merdeka yang menuntut pembelajaran bermakna.
Latar belakang penelitian ini bermula dari rendahnya kemampuan menulis teks deskripsi pada siswa Kelas VII-B SMP Negeri 5 Depok, yang ditandai oleh kesulitan dalam mengembangkan gagasan utama, terbatasnya kosakata deskriptif, lemahnya kohesi antar-kalimat, serta banyaknya kesalahan ejaan dan tanda baca. Proses pembelajaran sebelumnya masih didominasi oleh metode ekspositori konvensional yang membuat siswa cenderung pasif dan berorientasi semata pada produk akhir tanpa melalui eksplorasi berpikir yang mendalam. Untuk menjembatani masalah tersebut, peneliti mengintegrasikan sintaks strategi Think-Pair-Share (TPS) yang diciptakan oleh Frank Lyman dengan prinsip-prinsip Deep Learning (pembelajaran mendalam) yang berfokus pada keterlibatan kognitif, kolaborasi, dan refleksi.
Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dari Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus terhadap 31 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis teks deskripsi di akhir setiap siklus, lembar observasi aktivitas guru dan siswa, catatan lapangan, dokumentasi, serta jurnal refleksi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif deskriptif untuk ketuntasan belajar serta analisis kualitatif model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña untuk aktivitas kelas.
Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor dan ketuntasan belajar yang drastis dari tahap prasiklus hingga siklus akhir. Rata-rata nilai kelas meningkat dari 68,5 pada prasiklus menjadi 76,8 di Siklus I, dan melonjak mencapai 86,4 di Siklus II. Sementara itu, tingkat ketuntasan belajar siswa yang awalnya hanya 29,0% (9 siswa) meningkat menjadi 62,5% pada Siklus I, hingga akhirnya sukses menembus angka 93,5% (29 siswa) pada Siklus II yang sekaligus melampaui seluruh indikator keberhasilan riset. Selain capaian nilai, keaktifan siswa dalam aspek keterlibatan belajar, kerja sama berpasangan, komunikasi, hingga refleksi diri juga menunjukkan peningkatan kualitas yang konsisten di setiap siklusnya.
Penerapan metode TPS berbasis Deep Learning terbukti memberikan dampak praktis yang luas bagi dunia pendidikan. Melalui tahap Think, siswa dilatih membangun pemahaman mandiri secara kontekstual; melalui tahap Pair, siswa berdiskusi, mengevaluasi, serta memberikan umpan balik konstruktif guna memperbaiki draf tulisan secara kolaboratif; dan melalui tahap Share, siswa mempresentasikan karya untuk mengasah rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi. Model ini tidak hanya mendongkrak kompetensi literasi menulis, tetapi juga menumbuhkan keterampilan abad ke-21 seperti pemikiran kritis, kreativitas, dan kerja tim.
Profil Singkat Penulis:
- Az-Zahra Diva Rabbani Yunior – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta.
- Esti Swatika Sari – Dosen dan peneliti di bidang pendidikan bahasa Indonesia, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta.
- Kristiyani – Akademisi dan peneliti bidang pendidikan bahasa dan sastra di Universitas Negeri Yogyakarta.
Sumber Penelitian:
- Judul Artikel: Improving Descriptive Text Writing Skills of Grade VII-B Students at SMP Negeri 5 Depok through the Think-Pair-Share (TPS) Strategy Based on Deep Learning
- Nama Jurnal: Journal of Language Development and Linguistics (JLDL)
- Tahun Publikasi: 2026
- DOI: https://doi.org/10.55927/jldl.v5i2.17273
0 Komentar